Tekno / Sains
Senin, 09 Februari 2026 | 17:17 WIB
Kiswah Kakbah ada pada Epstein Files. (DOJ,MCH 2022)
Baca 10 detik
  • Foto Kiswah Kakbah di lantai dalam Epstein Files memicu kecaman global.
  • Kiswah adalah kain sutra hitam dengan sulaman emas berisi doa suci.
  • Tradisi menutup Kakbah dimulai sejak masa Pra-Islam oleh Raja Yaman.

Suara.com - Munculnya foto Kiswah Kakbah di lantai pada Epstein Files memancing kemarahan umat Muslim. Sejarah Kiswah Kakbah sendiri sangat tua, bahkan berasal dari tradisi lebih dari 1.500 tahun lalu.

Sebagai informasi, foto Kiswah Kakbah ada pada Epstein Files, tepatnya di dokumen bernama 'EFTA01201030'.

Foto tersebut menampilkan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein bersama seseorang yang tampak dari Timur Tengah.

Mereka sedang memandangi Kiswah Kakbah yang diletakkan di lantai. Kiswah Kakbah sendiri disucikan oleh umat beragam Islam di seluruh dunia.

Kain penutup Kakbah tersebut memuat tulisan berisi lafaz Allah, kalimat Syahadat, Tauhid, dan doa-doa.

Bangunan di tengah-tengah masjid paling suci dalam agama Islam, Masjidilharam, Mekah diketahui menggunakan kiswah sebagai penutup.

Kiswah Kakbah dalam Epstein Files. (DOJ, EFTA01201030)

Kakbah sendiri merupakan bangunan sakral karena berfungsi sebagai kiblat orang Islam di seluruh dunia saat melakukan salat.

Pada dokumen 'EFTA01201030', terdapat seseorang misterius yang mengirim pesan ke Epstein.

Orang misterius itu menyampaikan pesan 'Hati-hati dengan apa yang Anda kira sebagai dompet besar di dalam celana seseorang'. File selanjutnya menampilkan foto Kiswah Kakbah di lantai.

Baca Juga: Epstein Files Singgung Simulasi Pandemi Sebelum COVID-19, Nama Bill Gates Terseret

Menurut sebagian netizen Muslim, foto Kiswah Kakbah dengan lafaz Allah di lantai pada bangunan milik Epstein tentu dianggap sebagai pelecehan. Banyak yang mengecam tindakan dari Jeffrey Epstein.

Apa Itu Epstein Files?

Pada penghujung Januari 2026, Departemen Kehakiman AS (DOJ) secara resmi memublikasikan "Epstein Files" yang mencakup arsip masif berupa tiga juta halaman dokumen, 180 ribu foto, serta 2.000 video.

Berkas-berkas tersebut tidak hanya mengungkap detail kejahatan seksual yang melibatkan Jeffrey Epstein (seorang pemodal Amerika yang dikenal sebagai pelaku pedofilia, pemerkosa berantai, dan tersangka perdagangan manusia) tetapi juga memuat data global mengenai rencana investasi serta perkembangan ekonomi dunia.

Sejarah Kiswah Kakbah

Kiswah atau kiswa (كسوة الكعبة) merupakan kain yang menutupi Ka'bah di Mekah, Arab Saudi.

Kain itu dihiasi oleh kaligrafi indah berbahasa Arab menggunakan khat Tsulutsi (font Tsuluts). Tulisan dirangkai dari benang emas dan perak.

Pada bagian pintu Kakbah, tertera tulisan "Soniat hazihi al-kiswah fi Makkah al-Mukarramah wa ahdaha ila al-Ka'bah al-Musyarrafah Khadim al-Haramain asy-Syarifain..."

Itu artinya kain ini dibuat di Makkah dan dihadiahkan kepada Kakbah oleh Pelayan Dua Tanah Suci (Raja Arab Saudi).

Kain penutup juga memuat kalimat zikir seperti Ya Allah (diikuti nama-nama seperti Ya Hannan, Ya Mannan), Subhanallah hi Wabihamdi hi Subhanallah hil azeem, Allah Akbar, serta Ya Hayyu Ya Qayyum.

Tradisi menutup Kakbah sendiri sudah ada bahkan pada masa Pra-Islam.

Pada awalnya, Kakbah tidak selalu tertutup kain. Tradisi menyelimuti Kakbah dimulai oleh Raja Yaman yang bernama Tubba’ al-Himyari, yang bermimpi memberikan penutup pada Kakbah.

Ada pula catatan tentang Adnan bid Ad (keturunan dari Nabi Ismail bin Ibrahim) yang membuat kiswah dari bahan kulit unta.

Adnan bid Ad lantas menutup Kakbah menggunakan kain kasar lantas melapisinya lagi dengan daun kurma.

Setelah Fathu Makkah (Pembebasan Makkah), Nabi Muhammad SAW tetap menjaga tradisi ini namun menggunakan kain berkualitas dari Yaman (kain Al-Yamania).

Para penerus Nabi Muhammad melanjutkan tradisi pemasangan kiswah, dengan Umar al-Khattab menjadi khalifah pertama yang mengirimkan kiswah Mesir (terbuat dari linen putih yang dikenal sebagai qubati, sejenis linen bersulam).

Mengutip Arab News dan The National, prosesi penggantian kain penutup Ka’bah, atau Kiswah, merupakan tradisi tahunan yang sakral pada setiap 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan momen puncak haji saat jemaah bertolak ke Arafah.

Menariknya, kain lama yang dilepas tidaklah disia-siakan, kain tersebut dipotong menjadi bagian-bagian kecil untuk dihadiahkan kepada tokoh penting, lembaga resmi, hingga museum di seluruh dunia.

Karena distribusinya yang eksklusif, potongan kain ini dianggap sebagai artefak bernilai sejarah dan religi yang sangat tinggi.

Salah satu buktinya adalah tirai pintu Ka’bah yang kini terpanjang megah di Markas Besar PBB sebagai pemberian resmi dari Kerajaan Arab Saudi.

Kemegahan Kiswah sendiri lahir dari tangan para perajin profesional di bengkel khusus Kota Makkah melalui standar kualitas dan religiositas yang luar biasa ketat.

Terbuat dari sutra putih murni yang dicelup warna hitam, kain ini dihiasi dengan sulaman ayat suci Al-Qur’an menggunakan benang emas dan perak asli.

Melalui kombinasi material mewah dan keterampilan tangan yang presisi, setiap lembar Kiswah bukan sekadar kain penutup, melainkan sebuah mahakarya seni Islam yang tiada bandingnya.

Load More