Tekno / Internet
Rabu, 18 Februari 2026 | 11:55 WIB
Ilustrasi email. [Shutterstock]
Baca 10 detik
  • Pada tahun 2025, 44,99 persen email global mengandung spam, dengan lebih dari 144 juta lampiran berbahaya terdeteksi.
  • Asia Pasifik memimpin dalam deteksi antivirus email sebesar 30 persen, sementara China memiliki lampiran berbahaya tertinggi (14 persen).
  • Tren ancaman meliputi pengalihan ke pesan instan dan penggunaan kode QR untuk menyamarkan tautan phishing dalam email.

"Komodifikasi AI generatif telah secara signifikan memperkuat ancaman ini, memungkinkan penyerang untuk membuat pesan phishing yang meyakinkan dan personal dalam skala besar dengan upaya minimal, secara otomatis menyesuaikan nada, bahasa, dan konteks sesuai dengan target tertentu,” tutupnya.

Load More