- BCA meluncurkan aplikasi myBCA untuk smartwatch berbasis WatchOS dan WearOS, mendukung cek saldo, mutasi, QRIS, dan transaksi cardless.
- Aplikasi ini dirancang untuk kemudahan transaksi saat pengguna tidak membawa dompet atau smartphone, dengan sistem keamanan terenkripsi via Bluetooth.
- myBCA on Smartwatch menjadi bagian dari strategi BCA membangun ekosistem IoT banking, seiring lonjakan pengguna dan transaksi digital yang signifikan.
Suara.com - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) resmi meluncurkan aplikasi MyBCA versi smartwatch atau jam tangan pintar. Ini menambah versi sebelumnya yang sudah hadir ke smartphone Android Google maupun iOS Apple.
Executive Vice President Transaction Banking Product Development BCA, Jan Hendra mengatakan, myBCA on Smartwatch hadir sebagai salah satu wujud komitmen perseroan menghadirkan layanan berbasis digital yang relevan dengan perkembangan Internet of Things (IoT).
Aplikasi myBCA versi jam tangan ini memungkinkan nasabah mengakses layanan seperti cek saldo, mutasi, hingga transaksi cardless dan menggunakan QRIS CPM (Customer Presented Mode) maupun QRIS Tap.
“Melalui fitur baru ini, kami berharap nasabah BCA dapat terbantu untuk melakukan transaksi secara lebih mudah dan cepat," katanya, dikutip dari siaran pers, Senin (17/11/2025).
Jan Hendra menjelaskan kalau myBCA bisa dipakai pengguna apabila sedang lari pagi tapi dompet maupun smartphone tertinggal. Dengan ini mereka bisa menggunakan QRIS untuk transaksi via smartwatch.
Cara pakai aplikasi myBCA di smartwatch atau jam tangan
Nasabah yang ingin menggunakan myBCA on Smartwatch harus terlebih dulu menghubungkan smartphone (pairing device) dengan smartwatch berbasis WatchOS atau WearOS.
Pengguna wajib memiliki BCA ID aktif yang sudah terdaftar di aplikasi myBCA mobile, dan tiap BCA ID hanya bisa terkoneksi dengan satu smartwatch.
Setelah tersambung, nasabah bisa langsung bertransaksi melalui smartwatch. Pengguna juga bisa menghapus sambungan perangkatnya (unbinding account) dalam kondisi darurat, contohnya apabila smartwatch hilang.
Baca Juga: 7 Tips Memilih Smartwatch yang Tepat untuk Android, iPhone, dan Gaya Hidup
Pemutusan koneksi bisa dilakukan via aplikasi myBCA mobile atau Halo BCA untuk pemblokiran BCA ID.
SVP Customer Touch Point Solution App BCA, Lidya Candra menyebut kalau seluruh pertukaran data antara smartphone dan smartwatch juga terenkripsi dan dikirim langsung melalui koneksi Bluetooth yang aman, tanpa melalui jaringan publik.
Apabila pengguna memblokir BCA ID miliknya ketika kondisi darurat, maka saat akun terblokir, otomatis tidak bisa digunakan untuk login atau transaksi apa pun baik di smartwatch maupun perangkat lainnya.
"Kami berharap myBCA on Smartwatch bisa menjadi pondasi bagi ekosistem IoT banking di masa depan. BCA ingin memastikan setiap inovasi yang kami kembangkan tidak hanya fungsional, tapi juga berdiri di atas sistem keamanan dan infrastruktur yang solid,” ujar dia.
Di sisi lain, jumlah pengguna myBCA saat ini telah meningkat hampir dua kali lipat secara tahunan. Per September 2025, volume transaksi via mobile dan internet banking BCA tumbuh 19 persen secara tahunan.
Paralel, pertumbuhan transaksi QRIS di BCA tumbuh 103 persen dalam setahun terakhir.
Berita Terkait
-
7 Tips Memilih Smartwatch yang Tepat untuk Android, iPhone, dan Gaya Hidup
-
4 Smartwatch dengan Layar AMOLED Paling Murah, Tetap Jernih di Bawah Sinar Matahari
-
DiVine Hadirkan Kembali Vine dengan Larangan Konten AI
-
Vine Hadir Kembali dengan Nama Baru, Anti Konten AI
-
Sertifikat Tanah Ganda Paling Banyak Keluaran 1961 Hingga 1997, Apa Solusinya?
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik
-
BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla
-
Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan
-
1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak
-
DPR Respons Wacana Pengalihan Utang Whoosh ke Kemenkeu
-
Zulhas: Anggota Dewan Hingga Menteri PAN Wajib Potong Gaji Sebulan Demi Rakyat NTT
-
Misbakhun Tegaskan SOKSI Siap Jadi Pendulang Suara Golkar di Pemilu Mendatang
-
Viral Pemblokiran Rekening Warga di Bank Mandiri, Bagaimana Regulasinya?