Suara.com - Selama triwulan kedua tahun ini, serangan Distributed Denial of Service (DDoS) mengalami peningkatan tajam.
Dibandingkan tahun sebelumnya, rata-rata durasi serangan DDoS naik 100 kali lipat, mencapai 3.000 menit.
Pangsa serangan cerdas hampir memecahkan rekor selama empat tahun, terhitung hampir 50 persen dari total.
Para ahli juga memperkirakan peningkatan aktivitas DDoS secara keseluruhan, terutama dengan runtuhnya cryptocurrency (mata uang kripto) baru-baru ini.
Temuan ini dan lainnya adalah bagian dari laporan DDoS triwulanan yang dikeluarkan oleh Kaspersky.
Serangan Distributed Denial of Service (DDoS) dirancang untuk menghambat fungsi normal situs web atau merusaknya secara keseluruhan.
Selama serangan (yang biasanya menargetkan lembaga pemerintah, perusahaan ritel atau keuangan, media atau organisasi lain) korban akan kehilangan pelanggan karena situs web yang tidak tersedia dan turut berpengaruh pada reputasi mereka.
Dibandingkan dengan angka dari Kuartal II 2021 (Q2 2021), solusi Kaspersky melindungi penggunanya dari serangan DDoS sekitar 2,5 kali lebih banyak.
Di saat yang sama, berbeda dengan awal tahun (Q1 2022) dengan lonjakan serangan yang dramatis karena aktivitas hacktivist, jumlah absolut menurun pada Kuartal II tahun ini (Q2 2022).
Baca Juga: Kaspersky: Indonesia Masuk Negara Terbanyak Gunakan Alat Dekripsi Ransomware Gratis
Namun, ini bukan berarti bahwa pasar DDoS telah mendingin, sebaliknya serangan telah berubah di kualitas, menjadi lebih lama dan lebih kompleks.
Durasi rata-rata serangan di Q2 2022 adalah 3.000 menit atau dua hari.
Ini 100 kali lebih lama daripada di Q2 2021, ketika serangan hanya berlangsung selama rata-rata 30 menit.
Dibandingkan dengan Q1 2022, yang ditandai dengan durasi sesi DDoS yang belum pernah terjadi sebelumnya sebagai akibat dari aktivitas hacktivist, angka Q2 juga menunjukkan peningkatan sebanyak tiga kali lipat.
Beberapa serangan dalam kuartal terakhir berlangsung selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu.
Sebuah rekor dibuat oleh serangan dengan durasi 41.441 menit, dimana itu hampir mencapai 29 hari.
Berita Terkait
-
Awal 2022, 47,8% Target Phising Indonesia Sasar Sektor Keuangan
-
Phising Sasar Sektor Keuangan, Perbankan Jadi Target Utama di Indonesia
-
Tips Lindungi Diri dari Sniffing dan Phising
-
Pejabat Ukraina Jadi Sasaran Hacker selama Invasi Rusia
-
Serangan Siber Bakal Terus Ada Meski Pandemi Covid-19 dan WFH Berakhir
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan