Tekno / Gadget
Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:35 WIB
Ilustrasi salah satu smartwatch Garmin. [Garmin Indonesia]
Baca 10 detik
  • Garmin mengungkapkan bahwa rutinitas ibu rumah tangga setara dengan latihan fisik intensitas tinggi yang menyebabkan kelelahan tak kasat mata.
  • Aktivitas multitasking harian dikategorikan sebagai latihan tanpa garis finis yang secara signifikan menguras kondisi fisik serta kesehatan mental.
  • Garmin menyarankan perempuan memantau kesehatan melalui data smartwatch untuk meningkatkan kualitas pemulihan tubuh dari stres dan kelelahan kronis.

Suara.com - Pernahkah Anda merasa sangat lelah luar biasa setelah seharian di rumah, padahal merasa tidak "berolahraga"?

Ternyata, rasa lelah tersebut memiliki dasar ilmiah. Raksasa teknologi wearable, Garmin, baru saja mengungkap fakta mengejutkan, yakni rutinitas harian seorang ibu rumah tangga bisa setara dengan latihan fisik berintensitas tinggi atau HIIT (High-Intensity Interval Training) layaknya atlet profesional.

Dalam kampanye terbaru bertajuk Women of Endurance, Garmin menyoroti fenomena "Invisible Fatigue" atau kelelahan tak kasat mata.

Aktivitas seperti menggendong balita naik tangga, mengejar si kecil saat jam makan, hingga multitasking membereskan rumah tanpa jeda, dikategorikan sebagai “invisible training”, latihan tanpa garis finis yang menguras fisik dan mental.

Garmin menggambarkan bahwa membawa tas belanjaan sambil menggendong anak dapat meningkatkan detak jantung secara signifikan, menyerupai sesi HIIT.

Sementara itu, mobilitas yang tinggi sepanjang hari dianalogikan seperti tantangan obstacle race jarak jauh.

Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia. [Suara.com/Dythia]

Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, Chandrawidhi Desideriani, menjelaskan bahwa banyak perempuan yang tidak menyadari betapa keras tubuh mereka bekerja setiap harinya.

“Banyak perempuan menjalani aktivitas fisik dan mental yang intens setiap hari tanpa menganggapnya sebagai bentuk endurance. Garmin ingin membantu perempuan memahami bahwa tubuh mereka bekerja keras setiap hari, sehingga recovery dan pemantauan kesehatan menjadi hal yang sama pentingnya,” ujar Chandrawidhi dalam keterangan resminya, Jumat (29/5/2026).

Apa Itu Invisible Fatigue?

Baca Juga: Usung Baterai Jumbo dan Layar 3.000 Nits, Honor Watch 6 Plus Tahan 35 Hari

Invisible fatigue adalah akumulasi kelelahan fisik dan emosional yang sering kali diabaikan karena dianggap sebagai "risiko pekerjaan" seorang ibu.

Padahal, jika dibiarkan, kondisi ini dapat berdampak buruk pada kesehatan jangka panjang, mulai dari imunitas yang menurun hingga stres kronis.

Untuk membantu para perempuan mengelola energi mereka, Garmin menyarankan penggunaan data dari smartwatch untuk membangun ritme pemulihan (recovery) melalui lima langkah cerdas:

  • Waspadai Fragmented Sleep: Tidur yang terganggu (misalnya karena menyusui atau anak terbangun) menghambat pemulihan. Gunakan fitur Sleep Coach untuk memantau kualitas istirahat Anda.
  • Pantau Tren Stres: Jika tingkat stres konsisten tinggi, tubuh Anda sedang memberi sinyal bahaya. Lakukan latihan pernapasan terpandu untuk relaksasi.
  • Cek HRV (Heart Rate Variability): Tren HRV dapat menunjukkan kapan tubuh butuh istirahat total, terutama saat siklus menstruasi atau menjelang sakit.
  • Evaluasi Pola Konsumsi: Pantau bagaimana kafein atau makanan manis memengaruhi laju pernapasan dan detak jantung Anda melalui Lifestyle Logging.
  • Terapkan Active Rest: Istirahat bukan berarti malas, melainkan strategi untuk menjaga performa tubuh agar tetap bisa hadir sepenuhnya bagi keluarga.

Untuk memperkuat pesan ini, Garmin berkolaborasi dengan ilustrator kenamaan, Chouyi. Melalui karya visual yang emosional, mereka menggambarkan ketangguhan perempuan modern yang terus bergerak menghadapi berbagai tantangan demi keluarga, namun tetap perlu mendengarkan kebutuhan tubuh sendiri.

Load More