- Riset Kaspersky menunjukkan 84 persen pengguna global kini lebih memilih menyimpan data pribadi secara digital daripada fisik.
- Metode penyimpanan digital yang paling banyak digunakan meliputi perangkat keras komputer serta layanan berbasis cloud yang praktis.
- Kaspersky menyarankan strategi cadangan data 3-2-1 serta autentikasi dua faktor untuk meminimalisir risiko keamanan informasi penting pengguna.
Sebanyak 98 persen responden sudah melakukan perlindungan data, namun 36 persen masih menggunakan password sederhana. Ini dinilai berisiko tinggi.
Solusinya adalah menggunakan autentikasi dua faktor (2FA) atau teknologi passkey untuk perlindungan ekstra.
3. Aktifkan Backup Otomatis
Fitur backup otomatis seperti di layanan cloud dapat membantu pengguna menghindari kehilangan data penting tanpa harus melakukannya secara manual.
Pentingnya Prioritas dalam Backup Data
Wakil Presiden Bisnis Konsumen Kaspersky, Marina Titova, menekankan pentingnya strategi dalam mengelola data digital.
“Kita semua tahu bahwa pencadangan itu penting, tetapi sebagian besar dari kita tidak pernah melakukannya karena kita mencoba mencadangkan semuanya sekaligus dan itu menjadi sangat merepotkan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (6/4/2026).
Ia menyarankan agar pengguna mulai memilah data berdasarkan tingkat kepentingannya.
“Otomatiskan pencadangan waktu nyata untuk hal-hal penting, jadwalkan pencadangan mingguan atau bulanan untuk sisanya. Dan untuk data sensitif seperti kata sandi dan ID, gunakan solusi khusus kami dengan brankas rahasia untuk menjaganya tetap aman,” katanya.
Baca Juga: Film Super Mario Galaxy Hadirkan Hadiah Digital, Bawa Ponsel untuk Klaim
Menurutnya, pendekatan ini membuat perlindungan data menjadi lebih efektif tanpa membebani pengguna.
“Ketika mengotomatiskan dan memprioritaskan, kamu melindungi apa yang benar-benar penting tanpa menjadi kewalahan,” tambahnya.
Berita Terkait
-
PP Tunas 2026: Bahaya Algoritma Media Sosial untuk Anak, Ini Alasan Regulasi Jadi Penting
-
Nuon Siap Kuasai Pasar 175 Juta Gamer dengan Ekosistem Digital Terintegrasi
-
Pemerintah Panggil Google dan Meta agar Patuhi PP TUNAS
-
Amartha Luncurkan Platform Donasi Digital Empower, Dorong Ekonomi Desa dan UMKM
-
Singapura Siapkan SDM AI dan Data Center, Kolaborasi ITE dan BDx Buka Peluang Karier Masa Depan
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Cara Hemat Setelah Ramadan 2026, Fitur Baru ShopeePay Bantu Atur Pengeluaran Harian
-
56 Kode Redeem FF Terbaru 6 April 2026: Ada Bundle Funny Ring, Panther, dan Diamond
-
ManageEngine Rilis Sistem Keamanan AI Terbaru, Ancaman Siber Bisa Dihentikan Otomatis!
-
5 Laptop ASUS Vivobook Termurah 2026, Mulai Rp 4 Jutaan untuk Pelajar dan Pekerja!
-
7 Rekomendasi Smartwatch yang Bagus, Awet Dipakai Bertahun-tahun
-
33 Kode Redeem FC Mobile Aktif 6 April 2026, Hadiah Gems dan FC Points hingga 9.999.999
-
HP Rp1 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan yang Masih Worth It Dibeli Tahun 2026
-
Baterai Smartwatch Boros? Coba 7 Trik Ini agar Awet Lebih Lama
-
Bocoran Realme Narzo 100 Lite 5G, Harga Rp2 Jutaan, Layar 144Hz dan Baterai 7.000mAh Jadi Andalan
-
Apa Saja Sampah Antariksa? Misteri Cahaya di Langit Lampung yang Terungkap