- Google dan YouTube mendukung PP Tunas, namun menolak pembatasan total akses digital anak di Indonesia.
- Perusahaan menekankan perlindungan berbasis teknologi terintegrasi serta fleksibilitas kontrol orang tua atas pengalaman daring.
- Berbagai fitur keamanan dan edukasi digital telah diterapkan, terbukti meningkatkan rasa aman dan akses pembelajaran.
“Menghapus akun di bawah 16 tahun berisiko menciptakan kesenjangan pengetahuan,” tambah perusahaan.
Data menunjukkan sekitar 90 persen orang tua di Indonesia merasa YouTube mempermudah akses pembelajaran.
Tak hanya itu, ekosistem ini juga didukung para kreator edukasi lokal (edukreator) yang berkontribusi pada ekonomi digital nasional.
Fokus pada Kesehatan Digital, Bukan Sekadar Batasan
Google menekankan bahwa perlindungan anak di internet harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Beberapa inisiatif yang telah dilakukan:
- Pelatihan 2.500 guru BK bersama pemerintah daerah
- Penyusunan panduan kesejahteraan digital dengan institusi medis dan akademik
- Program Youth Champions untuk edukasi keamanan digital di kalangan remaja
Ke depan, Google mendorong adanya dialog terbuka antara pemerintah dan pelaku industri teknologi.
“Kerangka kerja berbasis risiko diperlukan untuk mengatasi bahaya daring tanpa mengorbankan akses informasi,” tulis Google lagi.
Google juga menyatakan siap mengikuti mekanisme penilaian mandiri dalam implementasi PP Tunas sebagai bentuk komitmen terhadap keamanan digital.
Baca Juga: Google Klaim Android Lebih Cepat dari iPhone untuk Browsing, Ini Bukti Benchmark Terbarunya
Berita Terkait
-
PP Tunas Terbit, Komdigi Klaim Bisa Lindungi 70 Juta Anak di Bawah Umur dari Medsos
-
Ada PP Tunas, Mendagri Janjikan Insentif ke Pemda Jika Batasi Anak Main Medsos
-
7 Aplikasi Pantau Kemacetan Mudik Lebaran 2026 Selain Google Maps
-
Cara Pakai Google Maps Offline, Tetap Bisa Navigasi saat Mudik Tanpa Internet
-
Aplikasi Google Translate Hadirkan Fitur Pin, Begini Cara Kerjanya
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
HP Baru April 2026: Oppo, Huawei, Redmi, dan Honor Siap Rilis, Ini Daftar Lengkapnya!
-
63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
-
Teaser Feel the Wind nubia Bikin Penasaran, HP Gaming Baru dengan Pendingin Canggih ala REDMAGIC?
-
Bujet Rp5 Jutaan Dapat iPhone Apa? Ini 5 Pilihan yang Masih Layak Dibeli
-
WhatsApp iPhone Kini Bisa Multi-Akun dan Transfer Chat ke Android, Ini Fitur Barunya
-
5 Rekomendasi HP untuk Driver Ojol yang Awet Jangka Panjang, Harga Rp2 Jutaan
-
Motorola Razr 70 Ultra Bocor: Desain Baru, Layar 7 Inci, Siap Tanding Samsung Galaxy Z Fold 8
-
Apple Perluas Manufaktur di AS, Gandeng Bosch hingga TSMC untuk Produksi iPhone dan AI
-
iPhone Terbaru 2027 Diprediksi Usung Sensor Sony 200 MP, Pakai Teknologi Anyar
-
Apa Itu Siklon Tropis Narelle? Ini Dampaknya di Indonesia