Karena jumlah pemilik darah ini sangat sedikit, para peneliti mencoba menciptakan Rh null di laboratorium.
Mengutip BBC, pada 2018 ilmuwan dari Universitas Bristol berhasil memodifikasi sel darah menggunakan teknologi CRISPR-Cas9, dengan menghilangkan gen yang menghasilkan antigen tertentu, termasuk Rh.
Hasilnya, mereka menciptakan sel darah merah yang sangat kompatibel dan bebas antigen utama penyebab reaksi transfusi.
Penelitian serupa dilakukan di beberapa negara seperti Kanada, Spanyol, dan Amerika Serikat. Tim peneliti di Barcelona bahkan berhasil mengambil sel darah dari donor Rh null lalu memodifikasinya menjadi golongan O Rh null yang lebih fleksibel untuk penggunaan medis.
Meski demikian, para ilmuwan menegaskan bahwa produksi darah buatan masih jauh dari tahap penggunaan massal. Tantangan terbesarnya adalah membuat sel darah buatan matang dan stabil sebagaimana sel darah dalam tubuh manusia.
Walau teknologi berkembang pesat, pembuatan darah melalui rekayasa genetik masih dikendalikan ketat oleh regulasi global. Selain itu, prosesnya membutuhkan biaya besar dan uji klinis panjang sebelum dapat digunakan secara resmi dalam layanan kesehatan.
Untuk sementara waktu, pasien bergolongan darah langka seperti Rh null masih harus mengandalkan donor asli.
Meski begitu, penelitian terus berjalan dengan harapan suatu hari transfusi darah tidak lagi dibatasi oleh kecocokan donor dan penerima.
Jika darah universal benar-benar berhasil diwujudkan, prosedur medis modern bisa mengalami perubahan besar, terutama dalam situasi darurat dan operasi besar.
Baca Juga: Fakta-fakta Golongan Darah P, Golongan Darah Baru dan Langka Ditemukan di China
Kontributor : Gradciano Madomi Jawa
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
5 Kebiasaan yang Bisa Kamu Tinggalkan Setelah Pakai vivo Y500, Nomor 2 Dilakukan Hampir Semua Orang
-
Cara Memilih HP untuk Jangka Panjang, Awet Dipakai Bertahun-Tahun
-
Registrasi Kartu SIM Pakai Verifikasi Wajah Resmi Berlaku, Wamen Komdigi Apresiasi Kesiapan Indosat
-
Rekomendasi HP Snapdragon 8s Gen 4 Terbaik, Performa Flagship Harga Terjangkau
-
Rincian Update Game Ragnarok Origin Classic, Ada Job hingga Server Baru
-
Jelang Galaxy Unpacked, Samsung Beberkan Masa Depan AI yang Lebih Personal dan Aman
-
Indonesia Siapkan Strategi Geopolitik Digital, Chip dan Mineral Kritis Jadi Andalan
-
Shopee - Meta, Kreator Instagram Kini Bisa Dapat Komisi dari Reels dan Feed Lewat Program Afiliasi
-
Dulunya Hutan Tropis Kini Benua Es, Bagaimana Antartika Terbentuk?
-
6 Fitur Wajib HP Kelas Menengah untuk Gaming, Lancar Tanpa Lag