Suara.com - Asisten suara digital telah berevolusi dan sekarang mereka dapat menangani begitu banyak tugas tingkat lanjut alih-alih hanya menjawab pertanyaan kamu tentang cuaca dan melakukan konversi kecil.
Dalam perbandingan asisten suara terbaru yang dilakukan oleh YouTuber MKBHD, Google Assistant keluar sebagai asisten suara terbaik, mengalahkan Siri dari Apple, Bixby dari Samsung, dan Alexa dari Amazon.
Ini adalah fakta yang tidak tersembunyi bahwa Asisten Google adalah asisten suara paling matang yang tersedia di luar sana, dalam hal akurasi dan fitur/fungsi secara keseluruhan.
Yah, itu seharusnya tidak mengejutkan, karena didukung oleh AI Google yang kuat dan semua data yang dikumpulkannya dari semua penggunanya, untuk memberikan pengalaman yang dipersonalisasi dengan lebih baik.
Lantas, apa yang menarik dari pengujian yang dilakukan MKBHD? Sebagai permulaan, semua asisten ini bagus untuk pertanyaan umum seperti cuaca, menyetel pengatur waktu, dan lain-lain.
Siri, karena alasan tertentu, tidak dapat menyetel lebih dari satu pengatur waktu, sesuatu yang dapat dilakukan Bixby dengan mudah.
Perbandingan menunjukkan Asisten Google dan Samsung Bixby memiliki "kontrol terbesar atas perangkat pengguna."
Ini termasuk kemampuan untuk berinteraksi dengan aplikasi, mengambil gambar, memulai rekaman suara, dan banyak lagi.
Dari semua pesaing, Amazon Alexa adalah yang berkinerja terburuk, berkat begitu banyak hal yang tidak berjalan sesuai keinginan.
Baca Juga: Cara Mematikan Google Assistant di Berbagai Perangkat
Pertama, Alexa tidak terintegrasi ke dalam ponsel cerdas Anda, jadi rasanya tidak sepersonal asisten suara lainnya.
Kedua, dan ini yang paling penting, akurasi Alexa yang buruk dalam menemukan fakta, ketidakmampuan untuk berinteraksi dengan aplikasi lain, dan model percakapan yang buruk membuatnya menjadi pengalaman yang di bawah rata-rata saat digunakan di ponsel.
Meski Google Assistant dinobatkan sebagai juara, itu semata-mata bergantung pada gadget apa yang digunakan.
Sebagaimana melansir laman Sammobile, Rabu (28/12/2011), ini dasarnya tergantung pada ekosistem tempat paling nyaman dan berinvestasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
OPPO Reno15 Series: Selfie Ultra Wide 0,6x, Baterai 7.000mAh untuk Aktivitas Anak Muda Tanpa Batas
-
Hobi Lari dan Pakai Smartwatch? Kaspersky Ungkap Bahaya Tersembunyi Pelacak Kebugaran
-
Garmin Venu X1 French Gray Resmi Meluncur di Indonesia, Smartwatch Tertipis 7,9 mm
-
Samsung Galaxy A07 5G Resmi Rilis di Indonesia: HP Rp2 Jutaan dengan Baterai 6000mAh dan Fitur AI
-
7 HP Layar Super AMOLED dengan Kamera Ultrawide Paling Murah, Spek Kelas Atas
-
Ini Cara Efektif Lindungi Remaja Saat Akses Instagram, Facebook, dan Messenger
-
Amazon dan AWS Libatkan Lebih dari 400 Siswi Kenalkan AI, Coding, dan Gaming
-
HP Satukan HyperX dan OMEN, Hadirkan Ekosistem Gaming Terpadu dan Luncurkan HyperX OMEN 15
-
Bangun Ekosistem, Bukan Sekadar Produk: Strategi Sukses Tembus Global
-
5 Rekomendasi HP RAM 16 GB Murah dan Kamera Bagus untuk Multitasking