- LG Electronics membidik pasar Indonesia dengan menyediakan solusi pembersih berbasis AI untuk memenuhi kebutuhan teknologi rumah pintar.
- Seungtaek Ryu menyampaikan pada LG InnoFest 2026 bahwa negara berkembang menyumbang lebih dari 40 persen pasar robot vacuum.
- LG berkomitmen meningkatkan investasi pengembangan perangkat lunak dan AI guna memperkuat penetrasi produk pembersih di pasar global.
Suara.com - LG Electronics melihat peluang besar di pasar robot vacuum cleaner dan teknologi pembersih berbasis AI di Indonesia, seiring meningkatnya kebutuhan akan solusi rumah pintar.
LG mengungkapkan bahwa tren global menunjukkan lonjakan permintaan perangkat pembersih otomatis, termasuk robot vacuum.
“Potensinya besar. Kami sudah berinvestasi banyak dalam R&D untuk robot vacuum cleaner,” ujar Seungtaek Ryu, Emerging Product Sales Team Leader at LG Electronic dalam LG InnoFest 2026 APAC, di Busan, Korea Selatan, belum lama ini.
Tak hanya di negara maju, kontribusi pasar dari negara berkembang juga semakin signifikan.
“Negara berkembang menyumbang lebih dari 40 persen pasar robot vacuum cleaner,” katanya.
AI Jadi Faktor Pembeda
LG menegaskan bahwa keunggulan utama produk mereka terletak pada integrasi teknologi AI, yang memungkinkan perangkat bekerja lebih cerdas dan efisien.
“Ini teknologi. Tidak diragukan. Kami mengembangkan teknologi pintar AI untuk meningkatkan pengalaman penggunaan,” ungkap dia.
Selain robot vacuum, LG juga mengembangkan teknologi serupa pada perangkat lain seperti vacuum stick dan produk rumah tangga pintar.
Baca Juga: Lintasarta Andalkan AI Hadapi Lonjakan Trafik Lebaran 2026: Pemulihan Jaringan Lebih Cepat 60%
Persaingan dengan Vacuum Konvensional
Meski robot vacuum semakin populer, LG mengakui bahwa saat ini volume penjualan masih didominasi oleh vacuum cleaner konvensional (stick).
“Saat ini volume stick masih lebih besar dibanding robot vacuum cleaner,” ucap Seungtaek Ryu.
Namun, untuk jangka panjang, LG berkomitmen meningkatkan investasi terutama di pengembangan software dan AI.
“Untuk masa depan, kami membutuhkan lebih banyak sumber daya di pengembangan software secara global,” tambahnya.
Strategi Penetrasi Pasar Indonesia
Berita Terkait
-
LG Unjuk Inovasi AI di InnoFest 2026 APAC, Fokus pada Smart Home Masa Depan
-
5 Rekomendasi Smart TV dengan Fitur AI, Upgrade Pengalaman Nonton
-
ManageEngine Rilis Sistem Keamanan AI Terbaru, Ancaman Siber Bisa Dihentikan Otomatis!
-
Lenovo Gandeng David Beckham, Kembangkan Teknologi AI untuk Sepak Bola Global
-
5 Cara Mengenali Deepfake Call agar Terhindar dari Penipuan Berbasis AI
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Daftar Harga OPPO Find X9 Ultra dan Find X9s, HP Flagship Kamera Hasselblad Terbaru
-
6 Tablet Terlaris dan Paling Dicari di Indonesia 2026: Harga Mulai 1 Jutaan, Performa Jempolan
-
Asus ROG Zephyrus G14 Resmi Masuk Indonesia, Laptop Gaming Tipis dengan RTX 5070 dan AI Canggih
-
Smart Lock Ezviz Terbaru Resmi Meluncur, Bisa Buka Pintu Pakai Wajah dan Telapak Tangan
-
Harga iPhone Terbaru Akhir Mei 2026 Naik: Seri Pro Makin Mahal, iPhone 16e Malah Turun
-
8 Rekomendasi HP 5G Murah Harga Rp3 Jutaan dengan Kamera Bagus, Lancar Main Game
-
Siapa Orang Indonesia yang Diduga Palsukan Riset di Denmark? Begini Klarifikasinya
-
Rincian Fitur Oppo Enco Air 5s, TWS Ringan dengan ANC Tahan Lama
-
Viral Orang Indonesia Diduga Palsukan Riset di Konferensi Internasional, Tuai Hujatan
-
Usung Baterai Jumbo dan Layar 3.000 Nits, Honor Watch 6 Plus Tahan 35 Hari