Suara.com - Pagar laut yang terbuat dari bambu sepanjang 30,16 kilometer di pesisir utara Tangerang, Banten, belakangan telah menjadi perhatian netizen di dunia maya. Setelah kasus tersebut viral diperbincangkan, pemerintah resmi membongkar pagar laut misterius tersebut.
Sebagaimana diketahui, pembongkaran dilakukan oleh jajaran TNI AL Bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan nelayan setempat.
Media sosial kini dihebohkan dengan penampakan jumlah bambu yang telah dicabut dan diangkut, salah satunya dibagikan oleh akun X @Yurissa_Samosir dalam bentuk video singkat.
Terekam tumpukan bambu Panjang yang disusun rapi di atas sebuah kapal pengangkut. Di atasnya, terlihat beberapa orang yang duduk di pinggiran kapal.
"Itu hasil kemarin, kita cabut pagar laut. Pagar lautnya itu terbuat dari bambu. Bambu ditanam, tapi terstuktur. Jadi ditanamnya seperti pagar, dengan jarak setengah meter tapi ada dua layer. Kalau kita lihat dari laut, nggak kelihatan. Kalau kita ke tepi, baru kelihatan," ucap suara lelaki yang merekam video tersebut.
Tumpukan bambu yang digunakan untuk membuat pagar laut tersebut menuai kritik dari warganet. Pemilik akun pun menyinggung kembali keluhan nelayan yang mengaku sulit mencari ikan karena pagar laut tersebut.
"Inilah hasil pencabutan pagar laut bersama TNI AL. Wow banyak sekali bambu-bambu yang sudah dicabut, pantesan aja nelayan susah melaut dan harus memutar jauh gegara bambu ini," tulis pemilik akun.
Unggahan tersebut menuai beragam tanggapan dari pengguna X lainnya. Beberapa menyebut bahwa bambu tersebut harus disimpan dengan baik sebagai barang bukti, sementara lainnya meminta agar dikembalikan ke Aguan.
Baru-baru ini, perusahaan milik konglomerat Sugianto Kusuma alias Aguan, yaitu Agung Sedayu Group mengaku bahwa anak perusahaannya memiliki Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) di wilayah pagar laut di Tangerang.
Baca Juga: Boyamin Laporkan 2 Eks Menteri ke KPK soal Skandal Pagar Laut, Nusron Wahid Senang: Terima Kasih
"Semoga nggak percuma ya cabut bambu aja, karena ada yang lebih penting yaitu surat kepemilikannya," cuit @anak*****
"Barang bukti tuh, jangan sampai hilang," komentar @dos**_****
"Balikin ke rumah Aguan," tambah @wah**_********
"Bambu sepanjang 30,16 km sebanyak itu bisa digunakan sebagai rakit sungai dan membuat kerajinan industry bambu seperti angklung dll," timpal @sum*****
"Harusnya Kementerian ATR/BPN dan kepolisian segera mengusut pemilik pagar laut dan usut pemilik SHGB. Sebab di lapangan TNI AL dan warga nelayan sudah bergerak membongkar pagar laut," sahut @_aji_******_
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
5 HP Baterai Jumbo Tahan Seharian, Gak Perlu Sering Ngecas!
-
Siap Rilis, Oppo Find X9s Usung Tombol Khusus dan Kamera Premium 50 MP
-
Tecno Spark 50 4G Rilis Global, HP Murah Mirip iPhone Ini Siap ke Indonesia
-
Kritik Manajer Riot Games ke IGRS: Keamanan Rentan, SDM Komdigi Sedikit dan Tak Memadai
-
LG Pamer Teknologi Zero Labour di InnoFest 2026, Rumah Pintar Serba Otomatis
-
5 HP Honor 5G Terbaru, Spek Ideal Buat Multistasking Berat dan Produktivitas
-
7 HP POCO RAM 8 GB Kamera Bagus Super Jernih, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
4 Rekomendasi HP OPPO dengan NFC Termurah, Performa Kencang dan Tahan Banting
-
Penemuan Fosil Kupu-Kupu Berusia 34 Juta Tahun di Prancis, Kondisi Masih Utuh
-
Jadwal Asteroid Apophis atau 'Dewa Kematian' Melintas Dekat Bumi