- Presiden Trump menyatakan pemimpin tertinggi Iran baru harus disetujui Washington, menyusul penunjukan Mojtaba Khamenei.
- Human Rights Watch menuduh Israel menembakkan bom fosfor putih kontroversial di desa Yohmor, Lebanon selatan.
- Dua peristiwa ini, intervensi AS dan dugaan serangan Israel, meningkatkan ketegangan signifikan di kawasan Timur Tengah.
Suara.com - Konflik Timur Tengah kembali memanas setelah dua peristiwa besar terjadi hampir bersamaan. Dari Washington, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan komentar keras soal pergantian pemimpin tertinggi Iran.
Sementara itu, laporan dari Human Rights Watch menuding Israel menggunakan bom fosfor putih di Lebanon, sebuah senjata yang kontroversial dan berbahaya bagi warga sipil.
Trump Tak Restui Pimpinan Baru Iran
Trump menegaskan bahwa siapa pun yang ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran harus mendapat restu dari Washington.
“Kalau tidak dapat persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama,” ujar Trump dalam wawancara dengan ABC News.
Pernyataan itu muncul beberapa jam sebelum media resmi Iran mengumumkan terpilihnya Mojtaba Khamenei, putra dari Ayatollah Ali Khamenei yang tewas setelah serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari.
Iran menolak klaim bahwa Amerika punya pengaruh dalam proses pemilihan. Menurut pejabat Iran, keputusan ada di tangan rakyat melalui Majelis Ahli, lembaga yang memang berwenang memilih pemimpin tertinggi.
Namun, komentar Trump dianggap sebagai bentuk intervensi politik yang bisa memperburuk hubungan kedua negara.
Dikutip dari Al Jazeera, Barbara Slavin, peneliti dari Stimson Center di Washington DC, menyebut penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai “tamparan langsung” bagi Trump.
Baca Juga: Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
Ia menilai publik AS yang sudah skeptis terhadap perang akan semakin melihat konflik ini sebagai kesalahan. Trump sendiri menambahkan bahwa ia tidak ingin pemerintahan mendatang harus “mengulang perang” atau menghadapi ancaman nuklir Iran di masa depan.
Israel Nekat Pakai Bom Fosfor
Di sisi lain, Human Rights Watch melaporkan bahwa militer Israel menembakkan bom fosfor putih ke sebuah desa di selatan Lebanon bernama Yohmor.
Analisis citra dan geolokasi menunjukkan penggunaan amunisi tersebut terjadi setelah Israel memperingatkan warga untuk mengungsi. Meski belum jelas apakah ada korban, penggunaan fosfor putih di area berpenduduk dianggap melanggar hukum internasional.
Fosfor putih dikenal sebagai senjata yang bisa membakar bangunan dan tubuh manusia hingga ke tulang. Luka bakarnya berisiko menimbulkan infeksi, gagal organ, bahkan kematian meski hanya mengenai bagian kecil tubuh.
“Penggunaan fosfor putih di area pemukiman sangat mengkhawatirkan dan akan berdampak buruk bagi warga sipil,” kata Ramzi Kaiss, peneliti Lebanon dari Human Rights Watch, dikutip dari Independent (9/3/2026).
Israel belum memberikan komentar resmi. Dalam pernyataan sebelumnya, militer Israel berdalih bahwa fosfor putih dipakai sebagai tirai asap, bukan untuk menyerang warga.
Namun, organisasi HAM menegaskan bahwa senjata ini sudah berulang kali digunakan Israel dalam konflik dengan Hezbollah, termasuk tahun lalu, ketika warga sipil masih berada di lokasi.
Dua peristiwa ini menambah daftar panjang ketegangan di kawasan. Dari Washington hingga Beirut, sorotan dunia kini tertuju pada bagaimana Iran dan Israel akan melangkah, serta sejauh mana Amerika Serikat akan terus memainkan peran dalam konflik yang belum menunjukkan tanda mereda.
Berita Terkait
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
-
Ekspor Mobil Toyota Indonesia ke Timur Tengah Tersendat, Produksi Tak Berhenti
-
Perang AS-Iran Bikin PSSI Pusing Sulit Panggil Pemain Timnas Indonesia di Eropa
-
Rahasia Strategi Iran Melawan AS-Israel dalam Perang Terbuka
-
Minyak Mentah Cetak Rekor, Harga Sawit Ikutan Meroket!
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Menteri PPPA dan Selvi Ananda Kompak Tekankan Peran Keluarga dalam Mendidik Anak
-
Bupati Kuansing Diduga 'Rampok' Hak Petani untuk Disetorkan ke Menhut Raja juli
-
Dibutuhkan 90 Perawat, Apoteker untuk Fasilitas Kesehatan BLUD di Riau
-
"Bisa Aja Lo!" Kelakar Prabowo soal MBG 'Mas Bahlil Ganteng'
-
Gerai Minuman Teh Menjamur di Pinggir Jalan, Bagaimana Prospek Bisnisnya?
-
Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional
-
Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun
-
Cak Imin Merasa 'Terancam' Bahlil: Gawat Ini Banyak Penggemarnya
-
Kepuasan Publik ke Dedi Mulyadi Tembus 95,4 Persen, Meski Program Unggulan Belum Populer
-
Beli Sunscreen Kahf Online Original Hanya di Blibli