- Presiden Xi Jinping menekankan pentingnya menjaga kelancaran lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz bagi komunitas internasional pada Senin.
- Xi Jinping mendesak penghentian konflik secara menyeluruh di Timur Tengah demi menciptakan stabilitas dan kedamaian kawasan tersebut.
- Pemerintah China menyatakan dukungan penuh terhadap penyelesaian sengketa melalui jalur diplomatik dan semangat bertetangga yang baik.
Suara.com - Presiden China, Xi Jinping, menegaskan bahwa normalisasi di Selat Hormuz menjadi kepentingan utama, baik bagi negaranya maupun komunitas internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Xi saat melakukan percakapan telepon dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman, Senin (20/4/2026) sore.
"Selat Hormuz harus tetap mempertahankan kelancaran lalu lintas pelayaran yang normal, karena jalur tersebut melayani kepentingan bersama negara-negara di kawasan tersebut maupun masyarakat internasional," kata Xi Jinping dalam laman Kementerian Luar Negeri China.
"China mendukung negara-negara di kawasan tersebut dalam membangun 'rumah bersama' yang dilandasi semangat bertetangga baik," imbuhnya.
Terkait situasi di kawasan Timur Tengah dan Teluk, Xi Jinping kembali menegaskan pentingnya penghentian konflik secara menyeluruh.
"China menyerukan gencatan senjata sesegera mungkin dan komprehensif," ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa China mendukung berbagai upaya yang dapat membuka jalan bagi perdamaian.
"China mendukung segala upaya yang kondusif bagi pemulihan perdamaian, serta mendukung penyelesaian sengketa melalui jalur politik dan diplomatik," tegas Xi Jinping.
(Antara)
Baca Juga: China Kecam AS Sita Kapal Iran di Selat Hormuz, Peringatkan Risikonya
Berita Terkait
-
China Kecam AS Sita Kapal Iran di Selat Hormuz, Peringatkan Risikonya
-
Pengamat Sebut Amerika Serikat 'Kalah' di Perang Iran: Kas Negara Boncos, Tujuan Tak Tercapai
-
Panas di Selat Hormuz, Iran Temui Rusia, Apa Hasilnya?
-
China Kasih Paham Dampak Paling Buruk Konflik di Selat Hormuz Berkepanjangan
-
Iran Sebut Negosiasi Damai Cuma Teater Politik Trump, Teheran Tinggalkan Meja Perundingan
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri
-
JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah