Suara.com - India akan menjadi negara dengan jumlah penduduk terbanyak pada 2023 mendatang, demikian diumumkan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada pekan ini. Saat ini India memiliki penduduk sebanyak 1,39 miliar orang. Sementara Tiongkok memiliki 1,44 miliar penduduk.
PBB juga mengatakan bahwa pada November 2022 ini, jumlah penduduk Bumi akan mencapai 8 miliar jiwa. Tetapi persebaran populasi dunia disebut tidak seimbang dan pertambahan penduduk terpusat di hanya sekitar delapan negara.
PBB mengatakan pertumbuhan penduduk dalam tiga dekade ke depan hanya akan terjadi di delapan negara: Kongo, Mesir, Ethiopia, India, Nigeria, Pakistan, Filipina, dan Tanzania.
Asia sendiri kini dihuni oleh 4,7 juta jiwa atau sekitar 61 persen dari penduduk Bumi. Sebanyak 1,3 miliar manusia (17 persen) tinggal di Afrika; 750 juta di Eropa (10 persen), 650 orang di Amerika Latin (8 persen), 650 juta penduduk di Amerika Utara (5 persen) dan 43 juta jiwa di Oseania.
PBB juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan penduduk sudah tak secepat beberapa dekade lalu. Sejak 1950, pertumbuhan penduduk di Bumi kini mencapai titik paling lambat dan akan mencapai puncaknya dalam waktu dekat.
Diperkirakan jumlah penduduk Bumi akan mencapai 10,4 miliar jiwa pada 2080an.
Hal ini disebabkan antara lain oleh penurunan pertumbuhan populasi di negara-negara maju. Angka kelahiran di negara maju kini di bawah 2,1 anak per perempuan.
China misalnya mengumumkan belum lama ini bahwa pertumbuhan populasinya akan turun mulai 2023 mendatang. Padahal negara tersebut sudah menghapus kebijakan hanya satu anak sejak 2016 lalu. [BBC/Livemint]
Baca Juga: Penduduk Dunia akan Berjumlah 8 Miliar Jiwa Pada 15 November
Berita Terkait
-
5 Rekomendasi Drama China Tayang Agustus 2026: Dari Romansa Modern hingga Costume Drama
-
30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan
-
Rudal Iran Hancurkan Perusahaan China di Kuwait, 1 Orang Tewas
-
Robot China 'Invasi' Industri Logistik di Inggris, Bagaimana Nasib Pekerja Manusia?
-
Kelebihan Rudal QW-12 dan Rudal FN-16 Buatan China yang Dibeli Iran saat Perang dengan Amerika
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis