Salah satu keunggulan utama Aurora adalah kemampuannya dalam kecerdasan buatan (AI), pemodelan, simulasi, dan analisis ilmiah. Dengan potensi daya komputasi mencapai 2 exaFLOPS, Aurora menjadi alat penting dalam penelitian proyeksi iklim, penyimpanan energi, ilmu material, hingga eksplorasi energi fusi nuklir.
Menurut para ilmuwan, Aurora diharapkan dapat membantu mengungkap rahasia energi fusi skala besar yang dapat menjadi sumber energi masa depan.
4. Eagle: Superkomputer Berbasis Cloud dari Microsoft
Lokasi: Microsoft Azure (Cloud/Terdistribusi)
Performa: 561 petaFLOPS (0,56 exaFLOPS)
Komponen: CPU Intel Xeon Platinum 8480C 48C + GPU Nvidia H100
Online sejak: Agustus 2023
Tidak seperti superkomputer lainnya yang berbasis di laboratorium fisik, Eagle adalah superkomputer berbasis cloud milik Microsoft yang dapat diakses melalui platform Microsoft Azure. Dengan sistem terdistribusi, jaringan komputer ini secara kolektif memiliki daya yang cukup untuk menjadi superkomputer tercepat ketiga di dunia.
Keunggulan utamanya adalah aksesibilitas—siapa pun yang membutuhkan daya komputasi super tinggi bisa menggunakannya, selama bersedia membayar.
5. HPC6: Superkomputer Industri Terkuat di Eropa
Lokasi: Green Data Center Eni, Ferrera Erbognone, Italia
Performa: 477,9 petaFLOPS
Komponen: CPU AMD EPYC 64-core Generasi ke-3 + GPU AMD Instinct MI250X
Online sejak: November 2024
Dikembangkan oleh perusahaan energi Italia Eni, HPC6 adalah superkomputer industri pertama dan yang paling kuat di Eropa. Mesin ini dirancang untuk mendukung penelitian dalam dekarbonisasi, efisiensi energi, dan teknologi ramah lingkungan.
Baca Juga: Pelanggan Ritel 2025: Dilayani AI, Lebih Personal, Lebih Cepat!
HPC6 memiliki sistem pendingin cair inovatif yang dapat menghilangkan 96% panas yang dihasilkan. Superkomputer ini juga membantu dalam penelitian penyimpanan karbon dioksida, pengembangan baterai berteknologi tinggi, serta optimalisasi biofuel dan material biokimia.
6. Fugaku: Mantan Raja Superkomputer dari Jepang
Lokasi: Riken Center for Computational Science, Kobe, Jepang
Performa: 442 petaFLOPS (0,44 exaFLOPS)
Komponen: CPU A64FX
Online sejak: Juni 2020
Pada tahun 2020-2022, Fugaku adalah superkomputer tercepat di dunia sebelum akhirnya tergeser oleh Frontier dan El Capitan. Namanya diambil dari Gunung Fuji, gunung berapi legendaris di Jepang.
Fugaku telah digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, termasuk membantu penelitian COVID-19 dengan menganalisis efektivitas masker dalam menangkal droplet pernapasan. Saat ini, Fugaku sedang melatih model bahasa besar AI Jepang, mirip dengan ChatGPT.
7. Alps: Superkomputer Swiss untuk Sains Modern
Lokasi: Pusat Superkomputer Nasional Swiss (CSCS), Lugano, Swiss
Performa: 270 petaFLOPS
Komponen: Prosesor Nvidia GH200 Grace Hopper
Online sejak: September 2024
Alps adalah superkomputer terbaru dari Swiss yang dirancang untuk menangani pemrosesan data dalam jumlah besar. Mesin ini menggantikan superkomputer sebelumnya, Piz Daint, dan terbuka untuk digunakan oleh para peneliti di seluruh dunia.
Beberapa bagian daya komputasi Alps dialokasikan untuk proyek-proyek khusus, seperti:
1. MeteoSwiss, untuk prakiraan cuaca dan klimatologi Swiss.
2. AI & Machine Learning, untuk berbagai proyek pembelajaran mesin.
3. Penelitian energi, termasuk kolaborasi dengan pusat data di Italia dan Swiss.
8. LUMI: Superkomputer Ramah Lingkungan dari Finlandia
Lokasi: Pusat Data CSC, Kajaani, Finlandia
Performa: 380 petaFLOPS (0,38 exaFLOPS)
Komponen: CPU AMD EPYC 64-core Generasi ke-3 + GPU AMD Instinct MI250X
Online sejak: Juni 2021
LUMI pernah menjadi superkomputer tercepat di Eropa dan kini berada di peringkat kedelapan dunia. Keunggulannya terletak pada penggunaan energi hijau, di mana seluruh daya yang digunakan berasal dari 100% energi hidroelektrik terbarukan.
Bahkan, panas yang dihasilkan dari sistemnya digunakan untuk menghangatkan gedung-gedung di sekitarnya, menjadikannya salah satu superkomputer paling ramah lingkungan. LUMI juga digunakan sebagai mitra dalam pengembangan komputasi kuantum, bekerja sama dengan dua komputer kuantum Finlandia: QAL 9000 dan Helmi.
9. Leonardo: Superkomputer Andalan Italia
Lokasi: Pusat Data CINECA, Bologna, Italia
Performa: 239 petaFLOPS (0,23 exaFLOPS)
Komponen: CPU Intel Xeon Platinum 8358 32-core + GPU Nvidia A100
Online sejak: November 2022
Sebagai bagian dari program superkomputer EuroHPC Uni Eropa, Leonardo menjadi superkomputer tercepat kedua di Eropa setelah HPC6. Sistem ini dioperasikan oleh CINECA, sebuah konsorsium yang terdiri dari universitas, pusat penelitian publik, dan lembaga pemerintah Italia.
Leonardo dirancang dengan arsitektur modular yang menggabungkan tiga modul utama, menjadikannya salah satu sistem paling fleksibel dan efisien dalam pemrosesan data besar.
Pada Mei 2023, Leonardo memasuki fase praproduksi, di mana sebanyak 80 proyek penelitian diajukan dan 13 proyek terpilih untuk diuji coba. Kemudian, pada Agustus 2023, Leonardo mulai beroperasi penuh, memberikan daya komputasi besar untuk berbagai bidang riset, termasuk kecerdasan buatan, simulasi cuaca ekstrem, dan penelitian farmasi.
Kontributor : Pasha Aiga Wilkins
Berita Terkait
-
Pelanggan Ritel 2025: Dilayani AI, Lebih Personal, Lebih Cepat!
-
Android 16 Hadirkan Pengalaman Komputer di Tablet Xiaomi, Ini Bocorannya!
-
Google Klaim Temukan Bukti Multisemesta Melalui Teknologi Chip Kuantum "Willow"
-
Bos IBM Bocorkan Lima Tren AI pada 2025
-
Gelar Demo Teknologi, NVIDIA Tingkatkan Kapasitas Digital Mahasiswa di Bidang Generative AI
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Cari HP Midrange selain Xiaomi 17T? Ini 3 Pilihan yang Tak Kalah Mantap
-
Lenovo Idea Tab Pro Gen 2 Dirilis, Tablet AI Snapdragon 8s Gen 4 dengan WPS Office PC Level
-
nubia dan REDMAGIC Resmi Luncurkan HP Gaming Terbaru, Hadirkan Teknologi Dual Cooling
-
HP OPPO Termurah Tipe Apa? Ini 3 Rekomendasi Terbaik sesuai Review Pengguna
-
Bukan Paket Data Biasa, Telkomsel Rancang Internet Khusus untuk Kurir SiCepat
-
Bukan Paket Data Biasa, Telkomsel Rancang Internet Khusus untuk Kurir SiCepat
-
Cara Edit Foto ala Cover Album 'Teh Hijau' Tulus di Canva, Bikin Konten Viral yang Estetik
-
Rahasia Sukses Transformasi AI di Perusahaan, Bukan Dimulai dari Teknologinya
-
Daftar Harga MacBook Juli 2026 Meroket Akibat Krisis RAM Global, Tak Ada Lagi yang Rp 10 Jutaan
-
4 Rekomendasi Walkie Talkie Jarak Jauh Murah Berdasarkan Review Pembeli