Suara.com - Para ulama Pakistan dari Jamia Uloom-ul-Islamia resmi mengharamkan penggunaan TikTok. Ada sejumlah alasan yang membuat para ulama ini membuat fatwa TikTok haram.
Mereka menilai kalau konten TikTok bersifat permisif karena mengizinkan live streaming ke para perempuan dan dianggap tidak pantas. Hal itu disebut sebagai dosa karena mengincar ketenaran dan keuntungan finansial.
Fatwa tersebut juga mengutuk penggunaan musik, nyanyian, dan tarian dalam platform milik ByteDance itu. Ulama Pakistan ini ikut mengecam para kreator konten karena menyebarkan ketidaksenonohan dan humor yang tidak pantas di negara tersebut.
Tak hanya TikTok, para ulama Pakistan ini juga mengeluarkan fatwa haram untuk game PUBG. Mereka mengklaim kalau konten dalam permainan tersebut telah menghina Islam dan menganggap para pemainnya melakukan kekerasan.
Ini bukan kali pertama TikTok bermasalah di Pakistan. Pada Oktober 2020 hingga September 2021 lalu, pemerintah Pakistan resmi memblokir TikTok hingga empat kali karena khawatir banyak konten tidak bermoral.
Larangan itu kemudian dicabut pada November 2021 setelah TikTok meyakinkan regulator telekomunikasi Pakistan. Perusahaan asal China itu menegaskan kalau mereka bakal mengendalikan konten yang tidak bermoral dan tidak senonoh.
Mantan Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan juga pernah mengkritik TikTok di masa lalu. Ia menganggap aplikasi video pendek itu telah mempromosikan konten cabul dan dan vulgar.
Namun pada akhirnya dia juga menyerah dengan popularitas TikTok. Bahkan Imran memilih bergabung dengan platform tersebut pada bulan Juli.
Menariknya, hanya dalam waktu tiga hari, Imran Khan justru sukses memperoleh lima juta pengikut (followers) di TikTok, sebagaimana dikutip dari The Print, Minggu (24/12/2023).
Baca Juga: Cerita Pelaku UMKM yang Sumringah TikTok Shop Buka Lagi
Sejak diluncurkan pada tahun 2019, TikTok di Pakistan telah memiliki sekitar 20 juta pengguna aktif bulanan, yang merupakan 10 persen dari populasi negara tersebut.
Meskipun dianggap haram, para kreator di Pakistan justru mengkritik balik para ulama. Mereka menganggap kalau fatwa itu bias dengan isu-isu yang justru lebih genting di masyarakat.
"Jamia Binoria punya waktu untuk menyatakan TikTok haram tetapi tidak punya waktu untuk mengeluarkan fatwa terhadap pelaku pemerkosaan anak-anak di masjid, pemerkosaan wanita, dan membunuh mereka demi kehormatan. Mereka hanya menggunakan agama untuk keuntungan mereka sendiri, tidak lebih," kritik salah satu akun di X alias Twitter.
TikTok sendiri telah hadir di Pakistan sejak tahun 2019. Hingga saat ini jumlah pengguna TikTok di Pakistan sudah mencapai 20 juta pengguna aktif bulanan, yang merupakan 10 persen dari populasi negara tersebut.
Lalu per tahun 2023, TikTok sudah menghapus lebih dari 14 juta video di Pakistan.
Berita Terkait
-
Cerita Pelaku UMKM yang Sumringah TikTok Shop Buka Lagi
-
Berapa Durasi Maksimum Video di TikTok?
-
Review Lagu "The First Snow" EXO, Berisikan Pesan Kerinduan Kepada Mantan
-
Kemendag Ancam Cabut Izin Usaha TikTok Shop Jika Transaksi Masih di Aplikasi
-
Apakah Ada Notifikasi saat Mengambil Screenshot di TikTok?
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Cerita Warga Solo Hadapi Pajak Opsen hingga Kaget Uang Tak Cukup, FX Rudy: Mohon Dipertimbangkan!
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
Terkini
-
Operator Telekomunikasi Buka Suara Soal Aturan 1 NIK Maksimal 3 Nomor, Ini Dampaknya ke Pelanggan
-
Daftar Harga HP Honor Februari 2026, Berapa yang Paling Murah?
-
Mengapa YouTube Eror Hari Ini? Google Buka Suara, Sedang Lakukan Perbaikan
-
Desain Infinix Note 60 Ultra Bocor! Perpaduan iPhone 17 Pro dan Xiaomi 17 Pro Max, Kamera 200MP
-
YouTube Down Hari Ini: Ratusan Ribu Keluhan Masuk, Netizen Ribut 'Eror' di X
-
Kenapa HP 5G Lebih Mahal? Ternyata Ini 4 Rahasianya
-
Harga Nintendo Switch 2 Terancam Naik di 2026, Krisis RAM Akibat Ledakan AI Jadi Biang Keladi
-
Tak Penuhi Harapan, Server Call of Duty: Warzone Mobile Bakal Ditutup
-
52 Kode Redeem FF Terbaru 18 Februari 2026, Klaim Token dan Romance Bundle
-
Tablet Xiaomi Berapa Harganya? Intip 3 Rekomendasi Paling Murah untuk Multitasking