Tekno / Internet
Minggu, 05 April 2026 | 16:21 WIB
Benda bercahaya di langit Lampung 4 April 2026 dikira rudal atau meteor, padahal sampah antariksa. (X)
Baca 10 detik
  • Cahaya misterius di langit Lampung teridentifikasi sebagai sampah antariksa Roket China CZ-3B.

  • BRIN mengonfirmasi puing roket terbakar saat memasuki atmosfer pada ketinggian rendah.

  • Roket China CZ-3B merupakan kendaraan peluncur satelit dengan tingkat keberhasilan tinggi.

Sekitar pukul 19:56 WIB, objek tersebut turun ke ketinggian di bawah 120 km dan memasuki atmosfer padat, sehingga terbakar dan pecah akibat gesekan ekstrem.

Fenomena ini terlihat jelas karena material logam roket yang berpijar menghasilkan cahaya terang menyerupai bola api, namun dengan kecepatan yang lebih lambat dibanding meteoroid.

BRIN memastikan bahwa peristiwa ini adalah proses alamiah hancurnya benda buatan manusia saat kembali ke atmosfer.

Pihak berwenang pun terus memantau pergerakan sampah antariksa lainnya guna menjamin keamanan wilayah udara dan daratan Indonesia.

Mengenal Roket China CZ-3B

Long March 3B (CZ-3B) merupakan kendaraan peluncuran orbital yang biasanya mempunyai misi mengangkut satelit komunikasi.

Kendaraan peluncur orbital tiga tahap itu mulai beroperasi sejak tahun 1996 dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang.

Sebagai varian terberat dalam keluarga Long March 3, roket ini dirancang khusus dengan empat pendorong tambahan untuk menempatkan satelit komunikasi dan navigasi ke orbit geosinkron.

Pengembangan roket terus berevolusi melalui versi penyempurnaan seperti 3B/E untuk meningkatkan kapasitas muatan, serta menjadi fondasi bagi pengembangan varian menengah Long March 3C.

Baca Juga: BRIN Bongkar Misteri Benda Langit di Lampung, Ternyata Sampah Roket China CZ-3B yang Jatuh

Sepanjang sejarah operasionalnya, seri Long March 3B mencatat pencapaian signifikan sebagai roket Long March pertama yang mencapai 100 peluncuran orbit dengan tingkat keberhasilan kumulatif sebesar 96,5 persen.

Meskipun sempat diwarnai insiden fatal pada penerbangan perdana tahun 1996 dan beberapa anomali teknis pada satelit Agila 2 serta Palapa-D, roket ini membuktikan keandalannya melalui puluhan peluncuran sukses berturut-turut.

Hingga akhir 2025, roket CZ-3B tetap menjadi andalan utama China dalam mendukung infrastruktur satelit internasional maupun domestik.

Load More