- Presiden Direktur TMMIN mengakui pengiriman kendaraan Toyota Indonesia ke Timur Tengah tertunda akibat konflik Teluk.
- TMMIN tetap memproduksi mobil sesuai permintaan, namun menyimpannya di stockyard sambil menunggu situasi mereda.
- Sekitar 20 persen ekspor tahunan mobil Toyota Indonesia dialokasikan untuk pasar Timur Tengah.
Suara.com - Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto mengakui pihaknya kini belum bisa mengirim kendaraan ke Timur Tengah imbas konflik di Teluk yang melibatkan Amerika Serikat, Israel dan Iran.
Nandi, di Jakarta, Jumat (6/3/2026), mengatakan saat ini pihaknya masih terus memproduksi mobil sesuai permintaan dari Timur Tengah tetapi alih-alih langsung dikirim TMMIN akan menyimpan mobil produksiannya di stockyard.
"Komitmen kami dengan importir tidak ada perubahan. Tapi karena logistik terganggu, pengirimannya menunggu situasi mereda," terang Nandi.
Lebih lanjut Nandi mengatakan bahwa sekitar 20 persen dari ekspor mobil Toyota Indonesia setiap tahun di kirim ke Timur Tengah. Sisanya dikirim ke Amerika Latin, Afrika dan Asia Tenggara. Pada 2025 kemarin, Toyota Indonesia mengekspor hampir 300.000 unit mobil ke lebih dari 100 negara di dunia.
Nandi juga mengatakan saat ini pihaknya masih berusaha menambah pasar ekspor lain untuk mengurangi risiko akibat konflik di Teluk.
Keputusan TMMIN ini sedikit berbeda dengan kebijakan Toyota Motor di Jepang. Dilansir dari NHK, Toyota akan mengurangi produksi secara drastis pada bulan Maret untuk kendaraan yang ditujukan bagi pasar Timur Tengah karena konflik di Iran.
Toyota akan memangkas produksi hingga 20.000 kendaraan atau sebagian besar pengiriman bulanan perusahaan dari Jepang ke wilayah tersebut.
Sumber-sumber mengatakan rencana tersebut mencakup periode 9 hingga 31 Maret dan Toyota telah memberi tahu para pelanggannya..
Tahun lalu, Toyota mengekspor sekitar 20.000 hingga 30.000 kendaraan per bulan ke Timur Tengah.
Baca Juga: TMMIN Nilai Pasar Mobil Indonesia 2026 Belum Jelas
Berita Terkait
-
Minyak Mentah Cetak Rekor, Harga Sawit Ikutan Meroket!
-
Terkuak di Dokumen Negara, Toyota Siapkan Mobil MBG? Wujud Boksnya Bikin Salah Fokus
-
Agrinas Tawarkan Pengadaan Pikap Kopdes Merah Putih, Toyota: Harga Tidak Ketemu
-
Berapa Harga Raize Second? Bongkar Pasaran SUV Kompak Idaman Anak Muda dari Toyota
-
Cek Daftar Harga Mobil Toyota Maret 2026, Mulai MPV hingga Sedan
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
Terkini
-
Mending Honda HR-V, Kia Seltos atau Hyundai Creta? Begini Menurut Pakar
-
Diler LEPAS Pertama di Luar Jakarta Resmi Buka di Yogyakarta: Bawa SUV Pintar, Bisa Parkir Sendiri
-
Strategi Motul Kuasai Pasar Oli di Tengah Maraknya Belanja Online
-
6 Mobil Listrik Termurah Pertengahan 2026: Mana yang Paling Layak Dibeli? Ini Kata Pengamat
-
Terpopuler: Recall Toyota 270 Ribu Mesin, Motor Listrik Yadea Bandung-Bogor
-
Memori Manis Setiap Kilometer Bersama Motor Honda
-
Reputasi 'Bandel' di Toyota Jadi Rusak Gara-Gara Mobil Satu Ini, 270 Ribu Mesin Kena Recall
-
Pilihan Mobil PHEV dengan Jarak Tempuh Lebih dari 1.000 KM
-
Motul Hadirkan Standar Baru Pelumas Motor 2 Tak Minim Asap
-
Nabrak pas Naik BYD? Perusahaan Siap Tanggung Kerugian, tapi Begini Syaratnya