-
Nelayan menemukan alat pemantau bawah laut milik China di Selat Lombok.
-
Media Barat mencurigai alat tersebut berfungsi sebagai perangkat spionase militer.
-
Pakar menyebut Selat Lombok jalur strategis bagi pergerakan kapal selam nuklir.
Temuan ini mengkhawatirkan karena berada pada lokasi yang strategis. Selat Lombok adalah salah satu dari sedikit jalur laut dalam yang bisa dilalui kapal selam untuk bergerak dari Samudra Hindia ke Laut China Selatan tanpa terdeteksi.
Para ahli berpendapat bahwa teknologi ini memiliki "penggunaan ganda", bisa untuk penelitian ilmiah sipil maupun spionase militer.
Namun, potensinya untuk peperangan bawah laut tidak bisa diabaikan. Malcolm Davis, analis dari Australian Strategic Policy Institute (ASPI), memberikan pandangan yang lebih tajam.
"Tujuan mereka adalah untuk dapat melacak kapal selam sehingga pada masa perang, mereka berada di posisi yang lebih baik untuk dapat menyerang dan menenggelamkannya," ujar Malcolm David dikutip dari ABC News.
Ini menunjukkan bahwa China kemungkinan sedang memetakan medan perang bawah laut di masa depan.
Dr. Koh, seorang peneliti senior di S Rajaratnam School of International Studies Singapura mengungkap bahwa 'cukup masuk akal' bila China sedang mengumpulkan data.
Hal itu sejalan dengan meningkatnya minat China terhadap perairan teritorial dan jalur laut kepulauan Indonesia, terutama sejak kesepakatan AUKUS Australia dengan AS dan Inggris untuk mengakuisisi kapal selam bertenaga nuklir.
Selat Lombok merupakan koridor ekonomi dan militer utama antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
Dengan kedalaman minimum 250 meter dan lebar tersempit 18 kilometer, selat ini merupakan jalur penting bagi kapal-kapal yang memiliki kedalaman lambung terlalu dalam untuk melewati Selat Malaka dan dapat berfungsi sebagai alternatif jika Selat Malaka terblokir.
Baca Juga: Debat Panas di Rosi Soal Makar, Gaya Ngomong Ulta Levenia Disebut Mirip Vicky Prasetyo
Pihak Beijing merespons dengan santai. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyatakan bahwa hanyutnya peralatan riset kelautan adalah hal biasa.
"Berdasarkan praktik internasional, bukan hal aneh jika peralatan penelitian kelautan hanyut ke perairan teritorial negara lain karena kerusakan atau alasan lain. Tidak perlu ada interpretasi atau kecurigaan yang berlebihan," bunyi keterangan resmi dari Kemenlu China.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia melalui TNI AL menyatakan masih melakukan investigasi mendalam terhadap perangkat tersebut.
Hasil pemeriksaan awal mengungkap bahwa bendar tersebut mengandung bahan peledak atau radioaktif, dan diduga kuat merupakan perangkat sistem pemantauan bawah laut.
Berita Terkait
-
Xi Jinping Tekankan Normalisasi Selat Hormuz Jadi Prioritas Global
-
China Kecam AS Sita Kapal Iran di Selat Hormuz, Peringatkan Risikonya
-
Viral Pria Jomblo 38 Tahun Diduga Cabuli 3 Anak di Bawah Umur, Langsung Jadi Samsak Warga
-
China 'Jajah' Jepang, Penjualan BYD Naik Nyaris 100 Persen di Negeri Sakura
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Telkomsel Ungkap 361 BTS Sudah Pakai Energi Terbarukan, Komitmen Hijau Makin Nyata
-
SheHacks dan AI Jadi Kunci UMKM Perempuan Indonesia Naik Kelas di Era Digital
-
Game Silent Hill: Townfall Meluncur 24 September 2026 ke PS5 hingga PC
-
Turnamen Yu-Gi-Oh! World Championship 2026 Resmi Dimulai, Tebar Hadiah Gratis
-
Pertolongan Pertama HP Kemasukan Air, Lakukan 7 Langkah Ini agar Tidak Mati Total
-
5 HP Android dengan Desain Kamera Boba 3 Mirip iPhone Seri Pro, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
5 Rekomendasi Google TV Murah, Harga Mulai 1 Jutaan Fitur Premium
-
5 HP Snapdragon 8 Gen 5 Terbaik 2026, Performa Monster untuk Gaming hingga Fotografi
-
7 HP OPPO RAM 8GB Terbaru 2026, Baterai Jumbo hingga Layar AMOLED
-
Konservasi Candi Borobudur Memanfaatkan Teknologi Drone 360 Spasial