Tekno / Internet
Jum'at, 27 Maret 2026 | 14:53 WIB
Logo Google. [Mitchell Luo/Unsplash]
Baca 10 detik
  • Google dan YouTube mendukung PP Tunas, namun menolak pembatasan total akses digital anak di Indonesia.
  • Perusahaan menekankan perlindungan berbasis teknologi terintegrasi serta fleksibilitas kontrol orang tua atas pengalaman daring.
  • Berbagai fitur keamanan dan edukasi digital telah diterapkan, terbukti meningkatkan rasa aman dan akses pembelajaran.

“Menghapus akun di bawah 16 tahun berisiko menciptakan kesenjangan pengetahuan,” tambah perusahaan.

Ilustrasi tampilan Youtube Kids. [Suara.com/Youtube Kids]

Data menunjukkan sekitar 90 persen orang tua di Indonesia merasa YouTube mempermudah akses pembelajaran.

Tak hanya itu, ekosistem ini juga didukung para kreator edukasi lokal (edukreator) yang berkontribusi pada ekonomi digital nasional.

Fokus pada Kesehatan Digital, Bukan Sekadar Batasan

Google menekankan bahwa perlindungan anak di internet harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Beberapa inisiatif yang telah dilakukan:

  • Pelatihan 2.500 guru BK bersama pemerintah daerah
  • Penyusunan panduan kesejahteraan digital dengan institusi medis dan akademik
  • Program Youth Champions untuk edukasi keamanan digital di kalangan remaja

Ke depan, Google mendorong adanya dialog terbuka antara pemerintah dan pelaku industri teknologi.

“Kerangka kerja berbasis risiko diperlukan untuk mengatasi bahaya daring tanpa mengorbankan akses informasi,” tulis Google lagi.

Google juga menyatakan siap mengikuti mekanisme penilaian mandiri dalam implementasi PP Tunas sebagai bentuk komitmen terhadap keamanan digital.

Baca Juga: Google Klaim Android Lebih Cepat dari iPhone untuk Browsing, Ini Bukti Benchmark Terbarunya

Load More