Suara.com - Pecinta kucing mungkin sering bertanya-tanya apakah kucing berkomunikasi dengan ekornya? Apakah gerakan ekor kucing memberikan pertanda khusus?
Anda mungkin telah memperhatikan bahwa ekor kucing sering bergerak dengan berbagai cara, mulai dari bergetar dalam posisi tegak, hingga bergoyang dari satu sisi ke sisi lain, hingga ditekan dekat ke tanah.
Penelitian yang umum menyebutkan jika kucing menggunakan ekornya untuk menjaga keseimbangan dan mengendalikan gerakannya.
Tapi belakangan muncul rumor yang mengatakan jika ekor kucing bergerak bukan hanya untuk menjaga kesimbangan melainkan juga bagian dari komunikasinya.
Dengan kata lain, pergerakan ekor kucing sangat dipengaruhi oleh pikirannya. Namun benarkah demikian? Dirangkum Suara.com dari Live Science, berikut ini penjelasannya.
Apakah kucing berkomunikasi dengan ekornya?
Jawabannya adalah IYA. Para ahli perilaku kucing sepakat bahwa kucing menggunakan ekornya sebagai bagian dari sistem bahasa tubuh yang lebih luas untuk mengomunikasikan berbagai emosi.
Menurut penelitian yang dipublikasikan di Irish Veterinary Journal, kucing mengandalkan mata, telinga, tubuh, dan ekornya untuk mengekspresikan rasa takut, marah, gembira, puas, dan ingin tahu.
Ekor kucing sendiri sangat fleksibel, berkat anatominya yang unik. Ekor kucing terdiri dari 18 hingga 23 tulang kecil, yang dikenal sebagai vertebra kaudal, yang saling terkait seperti rantai, yang memungkinkan ekornya bergerak ke berbagai arah.
Baca Juga: Merinding? Ini Penjelasan Ilmiah Kenapa Kamu Merasa Melihat Hantu
Saat kucing mengalami emosi, otaknya mengirimkan sinyal ke otot-otot di ekor melalui saraf pudendal, atau saraf yang menghubungkan otot-otot ekor ke sistem saraf pusat.
"Komunikasi ini terjadi hampir seketika, yang memungkinkan kucing menggerakkan ekornya dengan kecepatan dan ketepatan kilat," kata Reda Mohamed, dosen anatomi hewan di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Negeri Washington, seperti dilansir dari Live Science.
Arti ekor kucing
Secara umum, ekor yang mengarah ke atas menandakan bahwa kucing tersebut bersahabat dan welcome terhadap kehadiran seseorang, kata Mikel Delgado, ahli perilaku hewan di Universitas Purdue di Indiana.
Namun, ekor yang mengarah ke atas tidak universal. Sebuah studi doktoral tentang komunikasi pada kucing peliharaan dan kucing liar menemukan perbedaan di antara keduanya.
Disebutkan, meskipun kucing liar menunjukkan banyak perilaku sosial yang sama seperti kucing peliharaan, tapi mereka tidak menggunakan sinyal "ekor ke atas" yang biasa terlihat pada kucing peliharaan selama interaksi yang bersahabat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
-
Redmi 15A 5G Usung Baterai Jumbo, HP Murah Rp2 Jutaan Ini Dapat Update hingga 2032
-
Wamenkomdigi: Jaringan 5G Bakauheni Tetap Andal Saat Arus Balik Lebaran 2026
-
Tecno Spark 50 5G Resmi Dirilis, Baterai 6.500mAh, Desain Ala Pixel, dan Dimensity 6400
-
HP Android Bisa Bertahan Berapa Tahun? Ini 5 Pilihan yang Terbukti Awet
-
Cara Memilih AC yang Nyaman Dipakai Sehari-hari, Bukan Sekadar Dingin
-
PP Tunas Berlaku, Pemerintah Ancam Sanksi Platform Digital yang Tak Patuh
-
DJI Avata 360 Resmi Meluncur: Drone 8K 360 dengan FPV Imersif dan Jangkauan 20 Km
-
6 HP Gaming Murah Maret 2026, Mulai Rp2 Jutaan
-
Amartha Luncurkan Platform Donasi Digital Empower, Dorong Ekonomi Desa dan UMKM