Suara.com - Sejak Elon Musk mengambil alih kepemilikan Twitter, sejumlah pengguna Twittter mencari alternatif platform media sosial. Mereka beralih ke platform lain, salah satunya yang paling populer adalah Mastodon. Adapun platform media sosial Mastodon diperkirakan telah memiliki 4,5 juta akun.
Seperti dilansir dari The New York Times, Rabu (9/11/2022), usai Elon Musk menyelesaikan kesepakatan senilai 44 miliar Dolar AS atau sekitar 687 Triliun untuk membeli Twitter pada 27 Oktober, ia telah berjuang untuk meredakan kekhawatiran tentang potensi penyebaran informasi yang salah dan ujaran kebencian di platform tersebut.
Pada hari Senin (7/11/2022), Musk, 51 tahun, menulis cuitan setidaknya tiga komentar menghina tentang Mastodon sebelum menghapus postingan tersebut.
Lalu sebenarnya apa itu aplikasi Mastodon yang merupakan alternatif dari Twitter.
Mastodon merupakan jejaring sosial terdesentralisasi dan bersifat terbuka (free, open-source decentralized social media platform). Mastodon diluncurkan oleh Eugen Rochko pada 2016.
Diluncurkan pada tahun 2016 oleh pengembang perangkat lunak Eugen Rochko, Mastodon menggambarkan dirinya sebagai "platform media sosial terdesentralisasi sumber terbuka gratis" yang bertujuan untuk menjadi "alternatif yang layak untuk Twitter." Platform ini dinamai kerabat mammoth dan gajah yang telah punah.
Perangkat lunaknya dikembangkan oleh Mastodon gGmbH, sebuah organisasi nirlaba Jerman yang dipimpin oleh Mr. Rochko.
Untuk diketahui, aplikasi ini dapat di-download di Google Play Store dan Apple App Store. Selain itu aplikasi tersebut dapat diakses melalui browser untuk perangkat iPhone dan Android. Setidaknya 20 aplikasi pihak ketiga juga telah dikembangkan untuk akses ke Mastodon.
Baca Juga: Bantuan Rp 600 Ribu Segera Cair, Simak Cara Cek BSU Lewat Aplikasi Pospay
Selain itu Mastodon memiliki antarmuka yang mirip dengan Twitter. Bahkan pengguna Mastodon juga dapat melihat seperti linimasa, explore, hingga trending topic.
Mastodon dapat digunakan melalui browser web atau melalui aplikasinya untuk perangkat iPhone dan Android. Setidaknya 20 aplikasi pihak ketiga juga telah dikembangkan untuk akses ke Mastodon.
Perbedaan Mastodon dari Twitter?
Twitter adalah jaringan sosial tunggal, yang berarti bahwa orang mendaftar dan berbagi konten hanya di Twitter. Sedangkan Mastodon adalah apa yang dikenal sebagai platform federasi. Artinya ini adalah kumpulan jejaring sosial atau server yang terhubung bersama tetapi miliki oleh orang atau kelompok yang berbeda.
Mastodon adalah bagian dari Fediverse, atau federated universe, sekelompok platform federasi yang berbagi protokol komunikasi.
Tidak seperti Twitter, Mastodon menyajikan posting dalam urutan kronologis, bukan berdasarkan algoritma. Platform itu juga tidak memiliki iklan. Bahkan Mastodon sebagian besar didanai oleh crowdfunding. Sebagian besar server didanai oleh orang-orang yang menggunakannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
GoTo Cetak Laba Beruntun Q2-2026, Fintech Resmi Jadi Mesin Uang Baru
-
KPK Sita Mobil Pajero Sport yang Dipakai Istri Kedua Suhardiman Amby
-
5 Cushion untuk Kulit Kering agar Makeup Tidak Crack, Hasil Dewy dan Glowing
-
Aceh Pacu Pemulihan Lahan Pertanian, Serapan Anggaran Tembus Rp231 Miliar
-
Duel Simbolik Kaesang di Dapil Neraka: Mampukah Efek Jokowi Runtuhkan Dominasi Puan dan PDIP?
-
WhatsApp Hadirkan Panggilan Langsung di Browser, Meta Perluas Inovasi Komunikasi Tanpa Aplikasi
-
Dukung Lingkungan Bersih, BRI Serahkan Bantuan Truk Sampah ke Kodam IX/Udayana
-
BPDP Ungkap 41% Industri Sawit Nasional Dikelola Rakyat Langsung, Serap 16,5 Juta Tenaga Kerja
-
Perkuat Ekosistem Mode Nasional, BTN Dorong Pertumbuhan Sektor Kreatif Lewat IFW 2026
-
Dari Ibu Penyayang ke Pembunuh Berdarah Dingin: Lindsay Clancy Habisi 3 Anak Kandung