- Militer Amerika Serikat di Timur Tengah nyaris memicu perang terbuka akibat rencana pencegatan kapal China.
- Operasi tersebut dibatalkan karena laporan intelijen berbasis kecerdasan buatan terbukti salah mengidentifikasi muatan kapal.
- Komponen jet tempur F-35 milik Amerika Serikat dilaporkan sempat dialihkan secara keliru menuju Hong Kong.
Suara.com - Amerika Serikat nyaris menyulut perang dunia ketiga melawan Republik Rakyat China, setelah marinir negeri Pakde Sam itu hendak mencegat kapal Tiongkok di kawasan Timur Tengah.
Insiden ini dipicu oleh laporan intelijen cacat yang disusun dengan bantuan kecerdasan buatan (AI).
Dikutip dari laporan The Japan Times, Senin (21/9/2026), militer AS sempat bersiap untuk mencegat kapal tersebut setelah intelijen mengindikasikan bahwa kapal itu membawa komponen terkait senjata nuklir.
Namun, operasi tersebut akhirnya dibatalkan setelah pejabat terkait menyadari bahwa chatbot AI yang digunakan oleh seorang analis telah salah mengidentifikasi muatan kapal tersebut.
Salah satu sumber yang mengetahui insiden tersebut menyatakan, laporan intelijen itu “sepenuhnya salah” namun “hampir memulai perang.”
Hingga saat ini, belum ada rincian pasti mengenai apa muatan asli kapal tersebut maupun ke mana kapal itu akan berlayar.
Komando Pusat AS (US Central Command), yang bertanggung jawab atas pasukan Amerika di Timur Tengah, tidak segera memberikan tanggapan terkait laporan insiden ini.
Risiko AI di Luar Kendali
Laporan ini memicu kekhawatiran global mengenai keamanan penggunaan AI dalam pengambilan keputusan militer.
Sebelumnya, dunia teknologi sempat diguncang oleh pengunduran diri seorang peneliti dari firma AI ternama, Anthropic, karena kekhawatiran bahwa teknologi tersebut dapat lepas dari kendali manusia.
Salah satu karyawan Anthropic bahkan secara terbuka menyatakan, mereka percaya AI memiliki potensi berbahaya bagi eksistensi manusia, dengan peluang risiko mencapai lebih dari “10 persen dalam dekade berikutnya.”
Kendati demikian, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan sejumlah sekutunya tetap menyatakan penolakan terhadap upaya pembatasan drastis dalam pengembangan AI.
Komponen Jet Tempur F-35 Hilang
Di tengah sorotan terhadap insiden AI, publik juga dikejutkan dengan kabar hilangnya komponen jet tempur F-35 milik AS.
Politico melaporkan suku cadang sensitif, termasuk kanopi kokpit stealth, sempat dialihkan ke Hong Kong saat dikirim dari Australia menuju Amerika Serikat untuk perbaikan.