-
Biaya investasi AI yang tinggi membuat kampus kesulitan menyiapkan teknologi dan talenta AI.
-
Indosat Ooredoo Hutchison menggelar Indonesia AI Day for Higher Education untuk mendukung percepatan transformasi digital kampus.
-
Indosat menyediakan infrastruktur dan layanan AI berbasis kolaborasi agar kampus bisa mengakses teknologi tanpa investasi besar
Suara.com - Kehadiran talenta AI dalam jumlah besar di Indonesia terkendala dengan tingginya biaya investasi teknologi kecerdasan buatan di dunia pendidikan terutama di lingkungan perguruan tinggi.
Melihat kondisi ini Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) siap menggelar Indonesia AI Day for Higher Education.
Melihat kondisi Indonesia yang memiliki jumlah kampus paling banyak setelah India, menimbulkan tingginya kompetisi antar perguruan tinggi.
"Indonesia punya kampus paling banyak setelah India. Kita punya sekitar 3.000 atau sekitar 4.000 kampus, bahkan lebih banyak dari China yang penduduknya lebih banyak," ucap Muhammad Rafiq, VP Segment Marketing & Inside Sales, Indosat Ooredoo Hutchison dalam bincang bersama media di kantor Indosat Jakarta, Senin (17/11/2025).
Menurutnya, acara ini menjadi forum mempertemukan para rektor, pimpinan IT kampus, pakar global, untuk membahas percepatan transformasi digital pendidikan tinggi di era kecerdasan buatan.
Ajang ini menekankan komimen Indosat yang bertransformasi menjadi AI Native Company.
Tidak hanya itu, Muhammad Buldansyah, Director & Chief Business Officer Indosat menjelaskan bahwa Indosat juga berperan menjadi AI Telco.
"Menyediakan service-service yang berbasis AI didalamnya. Kita juga sudah mempunya infrastruktur yang sangat kuat," ujarnya.
Dia mengungkapkan bahwa untuk menyiapkan teknologi di kampus itu memerlukan biaya tinggi jika dilakukan sendiri.
Baca Juga: Harga Spotify Premium di Indonesia Makin Mahal Gegara AI, Cek Daftar Harga Barunya
"Kalau ada kampus ang mau bikin data center sendiri, beli erver sendiri hanya hitungan jari kampus yang mampu. Indosat berai karena kita sharing the infrastructure bukan hanya dengan kampus-kampus yang lain saja tapi juga dengan semua sektor ndustri yng lain," bebernya.
Kondisi ini yang menurut pria yang akrab disapa Danny itu, membuat harga investasinya jauh lebih murah.
"Kita menyediakan free token untuk pakai GPU kita, untuk pakai platform kita. Kalau mereka punya AI solution, kita punya infrastruktur sehingga nggak perlu invest gede sekali," jelasnya.
Seperti diketahui, Indosat juga sudah menjalin kerja sama dengan Nvidia dan memiliki mitra internal untuk memenuhi berbagai kebutuhan AI di industri yang berbeda-beda.
Dia juga menjelaskan pentingnya sektor pendidikan dalam pembentukan talenta AI Indonesia.
"Indonesia membutuhkan AI enable talent yang luar biasa banyaknya karena untuk menjadi negara yang sesuai visi pemerintah, 2045 Indonesia membutuhkan talent-talent yang mempunya perangkat maupu kemampuan dalam hal AI," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Riset: 85% Perusahaan Indonesia Belum Anggap AI Pendorong Utama Transformasi Digital
-
10 Prompt AI Edit Foto Tema Hari Pahlawan, Bikin Potret Heroik Cuma Sekali Klik
-
Tiga Bulan Diluncurkan, Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat Blokir Lebih dari 200 Juta Panggilan
-
AI Tak Menggantikan Manusia tapi Membuat Lebih Manusiawi
-
Bos Nvidia Jensen Huang Beri Peringatan Penting soal AI ke Barat!
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Epson Perkuat Dominasi di Industri Tekstil Digital Lewat Printer Dye-Sublimation Generasi Terbaru
-
Motorola Moto G77 Power Resmi Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera Sony LYT-600
-
Oppo Reno16 Series Resmi Dijual di Indonesia, Harga Mulai Rp7 Jutaan dan Banjir Promo
-
4 Pilihan HP POCO Rp1 Jutaan Terbaik: NFC, Memori Besar hingga Layar AMOLED
-
Strava Kena PPN 11 Persen di Indonesia? Ini Penjelasan Resmi yang Perlu Diketahui Pengguna
-
Viral Video Petani Tuban Terbang Pakai Drone, Memangnya Drone Bisa Angkat Manusia?
-
Xiaomi Luncurkan REDMI Pad 2 9.7 4G, Tablet Murah untuk Gen Z dengan Internet Tanpa WiFi
-
4 HP Vivo Terbaru Ini Punya Baterai Raksasa hingga 8100 mAh, Layar Super Terang
-
2 Rekomendasi Tablet dengan Stylus Pen di Bawah Rp3 Juta Terbaik
-
Asus ExpertBook PM5 G2 Rilis di Indonesia, Laptop Bisnis AI dengan AMD Ryzen AI dan RAM hingga 64GB