Suara.com - Situs Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) TNI AD diretas hacker. Akibatnya, situs TNI AD itu sampai saat ini tidak bisa diakses.
Berdasarkan pantauan Suara.com per Senin (15/8/2022), situs kostrad.mil.id ini diretas oleh kelompok hacker bernama Indian Cyber Mafia. Namun ketika dibuka, situs itu tidak bisa diakses lagi.
Hacker itu juga menulis pesan kenapa mereka meretas situs tersebut.
Menurutnya, hack situs TNI AD ini dilakukan sebagai balasan karena hacker Indonesia kerap meretas situs-situs di India.
"HACKED BY. INDIAN CYBER MAFIA. " Y0U G0T H4CKED :) this is an open warning for Indonesian hackers to stop hacking indian sites i have seen so many," tulis pesan tersebut yang bisa dilihat di hasil pencarian Google.
Ini bukan kali pertama situs lembaga negara diretas hacker. Sebelumnya situs Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) juga diretas dan tak bisa diakses.
Situs yang dimaksud ialah https://pusmanas.bssn.go.id/ yang terjadi pada 2021 lalu. Menurut pemilik akun Twitter @son1x777, situs tersebut diretas oleh theMx0nday.
Juru Bicara BSSN, Anton Setiawan membenarkan peretasan tersebut.
Ia menyebut situs telah ditangani oleh tim Computer Security Incident Response Team atau CSIRT Indonesia.
Baca Juga: Kominfo Klaim Situs PSE Diserang Hacker Puluhan Juta Kali per Hari
Tim tersebut bertugas untuk penanggulangan dan pemulihan terhadap insiden keamanan siber pada sektor pemerintah.
"Saat ini penanganan situs tersebut telah dilakukan oleh Tim CSIRT BSSN, dikarenakan situs tersebut berisi data-data mengenai repositori malware," ujarnya.
Anton juga menyebut, peretasan itu bersifat deface website atau mengubah tampilan. Sejauh ini, pihaknya menduga peretas berasal dari Brazil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
7 Sabun Cuci Muka Salicylic Acid untuk Jerawat dan Komedo, Mulai Rp20 Ribuan
-
BPS Ungkap Fakta Pahit: Petani RI Kini Kehilangan Daya Tawar
-
Bukan Pidana, Eks Hakim Agung Beberkan Alasan Mengapa Kasus Ijazah Jokowi Harus Diuji di PTUN
-
Ribuan Siswa Manfaatkan PIJAR, Telkom Perluas Pemanfaatan Pendidikan Digital
-
Insentif Kendaraan Listrik Harus Diarahkan ke Mobil Murah dengan TKDN Tinggi
-
Hanya Penyadapan yang 100 Persen, Dewas KPK Ungkap Banyak Laporan Penindakan yang 'Molor'
-
Pariwisata Kuatkan Ekonomi, Pendidikan Menjaga Jiwa Budaya Suku Osing
-
Iming-iming 'Dimudahkan Rezekinya', Modus Guru Ngaji Pelaku Pencabulan di Sukabumi
-
4 Pilihan Sepatu Lari Lokal Lycan, Ada yang Dipakai Ganjar Pranowo
-
Farizon Gandeng 5 Mitra Strategis, Serahkan Unit SV di GIIAS 2026