Tekno / Game
Senin, 06 April 2026 | 17:45 WIB
Game Darwin's Paradox. (Konami via Polygon)
Baca 10 detik
  • Konami merilis game Darwin's Paradox dengan ulasan sangat positif di Steam.
  • Game ini mengusung genre puzzle-platformer yang berfokus pada karakter gurita.
  • Pemain menantang teka-teki di fasilitas UFOOD menggunakan kemampuan alami gurita.

Suara.com - Konami merilis game baru pekan ini, tapi itu bukan Metal Gear Solid atau Silent Hill anyar. Menawarkan gameplay unik, game baru Konami bernama Darwin's Paradox resmi meluncur di berbagai platform pada awal April 2026.

Pantauan via Steam, Darwin's Paradox langsung menerima ulasan 'Sangat Positif' dari ratusan gamer PC.

Darwin's Paradox merupakan sebuah IP orisinal yang membuktikan bahwa raksasa game asal Jepang ini masih punya taji untuk berinovasi.

Dikembangkan oleh developer asal Prancis, ZDT Studio, game ini menawarkan petualangan yang segar dan memikat.

Darwin's Paradox tergolong sebagai game puzzle-platformer 2.5D di mana pemain mengendalikan seekor gurita biru bernama Darwin.

Ceritanya dimulai ketika Darwin dan temannya diculik oleh UFO dan dibawa ke fasilitas produksi makanan misterius bernama "UFOOD".

Game Darwin's Paradox. (Konami via Steam)

Tugas Anda adalah melarikan diri, menyelamatkan teman, dan mengungkap rahasia kelam di balik perusahaan tersebut.

Jika Anda menikmati game platformer dengan tempo yang lebih santai dan penuh teka-teki seperti Unravel atau Inside, maka game ini akan terasa sangat familier dan menyenangkan.

Kekuatan utama Darwin's Paradox terletak pada mekanik gameplay yang kreatif, terinspirasi dari kemampuan alami seekor gurita.

Baca Juga: Game The Lord of the Rings Baru dalam Pengembangan, Dua Studio Raksasa Terlibat

Darwin dapat menempel di berbagai permukaan, menembakkan tinta untuk mengganggu musuh, dan berkamuflase dengan lingkungan sekitarnya.

Mengutip Polygon, kemampuan ini dieksplorasi secara cerdas dalam berbagai tantangan, membuat setiap level terasa unik meskipun berlatar di fasilitas industri yang sama.

Ditambah lagi, animasi yang menawan dan arahan seni yang indah membuat petualangan yang berdurasi kurang dari enam jam menjadi sangat berkesan dari awal hingga akhir.

Meskipun begitu, game ini bukannya tanpa cela. Beberapa segmen platforming terasa sedikit kaku, dan penempatan titik penyimpanan (checkpoint) yang terkadang terlalu jarang bisa menimbulkan sedikit frustrasi saat gagal.

Anda mungkin harus mengulang bagian cukup lama, tidak secepat game seperti Celeste yang langsung mengembalikan Anda ke aksi.

Namun, kekurangan tersebut tidak cukup untuk menutupi pesona Darwin's Paradox.

Load More