- IGRS sedang ramai diperbincangkan di kalangan gamer Indonesia karena kontroversi klasifikasi game.
- Beberapa game dewasa dikategorikan "3+", sementara judul populer lain masuk Not Fit For Distribution.
- Jauh sebelum IGRS, ada ESRB dan PEGI yang sudah puluhan tahun menjadi acuan global untuk rating game.
Suara.com - Indonesia Game Rating System (IGRS) tengah ramai diperbincangkan dan memicu kontroversi di media sosial serta komunitas gamer di Tanah Air.
Sejak platform resminya diluncurkan pada akhir 2025 dan mulai wajib diterapkan pada Januari 2026, implementasi IGRS terus menimbulkan perdebatan.
Terkini, publik menyoroti bahwa sejumlah judul game dengan konten dewasa justru diklasifikasikan sebagai "3+" oleh IGRS, sehingga menimbulkan kebingungan.
Di sisi lain, sejumlah game populer masuk kategori "Not Fit For Distribution", yang artinya diblokir di Indonesia dan tidak boleh dijual, diimpor, atau didistribusikan.
Terlepas dari masalah ini, jauh sebelum polemik ini mencuat, komunitas game global sebenarnya sudah lama mengenal sistem klasifikasi usia seperti ESRB dan PEGI.
Sistem Rating Game Sudah Ada Sejak Puluhan Tahun Lalu
Sistem klasifikasi usia untuk game bukan hal yang baru di dunia. Sebelum IGRS hadir, dunia game internasional sudah punya dua sistem rating, yaitu ESRB serta PEGI.
Kedua sistem ini sudah berjalan puluhan tahun dan menjadi acuan utama bagi developer serta distributor game di seluruh dunia.
ESRB: Sistem Rating Game dari Amerika Serikat
Entertainment Software Rating Board (ESRB) lahir pada tahun 1994 di Amerika Serikat. Munculnya sistem ini dipicu oleh kontroversi besar di awal 1990-an.
Kala itu, game seperti Mortal Kombat dan Night Trap menuai protes keras karena menampilkan kekerasan serta darah yang sangat realistis. Orang tua dan anggota Kongres Amerika khawatir anak-anak terpengaruh negatif.
Baca Juga: Apa Itu IGRS? Viral Usai Game Populer Kena Blokir
Akhirnya, industri game membentuk badan independen bernama ESRB untuk memberi label usia yang jelas.
Sistem ESRB menggunakan huruf sebagai penanda, seperti E (Everyone) untuk semua umur, E10+ untuk usia 10 tahun ke atas, T (Teen) untuk remaja 13 tahun ke atas, M (Mature 17+) untuk dewasa, hingga AO (Adults Only 18+).
Setiap rating juga dilengkapi deskriptor konten yang rinci, seperti "blood and gore", "strong language", "sexual content", atau "violence".
PEGI: Standar Rating Game di Eropa
Pan European Game Information (PEGI) mulai digunakan secara resmi di Eropa pada tahun 2003.
Sebelumnya, beberapa negara Eropa memiliki sistem rating masing-masing, namun akhirnya disatukan agar lebih mudah diterapkan secara konsisten.
PEGI menggunakan angka usia yang dicetak besar di dalam kotak berwarna, yaitu 3, 7, 12, 16, dan 18.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
iQOO Pad 6 Pro Andalkan Chipset Terkencang Snapdragon, Harga Tembus Rp11 Jutaan
-
Axioo Gandeng Primacom Bangun Infrastruktur AI Lokal, Dorong Kedaulatan Data Indonesia
-
Acer Rilis Laptop AI Swift Series Terbaru, Copilot+ PC Tipis dengan Baterai Tahan 26 Jam
-
Vivo Y600 Turbo Debut 25 Mei dengan Baterai Jumbo, Vivo Y500 Bersiap ke Indonesia
-
Spesifikasi iQOO 15T: Usung Dimensity 9500 Monster Edition dan Kamera 200 MP
-
Setelah Bertahun-tahun Hilang, Fortnite Resmi Kembali ke App Store
-
7 Pilihan HP Snapdragon RAM 12 GB Anti Lemot untuk Gaming
-
POCO Pad C1 Muncul di Situs Resmi, Tablet Murah Terbaru Bersiap ke Indonesia
-
7 HP Snapdragon 8 Elite Gen 5, Performa Gahar untuk Gaming dan Multitasking
-
Resmi Tantang Xiaomi 15T Pro, iQOO 15T Andalkan Chip Flagship Terbaru dan RAM 16 GB