Suara.com - Sebuah misteri arkeologi yang membingungkan para peneliti selama hampir satu abad akhirnya mulai menemukan titik terang. Ratusan tahun lamanya, lebih dari 5.000 lubang bundar berbaris rapi di perbukitan kering Lembah Pisco, Peru, membuat ilmuwan dan publik bertanya-tanya: siapa membuatnya, dan untuk apa?
Kini, tim peneliti dari University of Sydney melaporkan temuan baru yang membawa pemahaman segar soal situs unik bernama Monte Sierpe, yang juga dikenal sebagai “Band of Holes” atau Gunung Ular. Hasil riset mereka dipublikasikan pada 10 November di jurnal Antiquity.
Mengutip Science Daily (10/11/2025), penelitian dipimpin oleh Dr. Jacob Bongers, seorang arkeolog digital yang telah lama meneliti situs tersebut.
Dengan menggunakan drone berteknologi tinggi, timnya berhasil memetakan lubang-lubang itu dengan presisi tinggi, mengungkap pola numerik yang tidak mungkin dibuat secara acak.
Yang mengejutkan, pola tersebut ternyata mirip dengan struktur khipu Inca, alat pencatat berbentuk rangkaian tali berpilin dan simpul, ditemukan di wilayah yang sama.
“Ini penemuan luar biasa,” kata Dr. Bongers. “Data ini memperluas pemahaman kita soal praktik pencatatan masyarakat adat Andes, bahkan sebelum dominasi Inca.”
Selain foto udara, tim mengumpulkan sampel tanah dari beberapa lubang. Hasil analisis menunjukkan adanya bekas tanaman jagung, komoditas penting di Andes, serta sisa-sisa tanaman yang biasa digunakan untuk membuat keranjang.
Temuan ini menuntun pada teori baru: ribuan lubang itu mungkin dahulu menjadi pusat barter atau pasar terbuka, tempat para pedagang dan masyarakat dari berbagai wilayah bertemu untuk bertukar barang, mulai dari hasil pertanian hingga tekstil.
“Ini bisa saja semacam pasar prapengaruh Inca,” ujar Bongers, mengutip Science Daily (10/11/2025). “Sebuah ruang sosial yang mempertemukan pedagang keliling, petani, hingga nelayan.”
Baca Juga: Penelitian Baru Ungkap Rahasia di Balik Leher dan Kaki Panjang Jerapah
Menurut Bongers, saat kekaisaran Inca berkuasa, struktur ini mungkin kemudian dialihfungsikan sebagai sistem penyimpanan atau pencatatan distribusi barang, mengikuti tradisi administrasi Inca.
Letak Monte Sierpe semakin memperkuat teori tersebut. Situs ini berada di antara dua pusat administrasi Inca dan dekat persimpangan jalur dagang besar.
Wilayahnya berada di zona ekologi peralihan antara dataran tinggi Andes dan pesisir, lokasi ideal untuk pasar antarwilayah.
Para peneliti menduga bahwa Kerajaan Chincha, yang berkuasa sebelum era Inca, mungkin menjadi pembangun awal situs ini.
Meski Monte Sierpe telah dikenal publik sejak foto udara pertamanya muncul di National Geographic tahun 1933, penelitian ilmiah mendalam justru jarang dilakukan. Salah satu penyebabnya adalah kabut pesisir yang kerap menutupi area tersebut, membuat pemetaan manual sangat sulit.
Professor Charles Stanish dari University of South Florida, salah satu penulis senior penelitian ini, menjelaskan bahwa drone membuka akses visual yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Cara Top up Pulsa di BRImo Agar Dapat Cashback Spesial 17 Agustus
-
Diskon Khusus 17 Agustus di Kopi Kenangan, Nasabah BRI Merapat!
-
Volume Kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek Melonjak Jelang 17 Agustus
-
BNPB Minta Warga Segera Laporkan Kerusakan Rumah Usai Gempa NTT
-
Daftar e-Wallet yang Dapat Promo Top-up BRImo Spesial 17 Agustus
-
Gempa Dahsyat NTT, BMKG: Baru Terjadi Lagi Setelah 30 Tahun Silam
-
Top-Up E-Wallet dan Pulsa di BRImo Langsung Dapat Cashback! Buruan, Kuota Terbatas
-
Deretan Sepeda Lipat Pacific Paling Populer, Cocok untuk Gowes Harian
-
Binance Perpanjang Airdrop RLUSD, Ini Cara Klaim 1 Juta XRP yang Dibagikan
-
Daftar Atlet Wakil Indonesia di BWF World Championship 2026