Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan program pengembangan ekosistem perusahaan rintisan digital atau startup tidak hanya diselenggarakan di kota-kota besar saja, melainkan secara menyeluruh untuk menjangkau potensi perusahaan rintisan dari daerah.
"Jadi di Kementerian Kominfo ada beberapa program untuk mendukung startup. Ada dari program 1.000 startup digital, ada Startup Studio Indonesia, dan HUB.ID," kata Direktur Ekonomi Digital Kementerian Kominfo I Nyoman Adhiarna dalam konferensi pers di Nusa Dua, Bali, Senin (5/9/2022).
Ia menjelaskan, untuk menjangkau potensi startup dari daerah maka program-program dukungan yang disiapkan Kementerian Kominfo lebih banyak dijalankan secara hibrida memanfaatkan dua metode yaitu offline dan online, terutama di tengah transformasi digital metode daring lebih banyak digunakan.
Misalnya seperti Startup Studio Indonesia menghadirkan pelatihan untuk membesut talenta-talenta pendiri perusahaan rintisan digital.
"Itu kegiatan yang penuh dilakukan secara online. Disiapkan untuk mentoring dan menjadi sekolah untuk para founders (pendiri startup) dan bisa diakses di mana saja baik di kota tier 1, tier 2, maupun tier 3," ujar Nyoman.
Selanjutnya program 1.000 startup digital juga dihelat untuk membentuk lebih banyak perusahaan rintisan di lebih banyak daerah-daerah di Indonesia.
Terbaru adalah HUB.ID yang mencapai puncak programnya di 2022 dengan HUB.ID Summit.
HUB.ID Summit diciptakan sebagai program yang mempertemukan startup yang kini telah berada di tahapan pendanaan Preseed dan Preseries A dengan para modal ventura untuk mendapatkan lebih banyak pendanaan maupun mempertemukan startup dengan rekanan bisnis lainnya.
Lewat program ini, Kementerian Kominfo menargetkan akan lebih banyak perusahaan rintisan yang terakselerasi dan bisa berkontribusi untuk menambah jumlah unicorn bahkan decacorn di Tanah Air yang mempercepat proses transformasi digital nasional.
Baca Juga: Kominfo Klaim Modal Ventura Puas dengan Ajang HUB.ID Summit
"Kita tidak boleh puas dengan hanya punya 1.000 startup. Kita ingin ke depan Indonesia juga punya startup-startup besar yang mungkin klasifikasinya disebut unicorn atau decacorn," ujar Nyoman membicarakan tujuan diadakannya HUB.ID Summit.
Tentunya dengan program-program yang telah dihadirkan diharapkan lebih banyak masyarakat di Indonesia khususnya generasi muda yang tertarik dan berpartisipasi aktif menciptakan bisnis memanfaatkan kecanggihan teknologi dan digitalisasi.
Dengan demikian, akan lebih cepat proses Indonesia bergerak di tengah era transformasi digital global dan menumbuhkan potensi ekonomi nasional. [Antara]
Berita Terkait
-
Quantum Accelerator Pertama di Singapura Resmi Diluncurkan, Startup Indonesia Masuk Daftar
-
Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa
-
Startup Singapura Luncurkan Platform AI untuk UMKM Indonesia, Bantu Brand Kuasai Pencarian Google
-
Banyak Inovasi Mahasiswa Mandek di Kampus, Ini Caranya Supaya Bisa Jadi Bisnis
-
Aurora Ventures Diluncurkan, Dukung Startup Perempuan di Negara Berkembang
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026
-
Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis
-
Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026
-
Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru
-
Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital
-
DPR Sentil Pihak SPPG saat Rapat: 120 Juta Penerima Manfaat, Siapa yang Mau Diberi Makan?
-
Liga Sepak Bola Kampung, Ikhtiar Jaga Anak Muda Menteng dari Bahaya Narkoba
-
15 Kepala Daerah Hasil Pilkada 2024 Kena OTT KPK, Ongkos Politik Mahal Jadi Pemicu?
-
Membaca, Menunda, Lupa: Ketika Balasan Chat Hanya Berakhir di Kepala
-
Dompet Karyawan Alfamart Dicuri, Polisi Lampung Utara Temukan Fakta Tak Terduga Saat Tangkap Pelaku