Tekno / Internet
Jum'at, 27 Maret 2026 | 14:53 WIB
Logo Google. [Mitchell Luo/Unsplash]
Baca 10 detik
  • Google dan YouTube mendukung PP Tunas, namun menolak pembatasan total akses digital anak di Indonesia.
  • Perusahaan menekankan perlindungan berbasis teknologi terintegrasi serta fleksibilitas kontrol orang tua atas pengalaman daring.
  • Berbagai fitur keamanan dan edukasi digital telah diterapkan, terbukti meningkatkan rasa aman dan akses pembelajaran.

Suara.com - Google dan YouTube menegaskan komitmennya dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi anak-anak, sekaligus mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia melalui PP Tunas.

Namun, keduanya menekankan bahwa pendekatan terbaik bukanlah pembatasan total, melainkan perlindungan berbasis teknologi dan peran orang tua.

“Kami percaya bahwa anak-anak layak mendapatkan ruang untuk belajar, tumbuh, dan bereksplorasi secara aman di dunia daring,” tulis Google dalam situs resminya, Jumat (27/3/2026).

Selama lebih dari satu dekade, Google dan YouTube mengembangkan berbagai sistem keamanan digital untuk generasi muda, tanpa harus membatasi akses mereka sepenuhnya.

Dukung PP Tunas tapi Tolak Larangan Menyeluruh

Google menyatakan sejalan dengan tujuan pemerintah, terutama dalam pendekatan penilaian mandiri berbasis risiko (risk-based self-assessment).

“Pendekatan ini memberikan insentif untuk fitur perlindungan terintegrasi, bukan pelarangan secara menyeluruh,” ujarnya.

Menurut mereka, regulasi ideal seharusnya memberikan fleksibilitas bagi orang tua untuk menentukan pengalaman digital anak sesuai usia, bukan menerapkan blanket ban.

Google mengungkap bahwa fitur pengawasan yang mereka kembangkan telah terbukti efektif di Indonesia.

Baca Juga: Google Klaim Android Lebih Cepat dari iPhone untuk Browsing, Ini Bukti Benchmark Terbarunya

“Sebanyak 92 persen orang tua di Indonesia setuju fitur ini menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan terkontrol,” ungkap perusahaan berbasis di Mountain View itu.

Beberapa fitur unggulan yang diperkenalkan antara lain:

  • Pembatasan waktu menonton YouTube Shorts hingga nol
  • Teknologi verifikasi usia berbasis AI
  • Penguncian layar dan jadwal penggunaan lewat Family Link
  • Fitur digital wellbeing seperti pengingat istirahat dan pembatasan notifikasi malam

Semua ini dirancang untuk memberi kendali lebih besar kepada orang tua.

Google juga menyoroti peran YouTube dalam dunia pendidikan Indonesia.

“YouTube adalah ruang belajar terbuka terbesar di Indonesia,” katanya

Platform ini dinilai membantu pemerataan akses pendidikan, terutama bagi siswa di daerah terpencil.

Load More