- Pemerintah mewajibkan registrasi SIM menggunakan biometrik melalui Permen Kominfo No 7 Tahun 2026 untuk menekan kejahatan siber.
- Pengamat menilai kebocoran data biometrik sangat berbahaya karena data tersebut bersifat permanen dan sulit diubah.
- Para pakar menekankan bahwa implementasi kebijakan ini memerlukan standar keamanan tinggi serta pengawasan ketat pemerintah.
Suara.com - Lewat Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 7 Tahun 2026, pemerintah mewajibkan proses registrasi SIM menggunakan teknologi biometrik untuk memastikan identitas pelanggan benar-benar valid.
Tujuannya jelas menekan penyalahgunaan nomor seluler untuk penipuan, spam, hingga kejahatan siber.
Namun di balik ambisi memperkuat verifikasi identitas, muncul kekhawatiran serius soal risiko kebocoran data.
“Kalau Bocor, Ngeri Kita!”
Pengamat telekomunikasi, Kamilov Sagala, menilai penggunaan biometrik menyimpan potensi bahaya yang tidak kecil, terutama jika tata kelola dan sistem keamanannya tidak benar-benar solid.
“Biometrik itu berisiko loh, kalau bocor, ngeri kita!” tegas Kamilov saat ditemui usai diskusi Morning Tech di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, data biometrik bukan sekadar nomor induk atau alamat email yang bisa diganti ketika diretas. Sidik jari, wajah, atau identitas biologis lain bersifat permanen.
“Bagi mereka yang punya data, bisa mengendalikan kita nih!” imbuhnya.
Ia memperingatkan bahwa kebocoran biometrik bisa membuka ruang kontrol yang jauh lebih dalam dibandingkan kebocoran data biasa.
Baca Juga: Pakar Ungkap Alasan Pembatasan 1 NIK 3 Nomor per Operator
“Bayangkan kalau diatur oleh kelompok tertentu yang punya data. Selesai kita!”
Kamilov juga menyoroti potensi penyalahgunaan data untuk pemetaan profil individu secara menyeluruh.
“Dia bisa mapping, kesehatannya, keuangannya,” katanya.
Menurutnya, setiap kebocoran data memang berbahaya, tetapi dalam konteks biometrik, tingkat kerawanannya meningkat berkali lipat.
“Tapi dengan biometrik, lebih rawan lagi.”
Niat Baik, Tapi Harus Diawasi Ketat
Berita Terkait
-
Registrasi Kartu SIM Gunakan Biometrik, Pakar Ungkap Risiko Bocor yang Dampaknya Seumur Hidup
-
Rencana Registrasi SIM Pakai Data Biometrik Sembunyikan 3 Risiko Serius
-
Registrasi Kartu SIM Berbasis Biometrik Picu Kekhawatiran Keamanan Data Pribadi
-
Registrasi SIM Card Pakai Face Recognition Mulai 2026, Operator Seluler Klaim Siap Tempur
-
Hindari Kebocoran Data: Panduan Lengkap Memperbaiki HP Android yang Kena Hack
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Cara Mendapatkan Natan Sanguine Steward Mobile Legends dan Tips Menggunakannya
-
5 Rekomendasi HP Android Kamera Terbaik 2026, Harga Mulai Rp5 Juta
-
6 Pilihan HP Baru Rp1 Jutaan RAM Besar, Cocok Buat Pelajar Anti Lemot
-
4 Pilihan HP Samsung Baterai Jumbo Mulai Rp2 Jutaan, Awet Dipakai Seharian
-
6 HP Rp2 Jutaan yang Tahan Banting: Performa Oke, Aman Dipakai Harian
-
Mengenal Handala Hack Team, Hacker Pro Palestina yang Serang Sistem FBI
-
3 Cara Mengunci Aplikasi di HP OPPO untuk Menjaga Privasi Data Anda
-
Mengenal Fitur Aplikasi The White House yang Dirilis Donald Trump, Tapi Picu Kecaman
-
Fenomena Pink Moon April 2026 Bisa Dilihat di Indonesia? Catat Waktu dan Cara Menyaksikannya
-
61 Kode Redeem FF 30 Maret 2026: Klaim Skin Gratis Sebelum Mega Update OB53 Tema Air