Suara.com - Virus dapat menembus pertahanan keamanan PC dan membahayakan komputer. Jika pengguna masih ragu untuk menggunakan antivirus untuk membersihkan virus, pengguna masih bisa menghapus virus tersebut dari PC tanpa menggunakan antivirus.
Namun sebelumnya, pengguna harus mengetahui tanda-tanda bahwa PC pengguna terinfeksi virus. Ada beberapa tanda yang biasanya terlihat ketika virus menginfeksi PC, seperti berikut ini:
- Kinerja komputer melambat dan memerlukan waktu lebih lama untuk memulai atau menjalankan program.
- Beberapa file telah diubah atau dihapus tanpa izin.
- Pengguna mungkin kehilangan akses ke beberapa atau seluruh file, terutama jika terjadi ransomware.
- Aplikasi mencurigakan muncul di desktop dan menu Start.
- Peramban melambat secara drastis.
- Shutdown dan restart sistem yang tidak terduga.
- CPU, RAM, dan hard drive yang bekerja terlalu keras.
- Program tiba-tiba tertutup.
- Membuka task manager membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya.
- Membuka tautan ke situs web tepercaya di browser akan mengarahkan ke halaman yang tidak pengguna kenali.
Cara memindai PC dari malware menggunakan Command Prompt
Sebelum menghapus virus apa pun dari komputer menggunakan Command Prompt, pindai sistem menggunakan alat yang sudah dimiliki, seperti utilitas pemindaian virus milik Windows Defender.
Sebagian besar virus akan bersembunyi di dalam file atau drive sistem, mengubah propertinya agar tetap tidak terdeteksi.
Jika pengguna tidak berhasil mendeteksi apa pun dengan perangkat lunak antivirus, kuti langkah-langkah di bawah ini untuk memindai malware menggunakan Command Prompt:
- Buka Command Prompt dengan hak administrator menggunakan bilah pencarian atau fungsi Run.
- Pengguna akan menerima konfirmasi untuk mengonfirmasi bahwa pengguna ingin menggunakan hak administrator pada PC.
- Klik Yes untuk melanjutkan.
- Jendela baris perintah akan terbuka. Ketik sfc /scannow dan tekan Enter untuk memulai pemindaian.
- Tergantung pada spesifikasi PC, proses ini mungkin memerlukan waktu. Tunggu hingga pemindaian selesai.
Windows juga akan mencoba memperbaiki file yang rusak saat pemindaian ini dilakukan. Dalam beberapa kasus, hal ini mungkin menyelesaikan masalah di PC. Namun jika tidak, pengguna mungkin harus mencari dan menghapus file virus dari drive.
Cari dan hapus virus dari drive menggunakan Attribute Command
Untuk menghapus virus dari drive atau partisi tertentu, gunakan perintah attrib. Perintah ini dapat digunakan untuk secara diam-diam membasmi semua file yang telah ditetapkan untuk penggunaan sistem atau disembunyikan.
Baca Juga: 3 Cara Jitu Menemukan Virus dan Malware yang Bersembunyi di Mac
Perintah ini sangat efektif pada drive USB, tempat virus suka bersembunyi di file tertentu yang dijalankan Windows secara otomatis.
- Untuk memulai, jalankan command prompt dengan hak administrator.
- Setelah command prompt terbuka, pilih drive dengan kemungkinan infeksi menggunakan hurufnya.
- Ini menjaga semua fungsi yang akan pengguna jalankan dalam satu partisi yang berfungsi. Jika pengguna berencana menjalankan perintah attrib pada drive utama, ubah ke folder root: cd C:\.
- Gunakan perintah attrib -s -h -r /s /d *.* untuk mulai menghapus semua file atribut sistem, tersembunyi, dan read-only. File yang diberi atribut ini oleh sistem operasi Windows tidak akan dihapus.
Jelajahi kembali drive menggunakan Windows File Explorer. Pengguna akan melihat file baru muncul yang sebelumnya disembunyikan. Penghapusan atribut read-only memastikan pengguna bebas menghapusnya sesuai keinginan.
Jika pengguna tidak yakin apakah file yang ditemukan dengan metode ini adalah virus, jalankan melalui situs seperti VirusTotal atau Polyswarm, hanya untuk mendapatkan konfirmasi lengkap.
Setelah pengguna menentukan bahwa file yang ditemukan adalah virus, hapus file tersebut dari sistem selamanya, kemudian nyalakan ulang Windows.
Itulah yang bisa pengguna lakukan untuk menghapus virus dari PC tanpa menggunakan antivirus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Skip iPhone X: Ini 5 iPhone Terlawas yang Masih Layak Dibeli 2026
-
7 HP Oppo RAM 8 GB dengan Kamera Bagus, Hasil Jernih Cocok Buat Eksis di Medsos
-
Update Anyar Roblox di PS5, Hadirkan Peningkatan Performa dan Fitur Baru
-
Penjualan iPhone Diprediksi Naik, hello Store Gelar Event Besar di 3 Kota
-
Makin Serius, Sony Umumkan Update Film Legend of Zelda dan Helldivers
-
Balik ke Industri Ponsel, HP Gaming Lenovo Legion Y70 2026 Rilis Bulan Depan
-
7 HP Realme dengan NFC Termurah 2026, Mulai Rp1 Jutaan buat Transaksi Digital
-
5 HP Baterai Jumbo Tahan Seharian, Gak Perlu Sering Ngecas!
-
Siap Rilis, Oppo Find X9s Usung Tombol Khusus dan Kamera Premium 50 MP
-
Tecno Spark 50 4G Rilis Global, HP Murah Mirip iPhone Ini Siap ke Indonesia