Suara.com - India akan menjadi negara terpadat di dunia tahun depan, menyalip China dengan 1,4 miliar penduduk menurut data PBB.
Penduduk dunia, diperkirakan akan mencapai delapan miliar jiwa pada 15 November tahun ini dan berkembang menjadi 8,5 miliar jiwa pada 2030 dan 10,4 miliar pada 2100, menurut laporan PBB pada Hari Penduduk Dunia Senin (11/07).
PBB memperkirakan pada 2050, India tetap menjadi negara dengan penduduk paling padat dan diikuti oleh China dan Amerika Serikat.
Nigeria diproyeksikan menjadi negara terpadat keempat di dunia, diikuti oleh Pakistan, Indonesia, Brasil, Kongo, Ethiopia dan Bangladesh. Rusia serta Meksiko, yang masuk dalam 10 negara terpadat pada 2022, akan kehilangan posisi ke sembilan dan sepuluh pada 2050.
Indonesia - dengan penduduk sekitar 279 juta jiwa - saat ini adalah negara terpadat keempat di dunia setelah China, India dan Amerika Serikat.
"Penduduk di 61 negara diperkirakan akan menurun 1% atau lebih antara 2022 dan 2050," kata laporan PBB itu.
Namun pertumbuhan penduduk tidak secepat dulu.
Baca juga:
- Tingkat kesuburan dunia akan turun drastis, dampaknya akan 'sangat mengkhawatirkan' bagi masyarakat
- Dunia punya lebih banyak "kakek-nenek" dibandingkan cucu-cucu, apa dampaknya?
- Hong Kong: Harga hunian tidak terjangkau, banyak pasutri harus hidup sendiri-sendiri
Menurut PBB, pertumbuhan penduduk sekarang berada di level terendah sejak 1950 dan akan mencapai puncaknya sekitar tahun 2080-an dengan 10,4 miliar jiwa.
Tapi populasi dunia berkembang secara tidak merata.
Baca Juga: Tahun 2023 India Diprediksi Menjadi Negara Terpadat Mengalahkan China
Lebih dari setengah pertumbuhan penduduk yang akan kita lihat dalam 30 tahun ke depan akan terjadi hanya di delapan negara yaitu Republik Demokratik Kongo, Mesir, Ethiopia, India, Nigeria, Pakistan, Filipina, dan Tanzaina.
Pada saat yang sama, beberapa negara ekonomi paling maju di dunia telah mengalami penurunan populasi karena tingkat kesuburan turun di bawah 2,1 anak per wanita, yang dikenal sebagai "tingkat penggantian".
Di 61 negara, menurut laporan itu, populasi akan menurun setidaknya 1% pada tahun 2050.
Dengan salah satu tingkat kesuburan terendah di dunia (1,15 anak per perempuan), China telah mengumumkan bahwa populasinya akan mulai menurun tahun depan - jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.
Padahal negara tersebut telah meninggalkan kebijakan satu anak pada tahun 2016 dan memperkenalkan insentif bagi pasangan untuk memiliki dua anak atau lebih.
Sementara populasi India terus tumbuh dan hampir pasti akan menyalip China sebagai negara dengan populasi terbesar di dunia.
Tingkat kesuburan turun secara global - bahkan di banyak negara yang populasinya berkembang. Itu karena seiring berkembangnya generasi sebelumnya, ada lebih banyak orang yang memiliki anak, tapi secara individu mereka memiliki lebih sedikit anak daripada otang tua mereka.
Pertumbuhan penduduk sebagian besar berkat perkembangan kedokteran dan sains yang berarti bahwa lebih banyak anak yang bertahan hidup hingga dewasa dan lebih banyak orang dewasa berumur panjang.
Pola itu kemungkinan akan berlanjut, yang berarti bahwa pada tahun 2050 harapan hidup rata-rata global akan menjadi sekitar 77,2 tahun.
Tapi pola ini berarti bahwa pangsa populasi global berusia 65 tahun ke atas diperkirakan naik dari 10% tahun ini menjadi 16% pada tahun 2050. Sekali lagi, distribusinya tidak akan merata, di beberapa negara di Asia Timur dan Eropa Barat sudah terlihat mengalami penuaan yang lebih ekstrem.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!
-
Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal
-
50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS