- Kebijakan registrasi SIM berbasis biometrik berpotensi mengancam hak akses komunikasi warga jika sistem gagal mengenali wajah pengguna.
- Penerapan teknologi ini berisiko memicu eksklusi digital bagi masyarakat di wilayah 3T yang memiliki keterbatasan perangkat dan jaringan internet.
- Keamanan data menjadi sorotan utama karena ketergantungan penuh pada basis data Dukcapil dapat menciptakan titik lemah yang rawan terhadap serangan siber.
Suara.com - Kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) soal registrasi kartu SIM berbasis data biometrik dinilai bisa mengancam hak warga negara untuk mendapatkan akses komunikasi.
Hal itu diungkapkan oleh Pratama Persadha selaku pakar keamanan siber sekaligus Chairman Communication & Information System Security Research Center (CISSReC).
Menurutnya, registrasi SIM dengan face recognition atau sensor wajah berpotensi menciptakan eksklusi digital, di mana seseorang kehilangan akses komunikasi bukan karena pelanggaran, tetapi karena wajahnya tidak dikenali sistem.
"Dari perspektif keamanan nasional dan hak sipil, ini adalah risiko serius yang harus diantisipasi dengan mekanisme fallback yang adil dan manusiawi," katanya kepada Suara.com, Kamis (15/1/2026).
Pratama menilai kalau kebijakan ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang berada di lokasi tertinggal, terdepan, dan terluar atau wilayah 3T.
Ia menyatakan kalau di banyak wilayah 3T, kepemilikan warga atas smartphone masih belum merata, jaringan internet terbatas pada 2G, hingga akses ke layanan digital sangat minim.
Pratama mengungkapkan kalau pada praktiknya, Face Recognition membutuhkan beberapa faktor seperti kamera dengan kualitas tertentu, koneksi data stabil, serta perangkat yang kompatibel.
"Jika kebijakan ini diterapkan secara seragam tanpa mempertimbangkan realitas lapangan, maka masyarakat di wilayah 3T berisiko terpinggirkan dari akses layanan telekomunikasi yang justru sangat vital bagi kehidupan mereka," beber dia.
Tantangan Dukcapil
Pratama tak menampik kalau rencana penerapan registrasi SIM card berbasis biometrik dengan teknologi Face Recognition menandai fase baru dalam pengelolaan identitas digital di Indonesia.
Baca Juga: Komdigi Diminta Stop Registrasi Kartu SIM Berbasis Biometrik, Bisa Bikin Sengsara Seumur Hidup
Dalam kebijakan ini, tambahnya, peran Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) menjadi sangat sentral karena data biometrik wajah yang digunakan untuk verifikasi pelanggan SIM card bersumber dari basis data kependudukan nasional.
"Dari perspektif keamanan siber, keberhasilan atau kegagalan kebijakan ini sangat ditentukan oleh kesiapan infrastruktur data Dukcapil, baik dari sisi ketahanan sistem, perlindungan data, maupun skenario darurat ketika terjadi gangguan atau serangan," umbarnya.
Ia menilai, idealnya Dukcapil harus diposisikan sebagai penyedia identitas digital dengan tingkat keamanan setara infrastruktur kritis nasional. Artinya, sistem Dukcapil tidak hanya dituntut selalu tersedia, tetapi juga harus tahan terhadap serangan siber berskala besar.
Dalam konteks registrasi SIM berbasis Face Recognition, Pratama menyebut ketergantungan penuh pada satu sumber data akan menciptakan single point of failure.
Apabila basis data Dukcapil down atau dibobol, proses pendaftaran SIM secara nasional bisa lumpuh sekaligus membuka risiko kebocoran data biometrik dalam skala masif.
"Oleh karena itu, dari sudut pandang keamanan, seharusnya sudah ada arsitektur cadangan yang jelas, termasuk sistem backup terenkripsi, replikasi data yang terisolasi, serta mekanisme verifikasi alternatif yang tetap menjamin hak warga untuk mengakses layanan telekomunikasi tanpa harus mengorbankan keamanan data mereka. Tanpa transparansi mengenai kesiapan ini, kepercayaan publik akan sulit dibangun," papar dia.
Masalah lain, Pratama membeberkan kalau belum tentu seluruh warga negara Indonesia telah memiliki data biometrik wajah yang terekam dengan kualitas memadai di Dukcapil.
Ia tak menampik kalau program e-KTP telah berjalan lebih dari satu dekade. Hanya saja kualitas dan kelengkapan data biometrik sangat bervariasi.
"Ada warga yang datanya terekam dengan buruk, ada yang belum pernah diperbarui sejak lama, bahkan ada kelompok masyarakat tertentu yang belum terekam sama sekali karena faktor geografis, sosial, atau administratif," jelasnya.
Berita Terkait
-
Komdigi Diminta Stop Registrasi Kartu SIM Berbasis Biometrik, Bisa Bikin Sengsara Seumur Hidup
-
7 Tablet Pakai Sim Card Dibawah Rp3 Jutaan untuk Pelajar, Harga Murah Spek Dewa
-
Demo di Komdigi, Massa Minta Takedown Mens Rea di Netflix dan Ancam Lanjutkan Aksi ke Polda Metro
-
Anak Dapat SIM di 2026? Ini 5 Rekomendasi Motor Bekas Murah Ramah Pemula
-
5 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Terbaik 2026, Fleksibel untuk Pelajar dan Pekerja
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
- Ironi Letjen Lodewyk Pusung: 32 Tahun Setia di Militer, Tumbang dalam 1,5 Tahun Urus Gizi Nasional
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
5 HP Samsung dengan Kamera 0.5 Paling Kece untuk Konten Estetik Kreator Pemula
-
Posisi Laufey dalam Game God of War, Rahasia Karakter Utama Terungkap
-
4 HP Android dengan Fitur Live Photo seperti iPhone, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
5 HP Baterai 7000 mAh untuk Main Game Berat: Spek Gahar, Layar AMOLED, dan Cas Super Ngebut
-
Smartwatch Premium, Amazfit Balance 3 Hadir dengan Layar 3.000 Nits dan Memori Lega
-
4 HP Kapasitas 1 TB Paling Murah di Konter Terdekat, Simpan Ribuan Foto Tanpa Takut Penuh
-
Daftar Harga HP iQOO dari Kelas Midrange hingga Flagship Terbaik
-
5 HP Android Warna Pink untuk Alternatif iPhone 15 Bila Budget Terbatas
-
Onimusha: Way of the Sword Siap Meluncur September, Ada Demo Gratis dengan Bonus
-
Realme P4R 5G Siap Usung Baterai 8.000 mAh dan Layar 144 Hz, Diklaim Tahan 3 Hari