Suara.com - Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah Nur Patria Kurniawan mengatakan 23.000 orangutan hidup di hutan di provinsi setempat.
"Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sudah merilis, 23.000 lebih orangutan hidup di hutan Kalteng," kata dia di Palangka Raya, Senin (22/8/2022).
Dia menambahkan kondisi orangutan di Kalteng juga merupakan yang paling banyak dan paling besar jumlahnya untuk di Indonesia. Bahkan bisa diklaim paling banyak di dunia untuk di kategori ekosistem kawasan gambut.
Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kelestarian hutan dan lingkungan agar satwa yang menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan terpelihara dan terjaga keberadaannya.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalteng juga terus menggencarkan kampanye dan penyadartahuan kepada masyarakat.
Salah satu upaya itu, katanya, seperti yang dilakukan BKSDA Kalteng dalam rangkaian acara Hari Orangutan Sedunia yang digelar dua hari di Palangka Raya.
Pada rangkaian acara bertajuk "Orangutan hidupnya di hutan" itu, dilaksanakan kampanye dan edukasi melalui beberapa kegiatan seperti tayang bincang, kuis dan juga lomba mewarnai dengan tema "Orangutan dan lingkungan".
Selain itu, katanya, menampilkan teatrikal, drama, teater, dan musik.
"Kampanye ini kita ingin melibatkan banyak pihak termasuk masyarakat umum tak terkecuali dengan sasaran anak-anak selaku generasi penerus bangsa," katanya.
Baca Juga: Viral Video Staf Kebun Binatang Bikin Konten Joget TikTok di Depan Kandang Orangutan, Tuai Polemik
Menurut Nur, masih banyak masyarakat yang kurang peduli dan belum mengerti bahwa orangutan itu merupakan satwa liar yang dilindungi.
Selain itu, hewan mamalia atau menyusui itu juga mempunyai penyakit menular dan juga ektoparasit atau parasit yang hidup menempel pada tubuh inang bagian luar atau kulit.
"Orangutan merupakan satwa pembawa penyakit atau hepatitis dan TBC yang dapat menular kepada manusia. Selain itu juga merupakan satwa yang dilindungi sehingga dilarang dipelihara apalagi diperdagangkan," katanya. [Antara]
Berita Terkait
-
Terdampak Kabut Asap, Penerbangan Bandara Tjilik Riwut Lumpuh
-
Kabut Asap Karhutla Kepung Palangka Raya
-
Karhutla Menggila di Kalteng, 7.634 Hektare Lahan Terbakar
-
336 Karhutla Terjadi di Palangka Raya! 428,46 Hektare Lahan Ludes Selama 3 Bulan
-
Harimau Sumatera Pemangsa Ternak Warga Berhasil Dievakuasi
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Sengketa Lahan Bertahun-tahun, Warga Banjarsari Bermalam di Kantor Bupati Lahat
-
Babakan Cileungsi Mencekam, Pemilik Rumah Pingsan Menyaksikan Tempat Tinggalnya Ludes Terbakar
-
Pengadaan Smartboard Disdik Bogor Diusut KPK
-
Depok Buka Kuota Gratis Kerjaan Sopir di Jepang untuk 1.000 Warga
-
Gunung Gede Pangrango Tutup Pendakian Sampai Waktu yang Belum Ditentukan
-
Gandeng Konsultan ITB Tangani Banjir, Bupati Serang Minta Langkah Ini Diduplikasi
-
Wakil Ketua DPRD Jabar Iwan Suryawan Dorong Efisiensi BTT APBD untuk AI Karhutla
-
Keracunan Massal Santri Usai Santap MBG Jadi Perhatian Khusus Bupati Sidoarjo
-
Aktor Utama di Luar Negeri, Bareskrim Endus Pola Canggih Penyelundupan Narkoba Jalur Laut
-
Jonatan Christie Kejar Poin di China Masters, Tiket World Tour Finals Jadi Target