Tekno / Internet
Senin, 09 Maret 2026 | 14:20 WIB
Ilustrasi seorang tentara sedang melakukan tes tembak menggunakan kendaraan artileri. (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Presiden Trump menyatakan pemimpin tertinggi Iran baru harus disetujui Washington, menyusul penunjukan Mojtaba Khamenei.
  • Human Rights Watch menuduh Israel menembakkan bom fosfor putih kontroversial di desa Yohmor, Lebanon selatan.
  • Dua peristiwa ini, intervensi AS dan dugaan serangan Israel, meningkatkan ketegangan signifikan di kawasan Timur Tengah.

Suara.com - Konflik Timur Tengah kembali memanas setelah dua peristiwa besar terjadi hampir bersamaan. Dari Washington, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan komentar keras soal pergantian pemimpin tertinggi Iran.

Sementara itu, laporan dari Human Rights Watch menuding Israel menggunakan bom fosfor putih di Lebanon, sebuah senjata yang kontroversial dan berbahaya bagi warga sipil.

Trump Tak Restui Pimpinan Baru Iran

Trump menegaskan bahwa siapa pun yang ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran harus mendapat restu dari Washington.

“Kalau tidak dapat persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama,” ujar Trump dalam wawancara dengan ABC News.

Pernyataan itu muncul beberapa jam sebelum media resmi Iran mengumumkan terpilihnya Mojtaba Khamenei, putra dari Ayatollah Ali Khamenei yang tewas setelah serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari.

Iran menolak klaim bahwa Amerika punya pengaruh dalam proses pemilihan. Menurut pejabat Iran, keputusan ada di tangan rakyat melalui Majelis Ahli, lembaga yang memang berwenang memilih pemimpin tertinggi.

Namun, komentar Trump dianggap sebagai bentuk intervensi politik yang bisa memperburuk hubungan kedua negara.

Dikutip dari Al Jazeera, Barbara Slavin, peneliti dari Stimson Center di Washington DC, menyebut penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai “tamparan langsung” bagi Trump.

Baca Juga: Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur

Ia menilai publik AS yang sudah skeptis terhadap perang akan semakin melihat konflik ini sebagai kesalahan. Trump sendiri menambahkan bahwa ia tidak ingin pemerintahan mendatang harus “mengulang perang” atau menghadapi ancaman nuklir Iran di masa depan.

Donald Trump [The White House]

Israel Nekat Pakai Bom Fosfor

Di sisi lain, Human Rights Watch melaporkan bahwa militer Israel menembakkan bom fosfor putih ke sebuah desa di selatan Lebanon bernama Yohmor.

Analisis citra dan geolokasi menunjukkan penggunaan amunisi tersebut terjadi setelah Israel memperingatkan warga untuk mengungsi. Meski belum jelas apakah ada korban, penggunaan fosfor putih di area berpenduduk dianggap melanggar hukum internasional.

Fosfor putih dikenal sebagai senjata yang bisa membakar bangunan dan tubuh manusia hingga ke tulang. Luka bakarnya berisiko menimbulkan infeksi, gagal organ, bahkan kematian meski hanya mengenai bagian kecil tubuh.

“Penggunaan fosfor putih di area pemukiman sangat mengkhawatirkan dan akan berdampak buruk bagi warga sipil,” kata Ramzi Kaiss, peneliti Lebanon dari Human Rights Watch, dikutip dari Independent (9/3/2026).

Load More