Suara.com - Belakangan ini, jagat maya Indonesia dihebohkan oleh peredaran link yang mengatasnamakan video viral "Andini Permata".
Banyak pengguna media sosial yang penasaran dibuatnya, namun di balik judul yang sensasional tersebut, tersembunyi ancaman serius. Alih-alih mendapatkan video yang dicari, pengguna justru diarahkan ke situs-situs berbahaya yang dirancang untuk menyuntikkan malware ke perangkat mereka, baik itu smartphone Android maupun iPhone.
Malware, atau perangkat lunak berbahaya, dirancang untuk menyusup dan merusak sistem, mencuri data pribadi, hingga mengambil alih fungsi perangkat tanpa disadari oleh pemiliknya.
Jika Anda merasa telah menjadi salah satu korban yang terjebak mengklik link tersebut, jangan panik. Ada beberapa langkah sistematis yang bisa dilakukan untuk membersihkan dan memulihkan ponsel Anda dari serangan malware.
Kenali Tanda-tanda Ponsel Anda Terinfeksi Malware
Langkah pertama adalah mengidentifikasi apakah perangkat Anda benar-benar telah terinfeksi. Beberapa gejala umum yang muncul saat ponsel disusupi malware antara lain kinerja yang tiba-tiba melambat drastis, sering macet (hang), atau mengalami crash.
Tanda lainnya adalah baterai yang terkuras jauh lebih cepat dari biasanya meskipun pola penggunaan tidak berubah, serta kuota data internet yang membengkak secara tidak wajar.
Waspadai juga kemunculan iklan pop-up yang agresif dan tidak relevan, serta adanya aplikasi-aplikasi asing yang terpasang di perangkat Anda tanpa pernah Anda unduh sebelumnya.
Langkah Pertolongan Pertama: Putuskan Koneksi dan Masuk ke Mode Aman
Baca Juga: Akun Palsu Mengatasnamakan Andini Permata Bermunculan, Ini Daftar yang Harus Kamu Hindari
Saat Anda curiga ponsel terinfeksi, segera putuskan semua koneksi internet, baik melalui data seluler maupun Wi-Fi. Langkah ini bertujuan untuk menghentikan malware berkomunikasi dengan server pusatnya, mencegah pencurian data lebih lanjut, atau mengunduh muatan berbahaya lainnya.
Setelah itu, langkah krusial berikutnya adalah me-restart ponsel Anda ke dalam "Mode Aman" atau Safe Mode. Mode Aman adalah kondisi diagnostik di mana sistem operasi hanya akan memuat aplikasi-aplikasi inti bawaan pabrik.
Aplikasi pihak ketiga, termasuk malware yang baru terpasang, tidak akan dijalankan. Ini memberi Anda lingkungan yang bersih untuk mengidentifikasi dan menghapus aplikasi penyebab masalah.
Cara masuk ke Mode Aman pada umumnya adalah dengan menekan dan menahan tombol power, lalu saat opsi power off muncul, tekan dan tahan ikon "Power Off" tersebut hingga muncul prompt untuk "Reboot to Safe Mode".
Eksekusi: Hapus Aplikasi Berbahaya di Mode Aman
Setelah berhasil masuk ke Mode Aman, navigasikan ke menu "Pengaturan" atau "Settings" di ponsel Anda.
Berita Terkait
-
Waspada Malware Rokarolla: Trojan Android yang Kuras Rekening hingga Kendalikan Perangkat
-
Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban
-
Kaspersky Ungkap 234 Ribu Serangan Password Stealer Ancam Perusahaan di Indonesia
-
Waspada! Malware Android Menyamar Aplikasi Starlink, Bisa Curi Data dan Tambang Kripto Diam-Diam
-
40 Juta Serangan Siber Hantam Indonesia di 2025, Kaspersky Ungkap Ancaman dari USB hingga Laptop
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
KPK Ungkap Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Tak Hanya Terjadi di Unsoed
-
KPK Ungkap Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Tak Hanya Terjadi di Unsoed
-
Rumah Layak Huni Dibangun di Bogor untuk Keluarga Berpenghasilan Rendah
-
Punya Rencana Keuangan Bikin Percaya Diri Melonjak Jadi 86 Persen
-
Aturan Devisa Ekspor Resmi Dilonggarkan, Pengusaha Tambang Dapat Angin Segar!
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat