Cari bagian "Aplikasi" atau "Manajemen Aplikasi" untuk melihat daftar semua aplikasi yang terpasang. Periksa daftar ini dengan saksama. Cari aplikasi yang tidak Anda kenali, aplikasi yang Anda curigai baru terpasang berdekatan dengan waktu Anda mengklik link berbahaya, atau aplikasi dengan nama yang aneh.
Jika Anda menemukan aplikasi yang mencurigakan, klik aplikasi tersebut lalu pilih opsi "Copot Pemasangan" atau "Uninstall".
Dalam beberapa kasus, tombol uninstall mungkin tidak aktif. Ini biasanya terjadi karena malware memberikan dirinya sendiri hak administrator perangkat. Jika ini terjadi, Anda perlu pergi ke "Pengaturan" kemudian "Keamanan" kemudian "Aplikasi Administrator Perangkat" dan nonaktifkan centang pada aplikasi berbahaya tersebut sebelum kembali untuk meng-uninstallnya.
Opsi Terakhir: Reset ke Pengaturan Pabrik (Factory Reset)
Jika setelah menghapus aplikasi mencurigakan dan me-restart ponsel ke mode normal masalah masih berlanjut, kemungkinan malware telah menyusup terlalu dalam ke sistem. Dalam kondisi ini, langkah paling efektif adalah melakukan reset ke pengaturan pabrik atau factory reset.
Namun, perlu diingat bahwa proses ini akan menghapus seluruh data di ponsel Anda, termasuk foto, kontak, dan aplikasi.
Oleh karena itu, pastikan Anda telah memiliki cadangan (backup) data penting sebelum melakukannya.
Untuk melakukan factory reset, buka menu "Pengaturan" lalu "Sistem" lalu "Opsi Reset" dan "Hapus Semua Data (Reset Pabrik)".
Pencegahan adalah Kunci: Lindungi Diri dari Ancaman Serupa
Baca Juga: Akun Palsu Mengatasnamakan Andini Permata Bermunculan, Ini Daftar yang Harus Kamu Hindari
Setelah perangkat bersih, langkah terpenting adalah pencegahan agar tidak jatuh ke lubang yang sama. Selalu unduh aplikasi hanya dari sumber tepercaya seperti Google Play Store atau Apple App Store.
Aktifkan fitur keamanan bawaan seperti Google Play Protect yang secara rutin memindai aplikasi dari perilaku berbahaya.
Bersikaplah skeptis terhadap link-link sensasional yang beredar di media sosial atau aplikasi pesan. Hindari penggunaan jaringan Wi-Fi publik yang tidak aman untuk transaksi penting, dan pertimbangkan untuk memasang aplikasi antivirus dari pengembang ternama sebagai lapisan pertahanan tambahan.
Berita Terkait
-
Waspada Malware Rokarolla: Trojan Android yang Kuras Rekening hingga Kendalikan Perangkat
-
Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban
-
Kaspersky Ungkap 234 Ribu Serangan Password Stealer Ancam Perusahaan di Indonesia
-
Waspada! Malware Android Menyamar Aplikasi Starlink, Bisa Curi Data dan Tambang Kripto Diam-Diam
-
40 Juta Serangan Siber Hantam Indonesia di 2025, Kaspersky Ungkap Ancaman dari USB hingga Laptop
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar