- Konami merilis game Darwin's Paradox dengan ulasan sangat positif di Steam.
- Game ini mengusung genre puzzle-platformer yang berfokus pada karakter gurita.
- Pemain menantang teka-teki di fasilitas UFOOD menggunakan kemampuan alami gurita.
Suara.com - Konami merilis game baru pekan ini, tapi itu bukan Metal Gear Solid atau Silent Hill anyar. Menawarkan gameplay unik, game baru Konami bernama Darwin's Paradox resmi meluncur di berbagai platform pada awal April 2026.
Pantauan via Steam, Darwin's Paradox langsung menerima ulasan 'Sangat Positif' dari ratusan gamer PC.
Darwin's Paradox merupakan sebuah IP orisinal yang membuktikan bahwa raksasa game asal Jepang ini masih punya taji untuk berinovasi.
Dikembangkan oleh developer asal Prancis, ZDT Studio, game ini menawarkan petualangan yang segar dan memikat.
Darwin's Paradox tergolong sebagai game puzzle-platformer 2.5D di mana pemain mengendalikan seekor gurita biru bernama Darwin.
Ceritanya dimulai ketika Darwin dan temannya diculik oleh UFO dan dibawa ke fasilitas produksi makanan misterius bernama "UFOOD".
Tugas Anda adalah melarikan diri, menyelamatkan teman, dan mengungkap rahasia kelam di balik perusahaan tersebut.
Jika Anda menikmati game platformer dengan tempo yang lebih santai dan penuh teka-teki seperti Unravel atau Inside, maka game ini akan terasa sangat familier dan menyenangkan.
Kekuatan utama Darwin's Paradox terletak pada mekanik gameplay yang kreatif, terinspirasi dari kemampuan alami seekor gurita.
Baca Juga: Game The Lord of the Rings Baru dalam Pengembangan, Dua Studio Raksasa Terlibat
Darwin dapat menempel di berbagai permukaan, menembakkan tinta untuk mengganggu musuh, dan berkamuflase dengan lingkungan sekitarnya.
Mengutip Polygon, kemampuan ini dieksplorasi secara cerdas dalam berbagai tantangan, membuat setiap level terasa unik meskipun berlatar di fasilitas industri yang sama.
Ditambah lagi, animasi yang menawan dan arahan seni yang indah membuat petualangan yang berdurasi kurang dari enam jam menjadi sangat berkesan dari awal hingga akhir.
Meskipun begitu, game ini bukannya tanpa cela. Beberapa segmen platforming terasa sedikit kaku, dan penempatan titik penyimpanan (checkpoint) yang terkadang terlalu jarang bisa menimbulkan sedikit frustrasi saat gagal.
Anda mungkin harus mengulang bagian cukup lama, tidak secepat game seperti Celeste yang langsung mengembalikan Anda ke aksi.
Namun, kekurangan tersebut tidak cukup untuk menutupi pesona Darwin's Paradox.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
-
Serangan AS-Israel Tewaskan Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!
-
Simalakama Plastik: Antara Lonjakan Harga dan Napas UMKM yang Sesak
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
Terkini
-
65 Kode Redeem FF Max Terbaru 6 April 2026: Klaim Mythos Fist, Skin Bebek, dan Tiket
-
4 HP Redmi Note Termurah 2026: Spek Gahar Mulai Rp2 Jutaan
-
5 Rekomendasi HP Tahan Banting Material Tangguh, Cocok untuk Orang Ceroboh
-
Steam Tegaskan Penilaian IGRS Dikeluarkan Kemkomdigi, Bukan dari Valve
-
Desain Infinix GT 50 Pro Terungkap, Calon HP Gaming Murah 'Spek Dewa' di Indonesia
-
5 Pilihan HP RAM 12 GB April 2026: Anti Lemot, Multitasking Jadi Lancar!
-
Budget Terbatas? Ini 5 Pilihan Tablet Kerja Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Juara
-
5 Smartwatch Murah dengan GPS Internal, Lari dan Bersepeda Praktis Tanpa Perlu Bawa HP
-
4 Cara Mengembalikan Chat WA yang Terhapus, Mudah dan Pasti Berhasil!
-
Steam Copot IGRS Usai Viral Jadi Sorotan di Indonesia, Pakai Platform Rating Lain