- Badai matahari berawal dari lapisan tersembunyi bernama tachocline, 200.000 km di bawah permukaan Matahari.
- Tachocline menghasilkan gesekan plasma kuat yang memperkuat medan magnet pemicu utama badai Matahari.
- Penemuan ini memungkinkan prediksi badai matahari bertahun-tahun lebih awal daripada metode sebelumnya.
Suara.com - Badai matahari selama ini dikenal sebagai fenomena dahsyat yang bisa mengganggu satelit, komunikasi, hingga jaringan listrik di Bumi. Kini, para ilmuwan berhasil mengungkap asal-usulnya, bukan dari permukaan Matahari, melainkan dari lapisan tersembunyi jauh di dalamnya.
Penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Scientific Reports mengungkap bahwa sumber utama badai matahari berasal dari lapisan bernama tachocline. Lapisan ini berada sekitar 200.000 kilometer di bawah permukaan Matahari.
Apa Itu Tachocline?
Tachocline adalah zona tipis yang menjadi batas antara dua bagian penting Matahari, yakni Zona konveksi (lapisan luar yang penuh turbulensi) dan Zona radiasi (lapisan dalam yang lebih stabil).
Di wilayah ini terjadi perubahan kecepatan rotasi yang sangat drastis. Perbedaan ini menciptakan gesekan kuat pada plasma bermuatan, yang kemudian memperkuat medan magnet Matahari, sebagai pemicu utama badai matahari.
Dilacak dari “Riak” di Permukaan Matahari
Dilansir dari laman Gadget360, Selasa (31/3/2026), tim ilmuwan dari New Jersey Institute of Technology menggunakan data selama hampir 30 tahun dari satelit SOHO NASA dan jaringan teleskop GONG.
Instrumen ini mampu mendeteksi getaran kecil atau “riak” di permukaan Matahari yang sebenarnya berasal dari aktivitas di bagian dalamnya.
Hasilnya, para peneliti menemukan pola unik berupa pita plasma berputar di tachocline yang membentuk pola seperti kupu-kupu. Pola ini mirip dengan pergerakan bintik matahari yang bergerak menuju khatulistiwa setiap siklus 11 tahun.
Baca Juga: Link Live Streaming Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026, Fenomena 'Cincin Api'
Badai matahari, seperti flare dan lontaran massa koronal, bisa berdampak besar pada teknologi di Bumi. Gangguan yang ditimbulkan antara lain, kerusakan satelit, gangguan sinyal komunikasi, dan risiko pada jaringan listrik.
Selama ini, banyak model prediksi hanya fokus pada aktivitas di permukaan Matahari. Namun, temuan ini menunjukkan bahwa proses jauh di dalam Matahari, khususnya di tachocline,memegang peran penting.
Menuju Sistem Peringatan Dini Badai Matahari
Hal paling menarik, perubahan di lapisan dalam Matahari ternyata terjadi bertahun-tahun sebelum terlihat di permukaan. Artinya, ilmuwan berpotensi mendeteksi tanda-tanda badai matahari jauh lebih awal.
Dengan memahami mekanisme ini, para peneliti berharap bisa mengembangkan sistem peringatan dini cuaca antariksa yang lebih akurat.
Penemuan ini membuka peluang besar untuk melindungi teknologi modern dari ancaman badai matahari di masa depan, mulai dari satelit GPS hingga infrastruktur listrik global.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
Terkini
-
Pembahasan di Kementerian Sudah Selesai, Perpres Ojol Tinggal Diumumkan Mensesneg
-
Mikroplastik Ditemukan pada Garam Laut di Lombok, Akankah Ganggu Keamanan Pangan?
-
7 Kombinasi Serum Hanasui untuk Cegah Kerutan Hingga Cerahkan Wajah
-
Saling Lempar Senyum, Jokowi Beri Jempol Usai Dengarkan Pidato Prabowo
-
Disabilitas Jangan Sampai Tersisih! Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Perusahaan Lebih Terbuka
-
Prabowo: Garuda Indonesia (GIAA) Bakal Untung di Awal 2027, 20 Pesawat Reaktivasi!
-
Pengelolaan Berantakan, Prabowo Mau Usut Direksi BUMN 30 Tahun Terakhir
-
Iran Jadi Negara Pertama Ucapkan HUT RI ke-81: Semoga Allah SWT Limpahkan Kebahagiaan
-
Efek Samping Menanam Pohon Jambu di Depan Rumah Menurut Feng Shui
-
Ikhlas Tinggalkan MotoGP, Jack Miller Siap Buktikan Diri di WorldSBK 2027