Suara.com - Pendiri Telegram, Pavel Durov baru saja mengumumkan surat wasiat berisi harta warisan untuk anak-anaknya. Ia berencana memberikan lebih dari 100 anak 'kandungnya' harta sebesar 13,9 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 228 triliun.
Durov sebenarnya hanya memiliki enam anak kandung dari tiga pasangan berbeda. Namun ia mengakui sudah berkontribusi ke sebuah klinik sperma dan melahirkan lebih dari 100 bayi di 12 negara, selama 15 tahun.
Dalam wawancara dengan media Perancis, Durov mengaku kalau dirinya akan memberikan harta warisan itu secara adil ke lebih dari 100 anaknya. Sebab CEO Telegram ini tak ingin mereka berselisih soal warisan tersebut.
"Saya baru saja menulis surat wasiat saya. Saya tidak membeda-bedakan anak-anak saya, ada yang dikandung secara alami dan ada yang berasal dari sumbangan sperma saya," kata Durov kepada media Prancis Le Point.
"Mereka semua adalah anak-anak saya dan akan memiliki hak yang sama. Saya tidak ingin mereka saling mencabik setelah kematian saya," ungkapnya, dikutip dari Fortune, Minggu (22/6/2025).
Artinya, sekitar 106 anak Pavel Durov ini bakal memperoleh harta warisan masing-masing sebesar 132 juta Dolar AS atau sekitar Rp 2,1 triliun.
Hanya saja anak-anak Durov ini harus menunggu hingga puluhan tahun sebelum menjadi miliarder berkat warisannya.
“Saya memutuskan bahwa anak-anak saya tidak akan memiliki akses ke kekayaan saya hingga jangka waktu 30 tahun berlalu, mulai dari hari ini,” lanjut Durov.
Dirinya juga menginginkan agar anak-anak ini bekerja keras lebih dulu agar tidak bergantung pada harta yang diwariskan.
Baca Juga: Rayakan Hari Jamu Nasional, Ini Cara Baru Nikmati Warisan Leluhur di Era Serba Digital
“Saya ingin mereka hidup seperti orang normal, membangun diri mereka sendiri, belajar untuk percaya pada diri mereka sendiri, mampu berkarya, tidak bergantung pada rekening bank," papar dia.
Pavel Durov diperkirakan memiliki harta kekayaan sebesar 13,9 miliar Dolar AS, menurut data Bloomberg. Namun dirinya menepis angka tersebut karena dianggap terlalu teoritis.
Hanya saja Durov juga enggan mengatakan berapa jumlah harta pasti yang dia miliki sekarang. Dirinya hanya mengakui kalau kekayaannya berasal dari investasi yang sudah dilakukan sejak 2013.
"Sebab saya tidak menjual Telegram, itu bukan masalah. Saya tidak punya uang sebanyak itu di rekening bank. Aset likuid saya jauh lebih rendah, dan itu tidak berasal dari Telegram. Itu berasal dari investasi saya di bitcoin pada tahun 2013," beber Durov.
Saat ditanya apa alasan Durov menulis surat wasiatnya sekarang, dirinya mengakui kalau pekerjaannya ini memiliki risiko tinggi. Lebih lagi dirinya adalah satu-satunya pemegang saham Telegram.
“Pekerjaan saya mengandung risiko, mempertahankan kebebasan akan mendatangkan banyak musuh, termasuk di dalam negara-negara yang kuat. Saya ingin melindungi anak-anak saya, tetapi juga perusahaan yang saya buat, Telegram. Saya ingin Telegram selamanya tetap setia pada nilai-nilai yang saya bela," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Rayakan Hari Jamu Nasional, Ini Cara Baru Nikmati Warisan Leluhur di Era Serba Digital
-
Menyusuri Sri Lanka, Saat Konservasi Satwa dan Ekowisata Tropis Berjalan Beriringan
-
Menjaga Warisan Budaya lewat Perlindungan Kekayaan Intelektual
-
Apakah Anak Adopsi Berhak Mendapatkan Warisan? Ini Kata Hukum Islam, Adat dan UU
-
Madu + Kunyit: Rahasia Dokter Sembuhkan GERD dan Tukak Lambung Secara Alami
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna
-
Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas
-
Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI
-
KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya
-
Lanud Seluruh Indonesia Bakal jadi Posko Gempa NTT, Hercules Siap Angkut Bantuan
-
Kisah BGS: Merdeka dari Balik Jeruji, Bawa 'Ilmu' Ternak Ayam dari Penjara untuk Mulai Hidup Baru
-
Diskon di Miniso Karawaci Khusus HUT RI ke-81 dari BRI, Ini Cara Klaimnya
-
Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri
-
Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga
-
Tagih Pesangon dan THR, Eks Karyawan PT Sritex Upacara Bendera di Depan Pabrik