-
Wikipedia hingga ChatGPT terancam diblokir Komdigi, memicu desakan keras pencabutan aturan yang dinilai memberangus akses ilmu dan ekonomi digital.
-
Kewajiban pendaftaran bagi miliaran situs global dianggap mustahil, ditambah pasal "karet" yang berpotensi melanggar privasi data pengguna tanpa pengadilan.
-
Pemblokiran infrastruktur vital seperti Cloudflare dikhawatirkan bakal meruntuhkan ribuan situs lain dan mematikan mata pencaharian pekerja kreatif Indonesia
Suara.com - Koalisi Damai memberikan reaksi keras atas kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) baru saja melayangkan ancaman pemblokiran terhadap 25 platform raksasa dunia.
Platform ini termasuk Wikipedia, ChatGPT, Cloudflare, hingga Duolingo, karena belum terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).
Menurut Koalisi Damai, kebijakan tersebut blunder fatal bagi masa depan teknologi dan ekonomi nasional.
Selain itu, Koalisi Damai secara tegas mendesak Komdigi untuk membatalkan rencana pemblokiran tersebut serta mencabut Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 (Permenkominfo 5/2020) yang menjadi landasan hukumnya.
Aturan ini dinilai cacat logika teknis dan berpotensi melanggar hak asasi manusia.
Aturan yang Mustahil Diterapkan
Dalam keterangan resminya pada Jumat (21/11/2025), Koalisi Damai menyoroti ketidakmasukakalan mewajibkan seluruh situs web di dunia untuk mendaftar ke pemerintah Indonesia.
Mengutip data World Economic Forum, ada lebih dari 1,88 miliar situs web global yang secara teknis masuk kategori PSE Lingkup Privat.
"Kebijakan ini merupakan penerapan sewenang-wenang dari regulasi yang bermasalah dan mengancam akses pengetahuan serta masa depan ekonomi digital Indonesia," tulis perwakilan Koalisi Damai.
Baca Juga: Komdigi Ancam Blokir Cloudflare, Dituduh Lindungi Situs Judol
Koalisi menilai, menyamaratakan kewajiban pendaftaran bagi miliaran situs tanpa melihat skala dan risiko adalah langkah yang tidak efektif untuk memberantas konten ilegal.
"Semestinya, pemerintah menyusun regulasi untuk PSE berdasarkan jenis layanan dan jumlah penggunanya, untuk mengupayakan akuntabilitas dan transparansi platform digital," tambah mereka.
Sorotan tajam juga diarahkan pada transparansi Komdigi dalam memilih target.
Dari miliaran situs, Komdigi hanya menyasar 25 nama besar tanpa kriteria yang jelas atau analisis dampak sosial-ekonomi.
Padahal, platform seperti Wikipedia adalah tulang punggung pengetahuan warga, sementara Cloudflare adalah infrastruktur vital yang menjaga keamanan dan kecepatan ribuan situs web, termasuk milik pemerintahan.
Jika Cloudflare diblokir, efek dominonya bisa meruntuhkan akses ke banyak layanan digital lain di Indonesia.
Berita Terkait
-
OpenAI Kenalkan Browser Pesaing Google, Namanya ChatGPT Atlas
-
Setahun Prabowo Gibran, Meutya Hafid Ungkap 60 Juta Warga Belum Kebagian Akses Internet
-
Meutya Hafid Sebut AI Bakal Gantikan 85 Juta Pekerjaan di Tahun 2025
-
ChatGPT Kini Izinkan Konten Dewasa untuk Pengguna Terverifikasi?
-
Komdigi Ungkap Depo Judi Online Tembus Rp 17 Triliun di Semester 1 2025
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Epson Perkuat Dominasi di Industri Tekstil Digital Lewat Printer Dye-Sublimation Generasi Terbaru
-
Motorola Moto G77 Power Resmi Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera Sony LYT-600
-
Oppo Reno16 Series Resmi Dijual di Indonesia, Harga Mulai Rp7 Jutaan dan Banjir Promo
-
4 Pilihan HP POCO Rp1 Jutaan Terbaik: NFC, Memori Besar hingga Layar AMOLED
-
Strava Kena PPN 11 Persen di Indonesia? Ini Penjelasan Resmi yang Perlu Diketahui Pengguna
-
Viral Video Petani Tuban Terbang Pakai Drone, Memangnya Drone Bisa Angkat Manusia?
-
Xiaomi Luncurkan REDMI Pad 2 9.7 4G, Tablet Murah untuk Gen Z dengan Internet Tanpa WiFi
-
4 HP Vivo Terbaru Ini Punya Baterai Raksasa hingga 8100 mAh, Layar Super Terang
-
2 Rekomendasi Tablet dengan Stylus Pen di Bawah Rp3 Juta Terbaik
-
Asus ExpertBook PM5 G2 Rilis di Indonesia, Laptop Bisnis AI dengan AMD Ryzen AI dan RAM hingga 64GB