- Nintendo Switch 2 yang meluncur 2025 berpotensi mengalami kenaikan harga pada 2026 akibat krisis pasokan RAM global.
- Krisis pasokan DRAM dipicu investasi besar industri kecerdasan buatan (AI) oleh perusahaan teknologi besar dunia.
- Produsen seperti Nintendo kini harus bersaing mendapatkan sisa kapasitas memori, berbeda dengan peluncuran awal Switch 2.
Suara.com - Kabar kurang sedap datang bagi calon pembeli Nintendo Switch 2. Konsol generasi terbaru ini disebut-sebut berpotensi mengalami kenaikan harga pada 2026.
Bukan karena penjualannya lesu, melainkan akibat krisis pasokan RAM global yang dipicu ledakan investasi kecerdasan buatan (AI).
Mengutip laporan terbaru Bloomberg dilansir dari laman Gizmochina, Rabu (18/2/2026), Nintendo tengah mengkaji ulang strategi harga Switch 2 seiring melonjaknya biaya memori dunia.
Padahal, konsol yang meluncur pada 2025 itu dibanderol relatif kompetitif di kisaran 449,99 dolar AS atau sekitar Rp7,5 jutaan.
Ironisnya, potensi kenaikan harga ini sama sekali bukan karena minim peminat.
Switch 2 justru mencetak start impresif dengan penjualan lebih dari 17 juta unit yang melampaui performa Nintendo Switch generasi pertama di periode awal peluncuran.
RAM Jadi “Emas Baru” di Era AI
Akar masalahnya terletak pada RAM, khususnya DRAM, yang kini menjadi komoditas panas dalam perlombaan teknologi AI.
Raksasa teknologi seperti Meta, Microsoft, Alphabet, dan Amazon mengucurkan ratusan miliar dolar untuk membangun pusat data AI. Investasi itu menyerap akselerator Nvidia yang sarat memori berkapasitas besar.
Baca Juga: Game Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties Resmi Rilis ke Konsol dan PC
Sebagai gambaran, satu rak server AI dapat menghabiskan RAM setara ribuan smartphone.
Tak heran, permintaan memori meroket tajam hingga memicu fenomena yang oleh analis dijuluki “RAMmageddon”.
Bloomberg mencatat, harga salah satu jenis DRAM bahkan melonjak hingga 75 persen hanya dalam satu bulan.
Produsen Konsumen Kian Terjepit
Di sisi pasokan, produsen chip memori seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron kini lebih memprioritaskan memori bandwidth tinggi untuk kebutuhan AI.
Akibatnya, produsen elektronik konsumen, termasuk pembuat konsol game, harus berebut sisa kapasitas DRAM yang semakin terbatas.
Berita Terkait
-
Penjualan PS5 Tembus 84 Juta Unit, Ghost of Yotei Jadi Bintang Baru Sony
-
Nintendo Paparkan Capaian Anyar: Penjualan Game Tembus 6 Miliar Kopi, Switch Laris
-
Trailer Beredar, Sonic Racing CrossWorlds Siap Hadir ke Nintendo Switch 2
-
Setelah 30 Tahun, Game Arcade Tokyo Wars Meluncur di Konsol Modern
-
Laris Lampaui Konsol Lain, Nintendo Switch 2 Terjual 10 Juta Unit dalam 4 Bulan
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi