Suara.com - Xiaomi memamerkan logo baru HyperOS setelah beberapa waktu lalu mengumumkan kehadiran sistem operasi baru tersebut.
Logo HyperOS baru itu diumumkan secara resmi oleh CEO Xiaomi, Lei Jun melalui akun X (dulunya Twitter) resmi miliknya.
Dengan logo baru HyperOS, ini menandai lompatan signifikan dalam perjalanan Xiaomi.
Menurut Lei Jun, logo tersebut berupa titik-titik yang membentuk galaksi, melambangkan perpaduan sempurna antara ide dan koneksi di dunia digital.
Logo HyperOS itu mewakili bagaimana manusia dan perangkat dalam matriks HyperOS berinteraksi dan terhubung dengan mudah, mirip dengan bintang di kosmos.
Dengan kata lain, logo HyperOS baru memiliki makna yang melambangkan konektivitas digital tanpa batas.
"Saya bersemangat untuk berbagi dua pembaruan penting hari ini. Pertama, #XiaomiHyperOS resmi meluncurkan logo baru. Ini adalah galaksi titik-titik yang berputar-putar seperti ide dan koneksi di dunia digital kita. Orang-orang dan perangkat dalam dot matriks mengalir dengan bebas dan terhubung dengan mulus di dunia HyperOS kita, seperti bintang di alam semesta nyata," tulis Lei Jun, seperti dikutip pada Kamis (28/12/2023).
Bersamaan dengan pengumuman logo baru itu, Lei Jun juga memberikan pembaruan tentang ekosistem Xiaomi yang terhubung antara manusia, mobil, dan rumah.
Konsep Human x Car x Home dirancang untuk mendefinisikan kembali pengalaman pengguna. Dengan peluncuran Xiaomi EV dalam waktu dekat, Xiaomi siap melengkapi ekosistemnya, memastikan konektivitas tak tertandingi antara manusia, mobil, dan rumah.
Baca Juga: 3 Lockscreen HyperOS Baru yang Bakal Hadir di Xiaomi
Xiaomi EV sendiri adalah bagian dari ekosistem Human x Car x Home. Penambahan ini tak hanya sekadar mendefinisikan ulang mobilitas, tetapi juga mewakili integrasi berbagai aspek kehidupan melalui teknologi.
Pembaruan penting lainnya yang dibagikan oleh Lei Jun melibatkan Xiaomi HyperMind, pusat intelijen Xiaomi yang didukung AI. Pusat inovatif ini dirancang untuk beradaptasi dan belajar dari kebiasaan sehari-hari pengguna.
Ini menawarkan pengalaman pengguna yang lebih personal dan berkembang. HyperMind merupakan bukti dedikasi Xiaomi dalam menciptakan teknologi yang benar-benar memahami dan memenuhi kebutuhan penggunanya.
Lei Jun juga menyoroti perjalanan mengesankan Xiaomi selama 13 tahun, mengeksplorasi 12 sektor dan 99 subsektor. Eksplorasi ini melibatkan pembangunan kemitraan dengan pengembang, rantai pasokan, dan pakar manufaktur cerdas.
Kolaborasi tersebut sangat penting dalam menjadikan Xiaomi HyperOS sebagai sistem operasi yang lebih inklusif dan terbuka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
21 Kode Redeem FC Mobile 11 Januari 2026, Dapatkan Ribuan Gems hingga Pemain Legendaris
-
Daftar 28 Kode Redeem FF 11 Januari 2026, Cek Bocoran Event Ramadan Lost Treasure
-
7 HP Kamera AI Terbaik Harga Rp1 Jutaan, Foto Auto Jernih Tanpa Editing
-
4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
-
Spesifikasi Up Phone, HP Buatan Indonesia yang Desainnya Mirip iPhone
-
5 HP Rp2 Jutaan Kamera Terbaik 2026 untuk Konten Kreator
-
Cara Membuat Subtitle Otomatis di CapCut untuk Video TikTok dan Instagram
-
Apa Perbedaan iPad Air dari iPad Pro? Ini 5 Rekomendasi Terbaik
-
Daftar Harga iPhone Januari 2026, Benarkah Lebih Mahal?
-
5 HP Murah di Bawah Rp1 Juta yang Masih Layak Pakai di 2026