Spesialis keamanan siber Rik Ferguson, wakil presiden keamanan di Forescout, mengatakan insiden itu adalah peringatan.
Meskipun tim TI perusahaan awalnya menemukan cara untuk menangkis mereka, para peretas masih dapat menemukan cara untuk menyerang mereka.
"Perubahan taktik para peretas tampaknya lahir dari frustrasi dendam," katanya.
Dia menambahkan, peretas ini tidak bisa menghasilkan uang sehingga mereka menyerang, dan itu benar-benar mengkhianati fakta bahwa kita tidak berbicara tentang penjahat dunia maya 'profesional' di sini.
IHG mengatakan sistem yang dihadapi pelanggan kembali normal tetapi layanan itu mungkin tetap terputus-putus.
Para peretas tidak menunjukkan penyesalan tentang gangguan yang mereka timbulkan terhadap perusahaan dan pelanggannya.
"Kami tidak merasa bersalah, sungguh. Kami lebih suka memiliki pekerjaan legal di Vietnam tetapi upahnya rata-rata 300 Dolar AS per bulan. Saya yakin peretasan kami tidak akan banyak merugikan perusahaan," ungkap salah satu dari mereka.
Peretas mengatakan, tidak ada data pelanggan yang dicuri tetapi mereka memiliki beberapa data perusahaan, termasuk catatan email.
TeaPea mengatakan, mereka memperoleh akses ke jaringan TI internal IHG dengan menipu seorang karyawan agar mengunduh perangkat lunak berbahaya melalui lampiran email yang dijebak.
Baca Juga: Serangan Siber Jarak Jauh Masih Jadi Favorit Hacker, 16.003 Akses Tereksploitasi
Mereka juga harus melewati pesan prompt keamanan tambahan yang dikirim ke perangkat pekerja sebagai bagian dari sistem otentikasi dua faktor.
Para penjahat kemudian mengatakan bahwa mereka mengakses bagian paling sensitif dari sistem komputer IHG setelah menemukan detail login untuk brankas kata sandi internal perusahaan.
"Nama pengguna dan kata sandi untuk lemari besi tersedia untuk semua karyawan, sehingga 200.000 staf dapat terlihat. Dan kata sandinya sangat lemah," kata mereka kepada BBC.
Anehnya, kata sandinya adalah Qwerty1234, yang secara teratur muncul di daftar kata sandi yang paling umum digunakan di seluruh dunia.
"Data sensitif seharusnya hanya tersedia untuk karyawan yang membutuhkan akses ke data itu untuk melakukan pekerjaan mereka, dan mereka harus memiliki tingkat akses minimum [yang diperlukan] untuk menggunakan data itu," kata Ferguson, setelah melihat tangkapan layar.
"Bahkan kata sandi yang sangat rumit sama tidak amannya dengan kata sandi sederhana jika dibiarkan terbuka."
Seorang juru bicara IHG membantah bahwa rincian brankas kata sandi tidak aman, mengatakan bahwa penyerang harus menghindari "keamanan berlapis", tetapi tidak akan memberikan perincian tentang keamanan ekstra.
"IHG menggunakan strategi pertahanan mendalam untuk keamanan informasi yang memanfaatkan banyak solusi keamanan modern," tambahnya.
Berita Terkait
-
Alarm Keamanan Digital, Indonesia Dihantam 15 Ribu Serangan Seluler di Kuartal I 2026
-
Laporan CrowdStrike 2026: AI Kini Menjadi Senjata Utama Pelaku Siber
-
Di Balik Layar Piala Dunia 2026: Begini Cara FIFA Tangkis 500 Juta Serangan Siber per Hari
-
Di Balik Gempuran 187 Serangan Siber Per Detik, RUU KKS Dicurigai Bakal Represif
-
ITSEC Asia Investasi AI Rp11 Miliar, Bidik Pertumbuhan Bisnis Software hingga 2031
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Begal Beraksi di 18 Lokasi di Kota Kendari Ditangkap
-
Biar Naik Kelas, Prabowo Ingin Pasar Modal RI Juga Dipenuhi Startup
-
Tim SAR dan K-9 Dikerahkan Bantu Pencarian Korban Gempa NTT
-
Gempa M 7,7 Guncang NTT, BNPB Minta 6 Kabupaten Segera Tetapkan Status Darurat
-
Pergeseran Tragedi dalam Novel Mary Shelley dan Film Frankenstein (2025)
-
1.725 Paket Sembako Disiapkan untuk Masyarakat Terdampak Bencana di NTT
-
9 Rekomendasi Facial Wash untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
-
Bobby Nasution Tegur Pejabat Pematangsiantar Pakai Mobil Dinas di Hari Libur
-
5 Rekomendasi Day Cream Lokal dengan SPF untuk Melindungi Kulit Wajah
-
BRI Peduli Tanggap Bencana Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak Gempa Bumi Flores