Suara.com - Xiaomi resmi menggulirkan update HyperOS ke ponsel lawas keluaran tahun 2021. Deretan ponsel lawas yang dimaksud yaitu Mi 11, Mi 11 Pro, dan Mi 11 Ultra.
Perlu diketahui, update ini hadir pertama kali untuk Mi 11 series di wilayah China. Meski begitu, pembaruan diharapkan meluncur ke wilayah internasional pada kuartal kedua 2024.
Update ini digulirkan usai perusahaan merilis pembaruan beta Xiaomi HyperOS untuk ponsel Mi 10 series. Sebagai catatan, update HyperOS terbaru untuk Mi 11 series ditujukan untuk “pengujian internal versi resmi”. Dengan kata lain, update masih beta dengan nomor versi 1.0.2.0.UKACNXM.
Mengingat ini bukan update HyperOS versi stabil, tidak semua pengguna Mi 11 mendapatkannya. Hanya para pendaftar beta tester saja yang memperoleh update tersebut. Untuk memeriksa apakah update versi update sudah tersedia, kalian perlu pergi menu Setting > About > Software Update > klik Check for Update.
Jika Anda mendapatkan notifikasi pembaruan Xiaomi HyperOS, pastikan ponsel Mi 11 Anda memiliki ruang kosong. Ini karena catatan pembaruan menyebutkan bahwa ukuran unduhannya adalah 5,3 GB.
Selain itu, jangan mulai memperbarui jika daya ponsel cerdas Anda tidak tersisa setidaknya 50 persen. Apabila ponsel mati selama pembaruan, perangkat Anda mungkin rusak atau data mengalami kerusakan.
Dikutip dari Notebookcheck, update HyperOS untuk HP Xiaomi Mi 11 turut menyertakan fitur HyperConnect. Ini adalah kerangka kerja interkonektivitas, yang memungkinkan perangkat "berkolaborasi secara real-time". Pembaruan ini juga menggandakan keamanan, menghadirkan perombakan UI, dan memperkenalkan banyak fitur baru.
Menurut informasi dari laman resmi Xiaomi, HyperOS mendukung lebih dari 200 platform prosesor dan lebih dari 20 sistem file standar, mencakup ratusan jenis perangkat dan ribuan SKU.
Hal ini memungkinkan konfigurasi, pengoperasian, dan penerapan yang fleksibel sesuai dengan kebutuhan perangkat keras. Kisaran ukuran RAM perangkat yang kompatibel mulai dari 64KB hingga 24 GB. HyperOS diklaim sangat ringan karena hanya berukuran 8,75 GB di HP Xiaomi.
Baca Juga: Fitur Kamera Xiaomi Mix Fold 4 Terungkap, Mirip Flagship Samsung
Sistem operasi internal tersebut menawarkan kemampuan penjadwalan canggih yang dapat memerintahkan perangkat keras dan tugas secara akurat dalam skenario beragam serta kompleks.
Hal ini dicapai melalui cara teknis seperti penyesuaian prioritas thread dinamis dan evaluasi siklus tugas dinamis, sehingga menghasilkan kinerja optimal dan efisiensi daya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kolom Komentar Instagram Dipenuhi Spam Judi Online, Pakar Siber Minta Platform Bertindak Tegas
-
OPPO Find X9s vs iPhone 17 Pro: Saat Flagship Compact Paling Affordable Menantang iPhone
-
TikTok Buka Suara soal Isu PHK Tokopedia, Benarkan Restrukturisasi Divisi R&D
-
Marvel Blade Batal, Microsoft Dirumorkan PHK Ribuan Karyawan Xbox
-
Update Harga iPhone Juli 2026, Seri Apa Saja yang Naik?
-
Resmi Rilis, Booster Pack Ancaman Bayangan Bawa Strategi Baru Pokemon TCG
-
Gigabyte Resmi Rilis AORUS GeForce RTX 5080 INFINITY dan INFINITY WOOD, Punya Desain Premium
-
7 Rekomendasi HP Murah Rp 1 Jutaan, Solusi Produktivitas Basic hingga Driver Ojek Online
-
GrabUnlimited Gandeng NPD, Member Kini Bisa Nikmati Pengalaman Eksklusif di Luar Diskon
-
ITSEC Asia Investasi AI Rp11 Miliar, Bidik Pertumbuhan Bisnis Software hingga 2031