Suara.com - CEO PT XL Axiata, Dian Siswarini memandang pentingnya regulasi tentang layanan over the top (OTT) di Indonesia.
"Regulasi yes, diperlukan. Bukan untuk memberikan kita certain privilege, at least tuh level fair playing field," ujarnya kepada Suara.com, belum lama ini.
Dia pun menjabarkan alasan pentingnya regulasi terkait layanan OTT tersebut.
"Sebetulnya gini, kenapa regulasi diperlukan, karena harusnya ada fair share," kata Dian Siswarini.
Pasalnya, operator telekomunikasi yang ada di Indonesia diwajibkan membayar PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), spektrum, dan USO (universal service obligation).
"Sementara itu, mereka nggak bayar. Pajak aja belum tentu bener," tegasnya.
Hal tersebut yang menyebabkan pentingnya ada regulasi yang mengatur layanan OTT.
Namun, Presiden Direktur ini menyanggah jika regulasi layanan OTT itu disebut untuk menghadirkan hak istimewa buat para operator telekomunikasi Indonesia.
"Menurut saya, regulasi diperlukan (sebagai) fair playing field, bukan kita mau dikasih proteksi, tapi at least level fair playing field," ungkapnya.
Baca Juga: Bikin Nyaman Ibadah di Tanah Suci, Ada Paket Khusus Umroh Plus untuk Prabayar
Dian Siswarini memandang perlunya kesetaraan perlakuan, antara operator telekomunikasi dengan semua layanan OTT.
"Dikasih sama dong. Kalau kita disuruh bayar spektrum sekian banyak, masa kalau mereka (OTT) bisa bebas," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Layanan Home XL Axiata Capai 235 Ribu, Penetrasi di Level 75 Persen
-
XL Axiata Prediksi Peningkatan Trafik 10 Persen saat Pemilu 2024
-
Disuruh Kominfo, Indihome dan XL Siap Jual Paket Wifi Kecepatan Minimal 100 Mbps
-
Tancap Gas, XL SATU Fiber Kini Jangkau 86 Kota/Kabupaten
-
XL Axiata Luncurkan XL Poin, Banjir Hadiah
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
Terkini
-
61 Kode Redeem FF Terbaru Aktif 27 Januari: Klaim Diamond, Token Jujutsu, dan Emote Cursed
-
Reno Land di M Bloc Jadi Magnet Anak Muda, OPPO Reno15 Series Jadi Partner Hangout Generasi Aktif
-
5 HP Baru Siap Meluncur Minggu Ini: Ada HP Murah Oppo dan Redmi Turbo 5
-
5 Tipe HP Murah yang Tidak Cocok Buat Jangka Panjang, Cek Sebelum Beli!
-
Hindari Bocoran, GTA 6 Versi Fisik Diprediksi Alami Penundaan
-
Redmi Note 15 5G vs Infinix Note Edge: Mending HP Murah Layar Curved yang Mana?
-
Industri Ambil Peran Aktif Bangun SDM Vokasi Masa Depan
-
5 Rekomendasi Tablet yang Bisa Sambung ke Proyektor, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
4 HP Murah Snapragon di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking, Tidak Gampang Panas
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan