Suara.com - Ikan sapu-sapu ternyata bisa membuat satu negara 'ribut'. Apakah ada manfaat dari ikan sapu-sapu yang dianggap membahayakan di Indonesia?
Adapun ikan invasif ini memang habitat aslinya bukan perairan Indonesia, sehingga menjadi hama bagi ekosistem sekitar.
Pemusnahan ikan sapu-sapu akhirnya digencarkan oleh pemerintah, termasuk Pemprov DKI Jakarta yang baru-baru ini sedang diterpa angin kontroversi dari Majelis Ulama Indonesia atau MUI.
MUI melalui keterangan resmi sontak menilai bahwa pemusnahan ikan sapu-sapu dengan cara dikubur hidup-hidup seperti yang digencarkan oleh para pemangku kebijakan tak sesuai dengan ajaran Islam.
Tak sedikit pihak yang akhirnya menyarankan agar ikan sapu-sapu dimanfaatkan.
Lantas, apa manfaat ikan sapu-sapu sebenarnya?
Sebagai hidangan di habitat aslinya
Habitat ikan yang sering dijuluki sebagai pleco ini adalah di perairan tawar kawasan Amerika Tengah dan Selatan, terutama di sepanjang aliran Sungai Amazon.
Kala hidup di habitat aslinya, ikan ini hidup di sungai-sungai berarus tenang dengan dasar berbatu atau berkayu.
Meskipun di Indonesia ikan ini sering dianggap sebagai "pembersih akuarium" atau ikan sungai yang tercemar, faktanya di negara asalnya seperti Brasil dan Peru, pleco dianggap sebagai komoditas pangan bergizi.
Baca Juga: Selain Ikan Sapu-Sapu, 7 Spesies 'Monster' Ini Juga Merusak Ekosistem Perairan Indonesia
Masyarakat lokal di sana mengolahnya menjadi berbagai santapan lezat, seperti sebagai berikut.
- Sopa de Carachama: Sup tradisional berbumbu rempah.
- Pleco bakar: Dimasak langsung di atas bara api.
Dagingnya yang putih dan padat terlindungi oleh sisik keras justru membantu menjaga kelembapan daging saat proses pembakaran.
Jadi, bagi penduduk di Brasil, sapu-sapu bukanlah hama, melainkan sumber protein penting.
Kenapa sapu-sapu di Indonesia tak bisa dimakan?
Meskipun di Amazon ikan ini menjadi hidangan favorit, ikan sapu-sapu di Indonesia terutama yang hidup di wilayah perkotaan sangat berbahaya untuk dikonsumsi.
Penyebab utamanya adalah sifat adaptif mereka yang luar biasa terhadap lingkungan buruk.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Bawa Segudang Perubahan, Ini Daftar HP Samsung yang Masih 'Dijatah' One UI 9
-
4 HP dengan Chipset Snapdragon dan Kamera OIS Keren 2026: Performa Kencang, Foto Stabil
-
Memilih QR Code Generator yang Aman dan Andal untuk Kebutuhan Digital
-
Samsung Galaxy S27 Ultra Disebut Pakai Baterai Si-C, Kapasitas Lebih Besar dan Lebih Awet?
-
31 Kode Redeem FF 21 April 2026: Kolaborasi Terbesar Tiba, Amankan Evo Gun dan Bundle Eksklusif
-
Paket RoaMAX Haji 2026 Telkomsel, Kuota 42GB, Bisa Dipakai di 13 Negara
-
realme 16 Series 5G, HP AI dengan Edit Foto Instan dan Transkrip Otomatis
-
Kelangkaan Chip Bikin Harga Smartphone Naik, Motorola Ungkap Faktanya
-
6 HP Terbaru Segera Meluncur di Indonesia, Spek Gahar Terbaik di 2026
-
22 Kode Redeem FC Mobile 21 April 2026: Pemain F2P Full Senyum, Sikat OVR 117 Tanpa Top Up