- Pemerintah fokus menerapkan registrasi seluler biometrik pada kartu perdana baru mulai Januari 2026 untuk cegah kejahatan digital.
- Implementasi penuh kebijakan ini ditargetkan selesai pada Juni 2026, dengan standar biometrik berlaku nasional Juli 2026.
- Data biometrik hanya untuk verifikasi, sementara identitas pelanggan tersimpan di basis data Dukcapil, bukan operator.
Suara.com - Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan registrasi nomor seluler berbasis biometrik akan difokuskan pada kartu perdana baru.
Langkah ini dipandang sebagai kunci untuk memutus mata rantai penipuan daring yang selama ini memanfaatkan nomor seluler tanpa identitas tervalidasi.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menjelaskan, pelaku kejahatan digital kerap menggunakan pola berulang, yakni mengganti nomor setiap kali terdeteksi agar sulit dilacak oleh aparat maupun sistem keamanan.
“Kita ingin memutus rantainya dulu. Jadi kejahatan digital itu sebagian besar berasal dari kartu-kartu SIM yang tidak tervalidasi dan biasanya polanya sama. Nomornya terdeteksi, buang, ganti nomor baru. Makanya target utama pada pelaksanaan peraturan ini adalah nomor-nomor baru,” ujar Meutya melansir dari laman Antara, Rabu (28/1/2026).
Meski fokus utama pada kartu perdana, Meutya menegaskan bahwa pelanggan lama tetap dilayani apabila ingin melakukan registrasi ulang atau pemutakhiran data menggunakan metode biometrik.
Kebijakan ini mulai diterapkan Januari 2026, seiring terbitnya Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 7 Tahun 2026. Kemkomdigi memberikan masa transisi hingga akhir Juni 2026 agar seluruh operator seluler siap menerapkan sistem tersebut di seluruh Indonesia.
Mulai Juli 2026, seluruh proses registrasi nomor seluler akan menggunakan biometrik pengenalan wajah sebagai standar nasional.
“Jadi kalau di kota-kota besar kita harapkan memang Januari ini semua sudah mulai. Tapi di daerah-daerah yang memang cukup jauh, kita memberikan waktu paling lama sampai Juni agar para operator seluler bisa menempatkan alat-alat atau gerai-gerai mereka yang memang mampu melakukan biometrik,” jelas Meutya.
Untuk memudahkan masyarakat, operator seluler menyediakan berbagai opsi registrasi biometrik, baik secara daring melalui situs web maupun langsung di gerai operator, sehingga proses pendaftaran dapat dilakukan secara fleksibel sesuai kebutuhan pelanggan.
Baca Juga: Registrasi SIM Berbasis Biometrik Resmi Berlaku, Pemerintah Bidik Penipuan Digital
Terkait perlindungan data pribadi, Kemkomdigi menegaskan bahwa data biometrik pelanggan tidak disimpan oleh operator seluler.
Data tersebut hanya digunakan dalam proses verifikasi, sementara identitas pelanggan tetap tersimpan di basis data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menambahkan bahwa pemerintah juga mendorong transparansi data bagi pelanggan yang telah melakukan registrasi biometrik.
Pelanggan nantinya dapat mengecek penggunaan NIK mereka untuk mengetahui apakah identitas tersebut digunakan untuk nomor lain.
Jika ditemukan penyalahgunaan, pelanggan dapat langsung mengajukan pemblokiran nomor yang tidak dikenali.
Selain itu, masyarakat juga dapat melaporkan penyalahgunaan identitas melalui kanal pengaduan resmi di aduannomor.id agar nomor yang bermasalah segera dinonaktifkan.
Berita Terkait
-
Indosat dan Komdigi Perkuat Registrasi eSIM dengan Teknologi Biometrik
-
Komdigi Bikin Sistem Baru yang Batasi Game untuk Anak, Berlaku Tahun Depan
-
Rp2 Juta Dapat Tablet Apa? Ini 4 Rekomendasi Terbaik Oktober 2025
-
Cara Membuka Nomor atau Kartu SIM Terblokir
-
Anggaran Komdigi 2026 Disetujui Rp 8 Triliun, Tak Ada Kenaikan
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
5 HP Rp1 Jutaan untuk Orang Tua yang Pas buat Multitasking
-
7 Rekomendasi Gimbal Stabilizer HP Terbaik, Hasil Video Anti Goyang Sekelas Profesional
-
HP Infinix RAM 8GB Berapa Harganya? Ini Daftar 9 Tipe Terlaris
-
Redmi Siapkan Ponsel dengan Baterai 10.000-12.000 mAh, Pakai Teknologi Baru
-
5 Pilihan HP Terbaru yang Bisa Zoom Jauh Gambar Tetap Tajam, Tak Cuma iPhone 17
-
HP Flagship Samsung dan iPhone Dapat Aksesori Telefoto 600 mm, Tawarkan Fitur Zoom 25X
-
7 HP Kamera OIS dan EIS Termurah, Hasil Foto Malam Tajam Video Stabil
-
IQOO Siapkan HP Midrange dan Tablet Anyar, Andalkan Chipset Kelas Top
-
Tecno Spark 50 Pro Siap Rilis Mei 2026, Bawa Baterai 6.000mAh dan Fast Charging 60W
-
5 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Mantap Buat Streaming dan Multitasking