Tekno / Game
Selasa, 27 Januari 2026 | 12:04 WIB
Final Fantasy 7 Remake. (Square Enix)
Baca 10 detik
  • Square Enix konfirmasi Final Fantasy 7 Remake Part 3 gunakan Unreal Engine 4.
  • Naoki Hamaguchi prioritaskan efisiensi pengembangan daripada beralih ke mesin Unreal Engine 5.
  • Judul resmi Bagian 3 telah ditetapkan oleh Direktur Kreatif Tetsuya Nomura.

Suara.com - Para penggemar yang menantikan babak penutup trilogi Final Fantasy 7 Remake akhirnya mendapat jawaban pasti terkait spekulasi teknologi pada game.

Sutradara Naoki Hamaguchi mengonfirmasi bahwa game ketiga, menyusul Remake dan Rebirth, tetap dikembangkan menggunakan Unreal Engine 4.

Itu menepis harapan sebagian fans yang menginginkan peralihan ke Unreal Engine 5.

Keputusan ini mungkin terdengar mengecewakan, namun ada alasan strategis yang kuat di baliknya.

Meskipun Unreal Engine 5 menawarkan teknologi grafis terdepan, Square Enix memilih jalan yang lebih pragmatis demi efisiensi dan konsistensi.

Tim pengembang telah menghabiskan bertahun-tahun untuk memodifikasi dan menyesuaikan Unreal Engine 4 secara ekstensif untuk dua game pertama.

Final Fantasy 7 Remake Intergrade. (Steam, Square Enix)

Hasilnya adalah sebuah Engine yang sudah sangat mereka kuasai dan dioptimalkan khusus untuk dunia Final Fantasy 7.

Mengutip EuroGamer, menurut Hamaguchi, beralih ke UE5 justru berpotensi memperlambat proses pengembangan karena harus beradaptasi dari awal lagi.

Kami telah menggunakan Unreal Engine 4, tetapi kami telah melakukan banyak modifikasi agar sesuai dengan kebutuhan kami. Lebih menguntungkan untuk memiliki sesuatu yang sudah kami kenal dan telah kami sesuaikan dengan kebutuhan kami," ungkap Hamaguchi.

Baca Juga: Perombakan Besar, Ubisoft Batalkan Proyek Game Prince of Persia Remake

Kabar baik, keputusan tersebut memastikan proses pengembangan berjalan lebih lancar, yang berarti kita bisa berharap untuk memainkan seri penutup ini lebih cepat.

Selain kepastian soal Engine, Hamaguchi juga mengungkapkan bahwa judul resmi untuk Bagian 3 "sudah ditetapkan" oleh direktur kreatif legendaris, Tetsuya Nomura.

Kepastian ini semakin memanaskan diskusi di kalangan komunitas tentang nama apa yang akan melengkapi pola "R" dari Remake dan Rebirth.

Di sisi lain, keputusan untuk tetap memakai Unreal Engine 4 menjadi sinyal positif bagi gamer konsol, terutama pemilik Nintendo Switch 2.

Dengan fondasi teknis yang sama di seluruh trilogi, janji Square Enix untuk memboyong ketiga game ke konsol terbaru Nintendo tersebut menjadi lebih realistis.

Ini menunjukkan fokus Square Enix tidak hanya pada kecanggihan visual, tetapi juga pada penyampaian cerita epik ke audiens yang lebih luas secara konsisten.

Load More