- Skor keamanan siber Indonesia 2025 menurut NCSI turun signifikan menjadi 47,50, menempatkan di peringkat 84 dunia.
- Pakar siber menyarankan laporan NCSI dijadikan bahan refleksi, namun tidak boleh diterima sepenuhnya karena metodologi dipertanyakan.
- Perbandingan dengan negara ASEAN dinilai kurang komprehensif sebab Thailand dan Vietnam tidak termasuk dalam penilaian NCSI.
Suara.com - Laporan terbaru National Cyber Security Index (NCSI) menunjukkan penurunan signifikan skor keamanan siber Indonesia sepanjang 2025.
Dalam laporan tersebut, skor Indonesia merosot dari 66,88 pada 2024 menjadi 47,50 di 2025, atau turun 19,38 poin.
Penurunan drastis ini membuat posisi Indonesia terperosok ke peringkat 84 dunia, berada di bawah negara-negara tetangga seperti Filipina, Singapura, dan Malaysia.
Sementara Indonesia mengalami kemunduran, Malaysia justru mencatatkan tren positif.
Negeri jiran itu berhasil meningkatkan skor keamanan sibernya dari 69,50 menjadi 72,5 pada periode yang sama.
Namun demikian, validitas laporan NCSI tak luput dari kritik.
Salah satu catatan penting adalah tidak tercantumnya Thailand dan Vietnam dalam daftar penilaian negara ASEAN, sehingga perbandingan regional dinilai belum sepenuhnya komprehensif.
Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, mengingatkan publik agar tidak menelan data tersebut secara mentah-mentah.
“Kita jangan mudah ditakut-takuti oleh sesuatu yang tidak berdasarkan data yang benar-benar terukur dan andal,” ujar Alfons dalam keterangan resminya, Rabu (21/1/2026).
Baca Juga: Waspada! Penipuan Baru Manfaatkan Fitur Team Invitation OpenAI, Data Pribadi Terancam Dicuri
Meski begitu, Alfons menilai laporan NCSI tetap dapat dijadikan bahan refleksi nasional, meskipun bukan sebagai rujukan utama.
“Data NCSI sebaiknya dijadikan cambuk untuk memperbaiki diri, tapi jangan ditelan mentah-mentah,” tegasnya.
“Jadikan cambuk, ya boleh-boleh saja,” imbuh Alfons.
Ia menjelaskan, NCSI bukanlah lembaga top tier dalam pengukuran kesiapan siber negara.
Selain itu, NCSI merupakan produk dari E-Governance Academy (EGA), sebuah lembaga non-profit yang juga menyediakan layanan konsultasi berbayar.
“Indeks keamanan siber Indonesia memang masih lemah dan perlu banyak perbaikan, tapi kita tidak bisa langsung percaya sepenuhnya pada lembaga asing tanpa melihat latar belakang dan metodologinya,” jelas Alfons.
Berita Terkait
-
Waspada Penipuan! Begini Cara Membungkam Nomor WhatsApp Tak Dikenal Agar Tak Bisa Menelepon
-
Raih CREST Pathway+, Ini Dia Jagoan Keamanan Siber di Indonesia
-
Indosat dan Cisco Luncurkan "Sovereign SOC": Benteng Siber Nasional Baru Lindungi Data Anda!
-
AwanPintar Catat Lebih dari 133 Juta Serangan Siber pada Semester I 2025 di Indonesia
-
ITSEC Cybersecurity Summit 2025 Digelar, Konferensi Keamanan Siber Terbesar di Asia Tenggara
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
48 Kode Redeem FF Terbaru 10 Juni 2026: Bocoran Relaunch SG2 OPM dan Diamond Gratis
-
47 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Juni 2026: Bocoran Pemain OVR 120 dan Klaim Koin Jutaan
-
Rekomendasi HP AI untuk Healing dan Traveling, Galaxy A57 5G Punya Kamera Pintar dan Baterai Awet
-
Mengenal Instagram Plus, Apa Saja Kelebihan dan Harga Berlangganannya?
-
4 Rekomendasi Kulkas 2 Pintu Inverter Terlaris 2026: Cepat Dingin, Hemat Listrik 47 Persen
-
175 Platform Digital Sudah Diperiksa Komdigi, Netflix, Shopee dan PUBG Termasuk
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Lenovo Yoga Tab: Tablet AI Chip Kencang dengan Layar Ciamik
-
Samsung Siapkan Tablet Tahan Banting dengan Jaringan 5G, Dukung Sertifikasi Militer
-
5 Kritik Ferry Latuhihin: Rupiah Anjlok, Curigai Mati Listrik Massal Gegara 'Ekonomi'
-
4 HP Xiaomi RAM 12 GB dan Memori Internal 256 GB Termurah Juni 2026