Codex dibangun berdasarkan kemampuan pendahulunya, GPT-3, dan secara khusus disesuaikan untuk memahami dan menghasilkan kode, menjadikannya alat yang berharga untuk pengembangan perangkat lunak.
Model Codex telah dilatih pada kumpulan data beragam yang mencakup kode pemrograman publik dari berbagai repositori.
Pelatihan ini memungkinkannya untuk memahami pola umum, sintaksis, dan praktik terbaik dalam berbagai bahasa pemrograman seperti Python, JavaScript, Java, dan banyak lainnya.
Misalnya, jika pengembang mengetik komentar seperti "fungsi untuk mengurutkan array", Codex dapat secara otomatis menghasilkan fungsi pengurutan yang relevan dalam bahasa pemrograman yang dipilih, menghemat waktu dan mengurangi kemungkinan kesalahan.
2. GitHub Copilot
GitHub Copilot adalah alat AI generatif yang berfungsi sebagai asisten pengodean untuk membantu Anda menulis kode lebih cepat dan banyak lagi.
Salah satu keuntungan utama Copilot adalah ia mengambil konteks dari lingkungan pengodean, tab terbuka, dan proyek GitHub Anda (termasuk permintaan tarik, masalah, diskusi, dan basis kode).
Misalnya, Anda dapat meminta Copilot Chat untuk memberikan ringkasan kode dalam repositori tertentu atau menjelaskan cara kerja bagian kode dalam aplikasi Anda.
Dalam kedua kasus, ia akan memberikan jawaban dengan pengetahuan kontekstual tentang proyek Anda. Anda juga dapat meminta Copilot untuk membantu mendokumentasikan, men-debug, dan memfaktorkan ulang kode, tanpa perlu beralih konteks atau menyalin bagian kode yang besar ke aplikasi lain.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Aplikasi Edit Video Teknologi AI Indonesia, Saatnya Berkreasi dan Berinovasi
GitHub Copilot tersedia untuk digunakan siapa saja dengan GitHub Copilot Free.
Jika Anda menginginkan kemampuan Copilot yang lebih canggih, kami juga menawarkan tingkatan Pro, Business, dan Enterprise. Dengan opsi ini, Anda dapat memilih solusi yang paling sesuai untuk Anda. Sebagai referensi, kami telah menyertakan bagian tentang tingkatan akses yang berbeda.
3. ChatGPT
Chat GPT adalah program kecerdasan buatan yang menghasilkan dialog.
Dibuat oleh Open AI, chatbot berkemampuan tinggi ini menggunakan algoritma pembelajaran mesin untuk memproses dan menganalisis sejumlah besar data guna menghasilkan respons terhadap pertanyaan pengguna.
Program pemrosesan bahasa ini mampu memahami bahasa manusia saat diucapkan dan ditulis, sehingga dapat memahami informasi yang diberikan, dan apa yang harus dilontarkan kembali.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
35 Prompt AI Siap Pakai untuk Bikin Poster Iduladha 2026 yang Estetik dan Menarik
-
6 HP Murah Paling Laris 2026 di Indonesia: Baterai Jumbo, Layar Lega
-
5 HP Rp3 Jutaan Terbaik Keluaran 2026, Spesifikasi Gahar untuk Multitasking dan Hiburan
-
15 HP Samsung Terbaru 2026, Mulai Rp1 Jutaan hingga Midrange
-
22 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 25 Mei 2026: Bocor Exchange UTOTS dan Klaim Koin Jutaan
-
39 Kode Redeem FF Terbaru 25 Mei 2026: Ada Spesial FFWS Berhadiah, MP40 Cobra Cuma-cuma
-
Paris Jadi Tuan Rumah Esports World Cup 2026
-
5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
-
Update Harga Samsung Galaxy S Series Terbaru, Mana Flagship Paling Worth It?
-
Terpopuler: Harga Flagship Xiaomi, 4 HP Terbaru Rp2 Jutaan Spek Kamera dan Baterai Mantap