News / Internasional
Jum'at, 03 April 2026 | 16:50 WIB
Rudal Iran (Tsnimnews)
Baca 10 detik
  • Laporan intelijen Amerika Serikat pada 2 April 2026 menyatakan kapasitas rudal dan drone Iran masih tetap signifikan.
  • Sekitar separuh peluncur rudal serta ribuan drone Iran dilaporkan utuh berkat penyimpanan di jaringan terowongan bawah tanah.
  • Temuan ini membantah klaim Presiden Donald Trump yang sebelumnya menyebut kekuatan militer Iran telah hancur lebur sepenuhnya.

Suara.com - Penilaian intelijen terbaru dari Amerika Serikat (AS) menyajikan gambaran yang sangat kontras dengan klaim Presiden Donald Trump mengenai kekuatan militer Iran.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa Iran masih mempertahankan kapasitas peluncuran rudal yang sangat signifikan, meskipun telah menjadi target serangan udara masif AS dan Israel selama lima minggu terakhir.

Menurut tiga sumber yang mengetahui laporan rahasia tersebut, sekitar separuh dari total peluncur rudal Iran dilaporkan masih utuh dan operasional.

Lebih mengkhawatirkan lagi, ribuan drone kamikaze atau pesawat nirawak bunuh diri juga masih tersimpan dengan aman di gudang senjata Teheran, siap untuk dikerahkan kapan saja.

Seorang sumber intelijen bahkan memberikan peringatan keras mengenai potensi ancaman yang masih sangat nyata dari Iran.

"Mereka masih sangat siap untuk menciptakan kekacauan total di seluruh kawasan," ujarnya, sebagaimana dilansir CNN, Kamis (2/4/2026).

Laporan tersebut merinci bahwa sekitar 50 persen dari total kemampuan drone Iran masih tersedia.

Selain itu, sebagian besar armada rudal jelajah pertahanan pesisir Iran juga sama sekali tidak tersentuh.

Hal ini disebabkan karena kampanye serangan udara AS tidak memprioritaskan aset-aset militer di pesisir, yang justru menjadi kunci bagi Iran untuk mengancam jalur pelayaran vital di Selat Hormuz.

Baca Juga: Trump Pecat Jaksa Agung Pam Bondi, Buntut Skandal Epstein dan Gagal Jerat Lawan Politik

Faktor lain yang membuat kekuatan rudal Iran tetap bertahan adalah strategi mereka dalam menyembunyikan banyak peluncur di dalam jaringan terowongan dan gua bawah tanah yang sangat luas, sehingga sulit untuk dideteksi dan dihancurkan.

Temuan intelijen ini secara langsung membantah klaim optimistis yang sebelumnya disampaikan oleh Presiden Donald Trump.

Dalam sebuah pidato pada Rabu (1/4/2026) malam, Trump dengan percaya diri menyatakan bahwa kekuatan militer Iran telah hancur lebur.

"Kemampuan Iran untuk meluncurkan rudal dan drone telah berkurang drastis, dan pabrik senjata serta peluncur roket mereka telah hancur berkeping-keping, hanya sedikit yang tersisa," tegas Donald Trump.

Load More